Icon EQUIP

Novita
Balasan dalam 1 menit

Novita
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami.
6281222849188
×

Novita

Active Now

Novita

Active Now

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit ut aliquam, purus sit

Mengenal Sistem Akuntansi Persediaan dalam Mempermudah Pencatatan Keuangan

Picture of Marshana Vanina
sistem akuntansi persediaan

Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, pengelolaan persediaan yang efektif menjadi faktor penting bagi keberhasilan sebuah perusahaan. Selain itu, pencatatan yang akurat dan terperinci mengenai persediaan juga merupakan komponen penting dalam sistem akuntansi persediaan perusahaan. 

Sistem akuntansi persediaan juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan pemantauan persediaan yang efisien. Dengan adanya sistem ini, perusahaan dapat memperoleh informasi real-time mengenai tingkat stok, harga beli, harga jual, dan posisi persediaan saat ini. Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lengkap bagaimana aplikasi akuntansi persediaan dapat membantu pencatatan keuangan perusahaan, memastikan integritas data, dan mendukung pengambilan keputusan yang cerdas.

Apa itu Sistem Akuntansi Persediaan?

Sistem akuntansi persediaan adalah sebuah sistem yang tercipta untuk mengelola dan mencatat semua aktivitas yang terkait dengan persediaan atau inventaris perusahaan. Software ini mencakup proses pencatatan, pemantauan, dan pengendalian persediaan yang berguna untuk menjaga ketersediaan barang dan mengoptimalkan manajemen persediaan.

Sistem ini biasanya terdiri dari perangkat lunak khusus yang memungkinkan perusahaan untuk mencatat dan melacak setiap perubahan yang terjadi pada persediaan, seperti pembelian barang, penjualan, pengiriman, retur, dan penyesuaian persediaan. Informasi tersebut kemudian terintegrasi dengan aplikasi akuntansi keuangan perusahaan untuk mencatat transaksi persediaan dan menghasilkan laporan keuangan yang akurat.

Sistem ini juga membantu dalam memantau tingkat stok barang, memperkirakan kebutuhan persediaan di masa depan, dan mengoptimalkan siklus persediaan perusahaan. Data persediaan yang tercatat dalam sistem ini memberikan informasi penting kepada manajemen perusahaan untuk membuat keputusan yang strategis, seperti perencanaan produksi, strategi pemasaran, dan pengelolaan rantai pasok.

Tujuan Sistem Akuntansi Persediaan

Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mencapai pengelolaan persediaan yang efektif dan efisien. Pertama, sistem ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan persediaan yang tepat pada waktu yang tepat. Dengan adanya sistem persediaan yang terintegrasi, perusahaan dapat memantau tingkat stok barang dengan lebih akurat dan real-time

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menghindari kekurangan persediaan yang dapat mengganggu kelancaran operasional atau kelebihan persediaan yang menyebabkan biaya penyimpanan yang tinggi. Dengan mengoptimalkan persediaan, perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan tepat, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mengoptimalkan pengeluaran perusahaan.

Selain itu, tujuan lain dari sistem akuntansi persediaan barang adalah untuk memberikan informasi yang relevan dan akurat kepada manajemen perusahaan. Sistem ini mengumpulkan dan menyimpan data persediaan secara terperinci, termasuk informasi tentang harga beli, harga jual, dan posisi persediaan saat ini. Data ini berguna untuk menganalisis kinerja persediaan, mengidentifikasi tren penjualan, dan mengevaluasi produk yang paling menguntungkan.

Metode Pencatatan Sistem Akuntansi Persediaan

metode sistem akuntansi persediaan

Untuk mencapai pencatatan yang akurat dan efisien dalam sistem akuntansi persediaan, terdapat beberapa metode pencatatan yang umum terpakai. Seperti metode perpetual, fisik, penilaian persediaan, FIFO, LIFO, dan average cost (rata-rata). Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai metode pencatatan yang umum digunakan dalam aplikasi akuntansi persediaan. 

Metode perpetual

Metode perpetual adalah salah satu metode pencatatan dalam sistem akuntansi persediaan yang mencatat perubahan persediaan secara terus-menerus dan real-time. Dalam metode ini, setiap transaksi yang terkait dengan persediaan, seperti pembelian, penjualan, atau retur barang, dicatat segera setelah terjadi. Informasi mengenai pergerakan persediaan tersebut langsung ter-update dalam sistem akuntansi persediaan.

Keuntungan lain dari metode perpetual adalah adanya transparansi dan akurasi data persediaan. Dengan pencatatan yang terus-menerus, perusahaan dapat dengan mudah melacak perubahan persediaan, menghindari kesalahan pencatatan, dan mendeteksi adanya kecurangan atau kehilangan persediaan secara lebih cepat. Selain itu, metode ini juga mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan, seperti laporan nilai persediaan atau laporan penjualan persediaan.

Metode fisik pada sistem akuntansi persediaan

Keuntungan lain dari metode perpetual adalah adanya transparansi dan akurasi data persediaan. Dengan pencatatan yang terus-menerus, perusahaan dapat dengan mudah melacak perubahan persediaan, menghindari kesalahan pencatatan, dan mendeteksi adanya kecurangan atau kehilangan persediaan secara lebih cepat. Selain itu, metode ini juga mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan, seperti laporan nilai persediaan atau laporan penjualan persediaan.

Pada metode fisik, perusahaan secara berkala melakukan inventarisasi fisik dengan cara menghitung, menimbang, atau memeriksa persediaan secara langsung. Hasil inventarisasi tersebut kemudian tercatat untuk menentukan jumlah persediaan yang tersisa dan perubahan jumlah persediaan dalam periode tersebut.

Metode FIFO pada sistem akuntansi persediaan

Metode FIFO (First-In, First-Out) adalah salah satu metode penilaian persediaan yang umum digunakan dalam sistem akuntansi persediaan. Pada metode ini, barang-barang yang pertama kali masuk ke dalam persediaan juga akan pertama kali keluar atau terjual. Dengan demikian, harga perolehan barang yang lebih awal akan perusahaan perhitungkan terlebih dahulu sebelum harga perolehan barang yang lebih baru.

Penerapan metode FIFO pada aplikasi akuntansi persediaan memungkinkan perusahaan untuk mengatribusikan biaya perolehan yang lebih awal kepada barang yang terjual atau perusahaan gunakan lebih dulu. Dalam konteks pencatatan, metode ini menghasilkan nilai persediaan akhir yang berdasarkan pada harga perolehan terbaru, mengingat barang dengan harga perolehan lebih awal dapat perusahaan anggap sudah terjual atau terpakai terlebih dahulu.

Metode LIFO

Metode LIFO (Last-In, First-Out) adalah metode penilaian persediaan yang sering berguna dalam sistem akuntansi persediaan. Dalam metode LIFO, diasumsikan bahwa barang-barang yang terakhir masuk ke dalam persediaan akan menjadi yang pertama kali keluar atau terjual. Dalam hal ini, harga perolehan barang yang lebih baru akan perusahaan perhitungkan terlebih dahulu sebelum harga perolehan barang yang lebih awal.

Penerapan metode LIFO dalam aplikasi akuntansi persediaan menghasilkan nilai persediaan akhir yang berdasarkan pada harga perolehan barang yang lebih awal. Ini berarti bahwa persediaan yang tersisa terdiri dari barang dengan harga perolehan yang lebih rendah.

Average cost (rata-rata)

Metode average cost atau metode rata-rata adalah salah satu metode penilaian persediaan yang umum perusahaan gunakan dalam sistem akuntansi pembelian. Dalam metode ini, biaya perolehan total persediaan terbagi dengan jumlah total unit persediaan yang tersedia untuk menentukan harga perolehan rata-rata per unit.

Penerapan metode average cost dalam sistem ini menghasilkan nilai persediaan akhir yang berdasar pada harga perolehan rata-rata per unit. Ketika barang terjual atau terpakai, biaya perolehan rata-rata tersebut berguna untuk menghitung biaya persediaan yang perusahaan anggap telah keluar dari persediaan.

Apa yang Harus Dimasukkan dalam Sistem Akuntansi Persediaan?

sistem akuntansi persediaan

Dalam aplikasi akuntansi persediaan yang komprehensif, beberapa elemen penting harus perusahaan masukkan untuk mencatat dan melacak persediaan perusahaan. Berikut ini adalah beberapa elemen yang umumnya ada dalam sistem informasi akuntansi persediaan:

1. Bahan baku

Bahan baku merupakan salah satu elemen yang harus perusahaan masukkan dalam aplikasi akuntansi persediaan. Elemen ini merujuk pada bahan mentah atau komponen yang berguna dalam proses produksi untuk menghasilkan produk akhir. Dalam sistem ini, bahan baku perlu tercatat untuk mengawasi persediaan yang tersedia dan memantau penggunaan yang tepat.

2. Barang dalam proses

Barang dalam proses adalah salah satu elemen yang harus ada dalam software akuntansi persediaan. Elemen ini mengacu pada produk yang sedang dalam tahap produksi, yaitu produk yang telah melalui tahap awal produksi tetapi belum selesai sepenuhnya. Dalam aplikasi akuntansi persediaan, barang dalam proses perlu tercatat untuk memantau status produksi dan menghitung biaya produksi yang terjadi.

3. Barang jadi

Barang jadi merupakan salah satu elemen yang harus ada dalam aplikasi akuntansi persediaan. Elemen ini merujuk pada produk yang telah selesai terproduksi dan siap untuk perusahaan jual kepada pelanggan. Dalam aplikasi akuntansi persediaan, barang jadi perlu tercatat untuk memantau persediaan yang tersedia dan melacak nilai persediaan yang siap perusahaan jual.

4. Barang MRO

Barang MRO (Maintenance, Repair, and Operations) adalah salah satu elemen yang juga harus ada dalam software akuntansi persediaan. Elemen ini meliputi berbagai item yang berguna untuk menjaga, memperbaiki, dan menjalankan operasi sehari-hari perusahaan, namun tidak langsung terkait dengan produksi barang atau jasa yang perusahaan hasilkan.

5. Barang dijual kembali

Produk dijual kembali, juga terkenal sebagai barang dagangan, adalah elemen penting dalam aplikasi akuntansi persediaan. Barang yang akan perusahaan jual kembali merujuk pada produk atau barang yang perusahaan beli dengan tujuan untuk kembali perusahaan jual kepada pelanggan tanpa mengalami proses produksi tambahan.

Kesimpulan 

Kesimpulannya, sistem akuntansi persediaan merupakan komponen penting dalam pencatatan keuangan perusahaan. Sistem ini membantu perusahaan dalam mengelola dan melacak persediaan dengan lebih efisien. Beberapa elemen yang harus ada dalam aplikasi akuntansi persediaan meliputi bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, barang MRO, dan barang yang akan perusahaan jual kembali. Dengan menggunakan aplikasi akuntansi persediaan yang baik, perusahaan dapat memantau persediaan yang tersedia.

Sebagai rekomendasi sistem akuntansi yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan, Total ERP dapat menjadi solusi yang baik. Total ERP adalah penyedia layanan manajemen perusahaan yang komprehensif dan terintegrasi yang mencakup modul akuntansi, produksi, persediaan, penjualan, dan berbagai aspek penting lainnya dalam operasi perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mencoba demo gratisnya terlebih dahulu!

Picture of Marshana Vanina
Marshana Vanina

Pencarian

Artikel Lainnya

Akselerasi Bisnis Anda Ke Level Berikutnya!

Telah Dipercaya Oleh

Sebentar! Apakah Anda Mau Coba Demo Gratisnya? Cukup isi Form Dibawah ini