Industri garmen bergerak cepat, tetapi tanpa software manufaktur untuk pabrik garmen Anda mudah tertinggal karena BOM rumit, bahan baku banyak variasi, dan jadwal produksi sering berubah. Dampaknya, biaya membengkak, lead time molor, dan kualitas sulit dijaga konsisten.
Dengan modul Manufacturing, Anda bisa mengontrol perencanaan produksi, BOM, pemakaian material, dan quality control dalam satu alur terintegrasi. Hasilnya, keputusan lebih cepat, waste berkurang, dan respons ke tren pasar jadi lebih gesit.
Di artikel ini, saya merangkum 12+ software manufaktur garmen terbaik untuk 2026 berdasarkan kebutuhan operasional yang paling krusial. Mari kita bahas satu per satu agar Anda menemukan solusi yang paling pas untuk skala bisnis Anda.
Key Takeaways
Pilih software garmen yang kuat untuk BOM kompleks, work order/routing, QC terintegrasi, serta skalabilitas-kustomisasi.
12+ rekomendasi software manufaktur garmen 2026: HashMicro, Odoo, NetSuite, SAP, Epicor, Infor, Syspro, MRPeasy, Katana, Fishbowl, Jurnal, Deskera.
Software manufaktur yang tepat membantu pabrik garmen lebih efisien dan adaptif.
| Nama Software | Cocok Untuk Apa? |
|---|---|
| HashMicro Manufacturing | Pabrik garmen skala menengah hingga besar yang butuh kustomisasi mendalam dan fitur lengkap dari hulu ke hilir. |
| Odoo Manufacturing | Bisnis garmen yang mencari solusi fleksibel dan modular dengan opsi open-source yang bisa diskalakan. |
| Oracle NetSuite | Perusahaan garmen skala enterprise dengan operasi multinasional yang membutuhkan platform cloud ERP terintegrasi. |
| SAP S/4HANA | Korporasi besar di industri tekstil yang memerlukan kontrol proses bisnis yang sangat detail dan analitik canggih. |
| Epicor Kinetic | Pabrik manufaktur yang berfokus pada data-driven insights untuk optimalisasi lantai produksi dan rantai pasok. |
| Infor CloudSuite Industrial | Industri garmen dengan proses manufaktur yang kompleks dan butuh visibilitas end-to-end pada rantai pasok. |
| Syspro ERP | Perusahaan manufaktur dan distribusi yang membutuhkan kontrol inventaris kuat dan fitur pelacakan produksi yang andal. |
| MRPeasy | Usaha kecil hingga menengah (UKM) di bidang garmen yang mencari software manufaktur yang mudah diimplementasikan. |
| Katana Manufacturing ERP | Brand garmen modern yang menjual via e-commerce (Shopify, WooCommerce) dan butuh sinkronisasi stok real-time. |
| Fishbowl Manufacturing | Bisnis yang fokus utamanya adalah manajemen inventaris bahan baku dan barang jadi secara presisi. |
| Jurnal by Mekari | Bisnis yang membutuhkan integrasi kuat antara proses manufaktur dengan akuntansi dan finansial dalam satu ekosistem. |
| Deskera | Usaha kecil yang mencari platform bisnis all-in-one yang mencakup manufaktur, akuntansi, dan CRM dengan harga terjangkau. |
Kriteria Penting dalam Memilih Software Manufaktur Pabrik Garmen
Memilih software yang tepat bukanlah sekadar membandingkan daftar fitur, tetapi tentang menemukan solusi yang benar-benar sesuai dengan model bisnis, skala produksi, dan tujuan jangka panjang perusahaan Anda. Sebelum berinvestasi, evaluasi cermat terhadap beberapa kriteria kunci sangat penting untuk memastikan Anda mendapatkan nilai maksimal.
Kemampuan Mengelola Bill of Materials (BOM) yang Kompleks
Bill of Materials (BOM) adalah resep produksi Anda. Di industri garmen, BOM bisa menjadi sangat kompleks karena melibatkan banyak varian (ukuran S, M, L, XL), warna, dan komponen kecil seperti kancing, ritsleting, label, dan benang. Software yang ideal harus mampu mengelola BOM multi-level ini secara fleksibel, memungkinkan Anda menghitung biaya produksi per unit dengan akurat dan memastikan semua bahan baku tersedia tepat waktu.
Manajemen Proses Produksi (Work Order & Routing)
Setiap pesanan harus bisa dilacak dari awal hingga akhir. Software manufaktur garmen harus memiliki kemampuan untuk membuat work order (perintah kerja) dan mendefinisikan routing (alur kerja produksi). Ini berarti Anda bisa memantau setiap tahapan, mulai dari pemotongan kain, proses penjahitan, pemasangan aksesoris, hingga finishing dan pengemasan, memastikan tidak ada hambatan dan semua berjalan sesuai jadwal.
Kontrol Kualitas (Quality Control) Terintegrasi
Kualitas adalah kunci reputasi di industri fashion. Fitur Quality Control (QC) yang terintegrasi memungkinkan Anda menetapkan standar kualitas di setiap tahap produksi. Tim QC dapat mencatat hasil inspeksi langsung di sistem, menandai produk cacat, dan menganalisis penyebabnya. Ini sangat penting untuk menjaga standar produk, mengurangi jumlah retur, dan memastikan kepuasan pelanggan.
Skalabilitas dan Kemampuan Kustomisasi
Bisnis Anda akan terus tumbuh, dan software Anda harus bisa mengikutinya. Pilihlah platform yang skalabel, yang dapat menangani peningkatan volume produksi tanpa penurunan performa. Selain itu, setiap pabrik garmen memiliki alur kerja yang unik. Kemampuan kustomisasi menjadi sangat penting agar software dapat disesuaikan dengan proses bisnis spesifik Anda, bukan sebaliknya.
12+ Rekomendasi Software Manufaktur Terbaik untuk Pabrik Garmen
Berikut adalah hasil analisis mendalam saya terhadap berbagai penyedia software manufaktur, dinilai berdasarkan kriteria yang telah disebutkan, fungsionalitas spesifik untuk industri garmen, serta umpan balik dari pengguna nyata di seluruh dunia.
1. HashMicro Manufacturing Automation

HashMicro menawarkan solusi ERP manufaktur yang sangat komprehensif dan dapat dikustomisasi, menjadikannya pilihan utama bagi pabrik garmen skala menengah hingga besar di Asia Tenggara. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuannya untuk disesuaikan secara mendalam dengan alur kerja spesifik perusahaan. Sistem ini mencakup semua aspek operasional, mulai dari perencanaan produksi, manajemen BOM, hingga kontrol kualitas dan integrasi dengan modul akuntansi, inventaris, dan CRM.
Unique Selling Proposition (USP):
- Kustomisasi Tanpa Batas: Sistem dapat diubah dan disesuaikan sepenuhnya untuk mencerminkan proses bisnis unik pabrik garmen Anda, sesuatu yang jarang ditawarkan oleh vendor lain tanpa biaya besar.
- Unlimited User License: HashMicro tidak membebankan biaya per pengguna, sehingga perusahaan dapat berkembang dan menambah karyawan tanpa khawatir biaya lisensi membengkak.
- Dukungan Lokal Profesional: Tim implementasi dan dukungan berbasis lokal memastikan komunikasi yang lancar dan penyelesaian masalah yang lebih cepat.
Fitur Utama untuk Garmen:
- Manajemen Bill of Materials (BOM) & Routing yang dinamis.
- Perencanaan Kebutuhan Material (Manufacturing Resource Planning – MRP).
- Pelacakan Work in Progress (WIP) secara real-time.
- Modul Quality Control (QC) terintegrasi di setiap tahap produksi.
- Otomatisasi penjadwalan produksi dan alokasi sumber daya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Kami beralih ke HashMicro karena butuh sistem yang bisa menangani varian produk kami yang sangat banyak. Fitur kustomisasi BOM dan pelacakan produksinya benar-benar mengubah cara kami bekerja. Efisiensi meningkat hampir 30%.” – Production Manager di sebuah pabrik garmen, dikutip dari G2.
2. Odoo Manufacturing

Odoo adalah platform ERP open-source yang menawarkan fleksibilitas luar biasa melalui pendekatan modularnya. Untuk industri garmen, modul Manufaktur, Inventaris, dan PLM (Product Lifecycle Management) dapat digabungkan untuk menciptakan solusi yang kuat. Odoo sangat cocok untuk bisnis yang ingin memulai dengan beberapa modul penting dan menambahkannya seiring pertumbuhan.
Fitur Utama:
- Manajemen BOM dan work center.
- Penjadwalan produksi dengan diagram Gantt.
- Terintegrasi dengan modul inventaris untuk pelacakan lot dan nomor seri.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Fleksibilitas Odoo memungkinkan kami mengintegrasikan proses desain dengan produksi. Modul PLM-nya sangat membantu dalam mengelola versi baru dari setiap koleksi pakaian kami.” – Head of Operations di sebuah brand fashion, dikutip dari Capterra.
3. Oracle NetSuite

NetSuite adalah solusi ERP berbasis cloud terkemuka yang dirancang untuk perusahaan skala menengah hingga enterprise. Untuk manufaktur garmen, NetSuite menawarkan visibilitas end-to-end, mulai dari manajemen rantai pasok global, perencanaan produksi, hingga keuangan. Ini adalah pilihan yang solid untuk perusahaan garmen dengan operasi di banyak negara.
Fitur Utama:
- Manajemen siklus hidup produk (PLM).
- Perencanaan produksi dan penjadwalan.
- Manajemen kualitas dan kepatuhan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Sebagai perusahaan dengan beberapa pabrik di luar negeri, NetSuite memberi kami satu sumber kebenaran. Kami bisa memantau inventaris, produksi, dan penjualan secara real-time dari mana saja.” – CFO di sebuah perusahaan tekstil multinasional, dikutip dari Gartner.
4. SAP S/4HANA

SAP adalah raksasa di dunia ERP, dan S/4HANA adalah solusi andalannya untuk korporasi besar. Platform ini menawarkan kontrol proses bisnis yang sangat detail, analitik canggih, dan kemampuan untuk mengelola operasi manufaktur yang sangat kompleks. SAP sangat cocok untuk perusahaan tekstil dan garmen skala besar yang memprioritaskan data dan kepatuhan standar.
Fitur Utama:
- Manajemen produksi dan quality control yang mendalam.
- Analitik prediktif untuk perencanaan permintaan.
- Integrasi rantai pasok digital.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“SAP memberi kami kontrol yang kami butuhkan atas setiap aspek produksi. Kemampuan pelaporannya tak tertandingi dan sangat penting untuk audit dan perencanaan strategis kami.” – COO di sebuah korporasi tekstil, dikutip dari G2.
5. Epicor Kinetic

Epicor Kinetic adalah solusi ERP yang dirancang khusus untuk industri manufaktur. Platform ini menonjol karena fokusnya pada data dan analitik untuk mengoptimalkan lantai produksi. Untuk pabrik garmen, Epicor dapat membantu melacak efisiensi mesin, produktivitas tenaga kerja, dan biaya produksi secara detail.
Fitur Utama:
- Manajemen produksi lanjutan (Advanced MES).
- Perencanaan dan penjadwalan visual.
- Manajemen inventaris multi-lokasi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Kami menggunakan Epicor untuk melacak OEE (Overall Equipment Effectiveness) pada mesin jahit kami. Data yang kami dapatkan membantu kami mengidentifikasi bottleneck dan meningkatkan output secara signifikan.” – Manajer Pabrik, dikutip dari Capterra.
6. Infor CloudSuite Industrial (SyteLine)

Infor menawarkan solusi ERP spesifik industri, dan CloudSuite Industrial (CSI) dirancang untuk produsen dengan proses yang kompleks. Di industri garmen, CSI dapat membantu mengelola pesanan dengan konfigurasi khusus, melacak bahan baku di seluruh rantai pasok, dan mengoptimalkan jadwal produksi untuk memenuhi tenggat waktu yang ketat.
Fitur Utama:
- Manajemen pesanan yang kompleks (Configure, Price, Quote).
- Perencanaan rantai pasok tingkat lanjut.
- Manajemen kualitas terintegrasi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Infor membantu kami mengelola pesanan B2B kami yang seringkali memerlukan kustomisasi. Visibilitas dari pemasok kain hingga pengiriman ke pelanggan sangat membantu.” – Supply Chain Director, dikutip dari G2.
7. Syspro ERP

Syspro adalah software ERP yang populer di kalangan produsen dan distributor. Kekuatan utamanya terletak pada manajemen inventaris yang kuat dan fitur pelacakan produksi. Untuk pabrik garmen, Syspro sangat andal dalam mengelola stok kain, benang, dan aksesori, serta melacak setiap lot bahan baku dari penerimaan hingga menjadi produk jadi.
Fitur Utama:
- Manajemen inventaris dan gudang yang kuat.
- Pelacakan lot dan serial number.
- Manajemen work in progress (WIP).
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Kontrol inventaris adalah segalanya bagi kami. Syspro memberi kami kemampuan untuk melacak setiap gulungan kain dan memastikan kami tidak pernah kehabisan bahan baku penting.” – Inventory Manager, dikutip dari Capterra.
8. MRPeasy

Seperti namanya, MRPeasy bertujuan untuk menyederhanakan manajemen produksi bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Ini adalah software berbasis cloud yang sangat mudah digunakan dan diimplementasikan. Meskipun sederhana, MRPeasy mencakup semua fungsi inti yang dibutuhkan pabrik garmen kecil, seperti manajemen produksi, stok, dan pengadaan.
Fitur Utama:
- Manajemen BOM dan resep.
- Penjadwalan produksi dan pelacakan.
- Manajemen stok dan pembelian.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Sebagai bisnis rintisan, kami butuh sesuatu yang fungsional tanpa kerumitan. MRPeasy sempurna. Kami bisa langsung menggunakannya dalam beberapa hari dan mulai melacak produksi kami dengan benar.” – Pemilik Usaha Garmen Kecil, dikutip dari G2.
9. Katana Manufacturing ERP

Katana dirancang untuk era manufaktur modern, terutama bagi brand yang menjual langsung ke konsumen (D2C) melalui platform e-commerce seperti Shopify atau WooCommerce. Kekuatan terbesarnya adalah sinkronisasi stok real-time antara penjualan online, bahan baku, dan produk jadi. Ini sangat ideal untuk brand fashion yang mengelola toko online sendiri.
Fitur Utama:
- Sinkronisasi real-time dengan platform e-commerce.
- Manajemen stok bahan baku dan produk jadi.
- Prioritas perintah produksi visual.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Katana menyelamatkan kami dari mimpi buruk stok. Pesanan dari Shopify langsung masuk ke sistem produksi dan stok bahan baku kami terpotong secara otomatis. Luar biasa!” – Founder Brand Pakaian Online, dikutip dari Shopify App Store.
10. Fishbowl Manufacturing

Fishbowl adalah software manufaktur dan manajemen inventaris yang terintegrasi erat dengan QuickBooks. Ini adalah pilihan yang sangat populer bagi bisnis yang sudah menggunakan QuickBooks untuk akuntansi dan membutuhkan kemampuan manufaktur yang lebih kuat. Fokus utamanya adalah memberikan kontrol presisi atas inventaris.
Fitur Utama:
- Manajemen inventaris dan BOM.
- Pemrosesan perintah kerja.
- Integrasi yang mulus dengan QuickBooks.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Kami sudah bertahun-tahun menggunakan QuickBooks. Fishbowl adalah tambahan yang sempurna. Sekarang kami bisa mengelola BOM dan perintah kerja tanpa harus meninggalkan ekosistem yang sudah kami kenal.” – Manajer Akuntansi di Pabrik Garmen, dikutip dari Capterra.
11. Jurnal by Mekari

Jurnal pada dasarnya adalah software akuntansi, tetapi dengan fitur tambahan untuk manufaktur, ia menjadi pilihan menarik bagi bisnis di Indonesia yang memprioritaskan integrasi keuangan. Fitur manufakturnya memungkinkan perhitungan biaya produksi dan pelacakan stok barang dalam proses, yang kemudian terhubung langsung ke buku besar akuntansi.
Fitur Utama:
- Perhitungan biaya produksi otomatis.
- Manajemen stok bahan baku dan barang jadi.
- Integrasi penuh dengan modul akuntansi Jurnal.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Bagi kami, yang terpenting adalah data biaya produksi yang akurat untuk laporan keuangan. Jurnal melakukannya secara otomatis, menghemat banyak waktu tim akuntansi kami.” – Finance Manager, dikutip dari ulasan pengguna lokal.
12. Deskera

Deskera adalah platform bisnis all-in-one yang menargetkan usaha kecil dengan menawarkan modul untuk akuntansi, CRM, HR, dan manufaktur dalam satu paket dengan harga terjangkau. Modul manufakturnya mencakup fungsi-fungsi dasar seperti BOM, perintah kerja, dan pelacakan inventaris, menjadikannya titik awal yang baik untuk bisnis yang baru memulai digitalisasi.
Fitur Utama:
- Manajemen BOM dan produksi.
- Pelacakan inventaris.
- Platform terintegrasi (Akuntansi, CRM, HR).
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
“Kami bisa mengelola hampir seluruh bisnis kami dari Deskera, mulai dari penjualan, produksi, hingga penggajian. Sangat praktis untuk tim kecil seperti kami.” – Pemilik UKM Garmen, dikutip dari G2.
Kesimpulan: Memilih Partner Teknologi yang Tepat untuk Pertumbuhan Bisnis Garmen Anda
Investasi pada software manufaktur yang tepat membantu pabrik garmen tetap efisien dan kompetitif di pasar yang dinamis. Pilihannya sebaiknya disesuaikan dengan skala operasi, kompleksitas produk, dan anggaran.
Beberapa platform cocok untuk kebutuhan tertentu, misalnya Katana untuk brand D2C, sementara SAP dan Oracle lebih relevan untuk korporasi multinasional. Laporan The State of Fashion 2024 (McKinsey) juga menekankan bahwa kelincahan rantai pasok dan digitalisasi penting untuk menghadapi volatilitas.
Untuk pabrik garmen skala menengah hingga besar, solusi yang fleksibel dengan kustomisasi mendalam, lisensi unlimited user, dan dukungan manufaktur kompleks biasanya paling ideal. Jika Anda ingin memastikan kecocokannya, Anda bisa konsultasikan gratis untuk membahas kebutuhan produksi dan tantangan operasional Anda.
Fungsi utamanya adalah mengotomatiskan dan mengintegrasikan seluruh proses produksi, mulai dari perencanaan, manajemen bahan baku (BOM), pelacakan perintah kerja (work order), hingga kontrol kualitas (QC) dan pelaporan biaya produksi.
Di industri garmen, satu produk (misalnya kemeja) memiliki banyak varian (ukuran, warna) dan komponen (kain, kancing, benang). Fitur BOM yang kuat memungkinkan pabrik menghitung kebutuhan material dan biaya secara akurat untuk setiap varian, yang krusial untuk efisiensi dan profitabilitas.
Biayanya sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu per bulan untuk solusi UKM berbasis cloud hingga miliaran rupiah untuk implementasi ERP skala enterprise seperti SAP atau Oracle. Faktor utama yang mempengaruhi biaya adalah jumlah pengguna, tingkat kustomisasi, dan modul yang dipilih.
Ya, sebagian besar software manufaktur modern dirancang untuk bisa diintegrasikan. Banyak platform seperti Fishbowl memiliki integrasi bawaan dengan QuickBooks, sementara sistem ERP seperti HashMicro atau Odoo sudah memiliki modul akuntansi dan inventaris dalam satu ekosistem.
ERP manufaktur adalah solusi yang lebih luas yang mencakup tidak hanya produksi, tetapi juga modul lain seperti keuangan, HR, CRM, dan supply chain dalam satu platform terintegrasi. Software manufaktur khusus biasanya lebih fokus pada fungsionalitas lantai produksi (shop floor) dan mungkin memerlukan integrasi dengan sistem lain untuk fungsi bisnis lainnya.












