Aging piutang adalah laporan yang mengelompokkan tagihan pelanggan berdasarkan berapa lama tagihan tersebut belum dibayar. Dengan laporan ini, tim keuangan dapat melihat seberapa besar risiko tidak terbayarnya piutang dan memutuskan tindakan penagihan yang tepat.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari cara membuat, membaca, dan menggunakan laporan aging piutang untuk menjaga arus kas bisnis tetap sehat.
Key Takeaways
Aging piutang adalah laporan yang mengelompokkan tagihan belum lunas berdasarkan lama keterlambatan dari tanggal jatuh temponya.
Semakin tua umur tagihan, semakin kecil peluang tertagih, sehingga bucket 61-90 hari perlu diprioritaskan sebelum masuk zona di atas 90 hari.
Laporan ini baru bernilai jika ditindaklanjuti rutin untuk menentukan prioritas penagihan, kebijakan kredit, dan proyeksi arus kas.
- Apa Itu Aging Piutang?
- Fungsi dan Manfaat Aging Piutang bagi Bisnis
- Komponen Laporan Aging Piutang
- Cara Menghitung Aging Piutang
- Template Excel Aging Piutang
- Contoh Laporan Aging Piutang dalam Perusahaan
- 4 Cara Menggunakan Aging Piutang untuk Keputusan Bisnis
- Perbedaan Aging Piutang dan Laporan Aging Inventori
- Tracking Aging Piutang Lebih Efisien dengan Total ERP
- Kesimpulan
Apa Itu Aging Piutang?
Aging piutang adalah laporan keuangan yang mengelompokkan tagihan belum lunas berdasarkan rentang waktu sejak tanggal jatuh temponya. Laporan ini menjadi alat utama tim keuangan untuk mengidentifikasi tagihan mana yang paling berisiko dan perlu diprioritaskan.
Aging piutang menjawab pertanyaan dari semua tagihan yang belum dibayar, mana yang sudah lama tertunggak? Laporan ini membagi piutang ke dalam lima kategori: belum jatuh tempo, terlambat 1-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari, dan lebih dari 90 hari yang berpotensi menjadi piutang tak tertagih.
Fungsi dan Manfaat Aging Piutang bagi Bisnis
Laporan aging piutang bukan sekadar dokumen administratif. Laporan ini memberikan informasi penting yang membantu bisnis mengambil keputusan lebih cepat dan lebih tepat, terutama dalam hal pengelolaan arus kas dan kebijakan kredit pelanggan.
Sama seperti visibilitas inventori yang membantu tim gudang memahami kondisi stok secara real-time, aging piutang memberikan visibilitas penuh atas kondisi tagihan kepada tim keuangan. Berikut fungsi utamanya:
1. Memantau Arus Kas
Dengan mengetahui kapan tagihan akan masuk, tim keuangan bisa memproyeksikan arus kas untuk minggu dan bulan ke depan secara lebih akurat.
2. Mengidentifikasi Pelanggan Bermasalah
Laporan ini memperlihatkan pelanggan mana yang sering terlambat bayar, sehingga tim penjualan bisa mempertimbangkan ulang kebijakan kredit untuk mereka.
3. Memprioritaskan Penagihan
Tim penagihan tidak perlu menghubungi semua pelanggan sekaligus. Aging piutang membantu mereka fokus pada tagihan yang paling berisiko terlebih dahulu.
4. Dasar Perhitungan Cadangan Kerugian Piutang
Semakin lama tagihan tertunggak, semakin besar kemungkinan tidak terbayar. Laporan aging digunakan sebagai dasar untuk menghitung berapa cadangan yang perlu disiapkan perusahaan.
5. Persiapan Audit
Auditor keuangan menggunakan laporan aging piutang untuk memverifikasi nilai piutang yang wajar pada neraca keuangan perusahaan.
Komponen Laporan Aging Piutang
Agar mudah dibaca dan dianalisis, laporan aging piutang memiliki struktur standar yang digunakan hampir di semua perusahaan. Memahami setiap komponennya akan membantu Anda membuat laporan yang akurat dan berguna.
Secara umum, laporan aging piutang terdiri dari kolom-kolom berikut ini:
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Pelanggan | Identitas debitur yang memiliki tagihan |
| Nomor Invoice | Referensi tagihan spesifik |
| Tanggal Invoice | Tanggal penerbitan tagihan |
| Tanggal Jatuh Tempo | Batas waktu pembayaran yang disepakati |
| Jumlah Tagihan | Total nilai yang belum dibayar |
| Kolom Rentang Umur | Pengelompokan tagihan berdasarkan usia keterlambatan |
| Keterangan / Catatan | Status penagihan atau tindakan yang sudah dilakukan |
Cara Menghitung Aging Piutang
Menghitung aging piutang berarti menentukan berapa hari setiap tagihan sudah melewati tanggal jatuh temponya, dan angka itulah yang menentukan tagihan masuk ke kategori mana. Proses ini mirip dengan rekonsiliasi bank saat mencocokkan data satu per satu agar tidak ada yang terlewat.
1. Tentukan Tanggal Laporan
Pilih satu tanggal referensi, biasanya akhir bulan, misalnya 30 September 2026. Semua perhitungan umur piutang dihitung mundur dari tanggal ini, dan harus konsisten antar periode agar tren bisa dibandingkan.
2. Hitung Umur Setiap Piutang
Gunakan rumus: Umur Piutang = Tanggal Laporan – Tanggal Jatuh Tempo. Jika tanggal laporan 30 September 2026 dan jatuh tempo 15 Agustus 2026, umur piutangnya 46 hari (masuk bucket 31-60 hari). Hasil negatif berarti invoice belum jatuh tempo.
3. Kelompokkan ke dalam Bucket Waktu
Setelah mendapat angka hari untuk setiap invoice, masukkan ke bucket yang sesuai: belum jatuh tempo, 1-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari, atau lebih dari 90 hari. Invoice dengan nilai sama tetapi usia berbeda diperlakukan sebagai risiko yang berbeda.
4. Jumlahkan per Kategori dan per Pelanggan
Totalkan nilai tagihan per bucket dan per pelanggan untuk menghasilkan laporan ringkasan. Laporan inilah yang menjadi dasar strategi penagihan dan perhitungan cadangan kerugian piutang di akhir periode.
Template Excel Aging Piutang
| Nama Pelanggan | No. Invoice | Tanggal Jatuh Tempo | Jumlah | Umur (Hari) | Kategori |
|---|---|---|---|---|---|
| PT Bumi Raya | INV-1042 | 15 Agu 2026 | Rp 45.000.000 | 46 | 31-60 Hari |
| CV Karya Mandiri | INV-1055 | 2 Jun 2026 | Rp 30.000.000 | 120 | Lebih dari 90 Hari |
| PT Sinar Jaya | INV-1071 | 10 Sep 2026 | Rp 25.000.000 | 20 | 1-30 Hari |
| PT Nusa Indah | INV-1080 | 12 Okt 2026 | Rp 40.000.000 | 0 | Belum Jatuh Tempo |
Dari tampilan seperti ini, kondisi piutang langsung terbaca tanpa perlu dihitung ulang. Pada contoh di atas, CV Karya Mandiri berada di kategori lebih dari 90 hari dan menjadi prioritas penagihan utama, sementara PT Nusa Indah masih aman karena tagihannya belum jatuh tempo.
Template laporan aging piutang bisa membantu Anda melihat contoh laporan yang rapi. Unduh gratis lalu sesuaikan kolom dan tampilannya dengan kebutuhan perusahaan.
Template Aging Piutang Excel
Unduh template siap pakai untuk melacak umur piutang secara gratis!
Contoh Laporan Aging Piutang dalam Perusahaan
Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah contoh laporan aging piutang dari sebuah perusahaan distribusi pada akhir September 2026. Laporan ini menampilkan lima pelanggan dengan distribusi tagihan di masing-masing bucket waktu.
| Pelanggan | 0–30 Hari | 31–60 Hari | 61–90 Hari | >90 Hari | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| PT Bumi Raya | Rp 0 | Rp 15.000.000 | Rp 20.000.000 | Rp 45.000.000 | Rp 80.000.000 |
| CV Karya Mandiri | Rp 12.000.000 | Rp 0 | Rp 8.000.000 | Rp 30.000.000 | Rp 50.000.000 |
| PT Sinar Jaya | Rp 25.000.000 | Rp 10.000.000 | Rp 0 | Rp 0 | Rp 35.000.000 |
| UD Maju Terus | Rp 18.000.000 | Rp 5.000.000 | Rp 0 | Rp 0 | Rp 23.000.000 |
| PT Nusa Indah | Rp 40.000.000 | Rp 0 | Rp 0 | Rp 0 | Rp 40.000.000 |
| Total | Rp 95.000.000 | Rp 30.000.000 | Rp 28.000.000 | Rp 75.000.000 | Rp 228.000.000 |
4 Cara Menggunakan Aging Piutang untuk Keputusan Bisnis
Laporan aging piutang yang dibuat secara rutin baru memberikan nilai maksimal jika digunakan sebagai dasar keputusan nyata. Banyak perusahaan sudah membuat laporannya, tetapi hasilnya hanya disimpan tanpa ditindaklanjuti.
Bagi tim keuangan yang juga mengelola pembukuan hutang dan piutang, aging piutang menjadi referensi penting dalam empat keputusan bisnis berikut:
1. Tentukan Prioritas Penagihan
Fokuskan sumber daya penagihan pada tagihan di kategori 61-90 hari sebelum masuk ke zona lebih dari 90 hari, karena di sanalah peluang pemulihan masih cukup tinggi. Tagihan yang sudah melewati 90 hari membutuhkan pendekatan berbeda, seperti negosiasi cicilan atau jalur hukum.
2. Evaluasi Kebijakan Kredit
Jika satu pelanggan konsisten terlambat lebih dari 60 hari, pertimbangkan untuk memperketat atau menghentikan sementara fasilitas kredit mereka sambil menyelesaikan tagihan yang ada.
3. Hitung Cadangan Kerugian Piutang
Gunakan aging piutang untuk menentukan berapa persen dari masing-masing kategori yang perlu dicadangkan. Contoh umum: 1-30 hari = 5%, 31-60 hari = 20%, 61-90 hari = 50%, lebih dari 90 hari = 80-100%.
4. Proyeksikan Arus Kas
Tagihan yang belum jatuh tempo dan yang ada di kategori 1-30 hari bisa diperlakukan sebagai penerimaan kas dalam waktu dekat, sehingga membantu perencanaan pembayaran kewajiban perusahaan secara lebih akurat.
Perbedaan Aging Piutang dan Laporan Aging Inventori
Istilah “aging” dipakai di dua konteks berbeda dalam laporan keuangan, dan keduanya sering membingungkan. Memahami perbedaannya penting agar laporan yang dibuat benar-benar sesuai kebutuhan tim yang menggunakannya.
Jika aging piutang berfokus pada tagihan yang belum dibayar, laporan aging inventori berfokus pada barang yang sudah terlalu lama berada di gudang. Keduanya menggunakan konsep “umur” sebagai dasar analisis, tetapi objek dan tujuannya berbeda:
| Aspek | Aging Piutang | Aging Inventori |
|---|---|---|
| Objek yang dianalisis | Tagihan / invoice | Barang / stok |
| Ukuran “umur” | Hari sejak jatuh tempo | Hari sejak barang masuk gudang |
| Risiko utama | Piutang tidak tertagih | Barang kadaluarsa / obsolet |
| Pengguna laporan | Tim keuangan / AR | Tim gudang / pengadaan |
| Tujuan utama | Penagihan dan manajemen kredit | Rotasi stok dan pengadaan |
Tracking Aging Piutang Lebih Efisien dengan Total ERP

Software akuntansi seperti Total ERP memudahkan proses ini dengan menghasilkan laporan aging piutang secara otomatis setiap kali ada transaksi baru. Tim keuangan tidak perlu lagi rekap manual karena data invoice langsung terhubung dan terkategorikan ke dalam bucket umur secara real-time.
Tiga fitur utama yang mendukung pengelolaan aging piutang di Total ERP:
- Dashboard AR real-time: laporan aging ter-update otomatis setiap ada transaksi baru, tanpa perlu refresh atau rekap ulang
- Notifikasi penagihan otomatis: sistem mengirim pengingat ke pelanggan yang tagihannya mendekati atau sudah melewati tanggal jatuh tempo
- Integrasi modul Invoice dan Akuntansi: semua data terhubung dalam satu platform sehingga angka selalu konsisten tanpa rekap terpisah
Kesimpulan
Aging piutang membantu tim keuangan memahami kondisi tagihan bukan hanya dari angka total, tetapi dari usia dan risiko masing-masing tagihan. Dengan laporan ini, prioritas penagihan, proyeksi arus kas, dan persiapan audit bisa dilakukan jauh lebih efisien.
Kunci utamanya bukan pada alat yang dipakai, melainkan konsistensi penggunaannya. Laporan aging yang dibuat rutin dan benar-benar ditindaklanjuti jauh lebih bernilai dibanding laporan sempurna yang hanya disusun setahun sekali.
FAQ Aging Piutang












