Laporan penjualan harian atau sales report harian membantu pemilik usaha memantau nilai transaksi, pembayaran yang diterima, piutang yang belum tertagih, dan selisih kas pada akhir hari. Masalahnya, semakin banyak transaksi yang harus diperiksa, semakin besar pula waktu dan ketelitian yang dibutuhkan.
Kebutuhan pencatatan yang terstruktur semakin penting seiring meningkatnya transaksi digital. Hingga Semester I 2025,Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS telah mencapai 6,05 miliar transaksi senilai Rp579 triliun dengan 39,3 juta merchant.
Key Takeaways
Penjualan bersih harus dipisahkan dari pembayaran yang diterima karena sebagian transaksi masih dapat berupa piutang.
Perhitungan manual dan Excel membantu pada skala kecil, tetapi semakin rumit ketika kanal, pengguna, dan cabang bertambah.
ERP membantu menghubungkan transaksi penjualan, pembayaran, persediaan, dan akuntansi dalam satu alur sesuai konfigurasi bisnis.
- Apa Itu Laporan Penjualan Harian?
- Fungsi dan Manfaat Laporan Penjualan Harian
- 7 Komponen Laporan Penjualan Harian
- Cara Membuat Laporan Penjualan Harian
- Contoh Laporan Penjualan Harian untuk Bisnis
- Contoh Format Laporan Penjualan Harian Manual untuk Bisnis
- Laporan Penjualan Manual, Excel, atau ERP: Mana yang Sesuai untuk Bisnis?
- Buat Laporan Penjualan Perusahaan Otomatis dengan Sistem Akuntansi Total
- Mengapa Laporan Penjualan Harian Manual Cepat Menjadi Rumit?
- Kapan Bisnis Perlu Beralih dari Excel ke ERP?
- Kesimpulan
Apa Itu Laporan Penjualan Harian?
Laporan penjualan harian adalah catatan yang merangkum transaksi selama satu hari operasional. Informasi di dalamnya umumnya mencakup penjualan kotor, diskon, retur, penjualan bersih, metode pembayaran, piutang, dan harga pokok penjualan.
Dengan struktur tersebut, laporan dapat digunakan untuk:
- Mengetahui hasil penjualan setiap hari.
- Memisahkan omzet dari pembayaran yang benar-benar diterima.
- Memantau transaksi tunai dan nontunai.
- Menemukan selisih kas atau pembayaran.
Fungsi dan Manfaat Laporan Penjualan Harian
Laporan penjualan harian membantu bisnis mengubah data transaksi menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengawasi operasional dan mengambil keputusan. Berikut fungsi dan manfaat utamanya.
1. Memantau hasil penjualan setiap hari
Pemilik usaha dapat melihat nilai penjualan kotor, diskon, retur, dan penjualan bersih pada satu periode operasional. Informasi ini membantu bisnis mengetahui apakah hasil penjualan sudah sesuai target.
2. Memisahkan penjualan dari pembayaran yang diterima
Nilai penjualan tidak selalu sama dengan uang yang diterima karena sebagian transaksi dapat dibayar secara kredit. Laporan harian membantu memisahkan pembayaran tunai, nontunai, dan piutang pelanggan.
3. Mempermudah rekonsiliasi pembayaran
Pencatatan berdasarkan metode pembayaran memudahkan tim mencocokkan transaksi dengan kas fisik, mutasi rekening, laporan QRIS, kartu, dan penyedia pembayaran lainnya.
4. Menemukan selisih dan kesalahan pencatatan
Perbandingan antara transaksi, pembayaran, dan saldo aktual membantu tim menemukan selisih kas, pembayaran yang belum tercatat, kesalahan input, atau transaksi yang perlu diperiksa kembali.
7 Komponen Laporan Penjualan Harian

Setiap komponen memiliki fungsi berbeda dalam proses pencatatan dan rekonsiliasi. Karena itu, data berikut sebaiknya tidak digabungkan ke dalam satu kolom.
1. Identitas transaksi: Catat tanggal, nomor transaksi, nama pelanggan jika diperlukan, dan produk yang dijual. Nomor transaksi membantu tim menelusuri nota ketika terjadi perbedaan data.
2. Penjualan kotor: Penjualan kotor adalah nilai transaksi sebelum dikurangi diskon dan retur.
3. Diskon dan retur: Diskon dan retur sama-sama mengurangi penjualan, tetapi penyebab, bukti, dan proses persetujuannya berbeda. Keduanya harus memiliki kolom terpisah agar mudah diperiksa.
4. Penjualan bersih: Penjualan bersih adalah nilai penjualan setelah dikurangi diskon dan retur.
5. Metode pembayaran: Pembayaran tunai, QRIS, transfer, dan kartu perlu dipisahkan. Pemisahan ini mempermudah pencocokan dengan kas fisik, mutasi rekening, dan laporan penyedia pembayaran.
6. Piutang atau saldo transaksi: Transaksi belum tentu dibayar penuh pada hari yang sama. Dalam sistem akuntansi penjualan kredit, selisih antara penjualan bersih dan pembayaran yang diterima perlu dicatat sebagai piutang pelanggan.
7. HPP dan laba kotor: Jika biaya perolehan barang tersedia, laporan dapat menampilkan harga pokok penjualan (HPP) dan laba kotor. Laba kotor belum memperhitungkan biaya operasional seperti gaji, sewa, listrik, pajak, dan biaya administrasi.
Cara Membuat Laporan Penjualan Harian
Pembuatan laporan penjualan harian dimulai dengan mengumpulkan seluruh transaksi pada satu hari operasional. Setelah itu, pisahkan nilai penjualan, pembayaran, piutang, dan biaya agar hasilnya dapat diperiksa dengan jelas.
1. Tentukan periode dan penanggung jawab
Tetapkan tanggal laporan, cabang, kasir, kanal penjualan, serta petugas yang menyiapkan dan memeriksa laporan. Informasi ini memudahkan penelusuran ketika ditemukan selisih.
2. Kumpulkan seluruh transaksi penjualan
Ambil data dari nota, aplikasi kasir, marketplace, pesanan daring, dan kanal lainnya. Pastikan setiap transaksi memiliki nomor referensi agar dapat dicocokkan dengan bukti pembayaran.
3. Catat penjualan kotor, diskon, dan retur
Masukkan nilai transaksi sebelum potongan sebagai penjualan kotor. Catat diskon dan retur pada kolom berbeda karena keduanya memiliki penyebab dan bukti pendukung yang berbeda.
4. Hitung penjualan bersih
Penjualan bersih menunjukkan nilai penjualan setelah dikurangi diskon dan retur.
5. Pisahkan pembayaran berdasarkan metode
Kelompokkan pembayaran tunai, QRIS, transfer, kartu, dan metode lainnya. Jika pelanggan belum membayar seluruh nilai transaksi, catat sisanya sebagai piutang.
6. Hitung HPP dan laba kotor
Jika data biaya barang tersedia, masukkan HPP untuk mengetahui laba kotor dari penjualan hari tersebut.
7. Lakukan rekonsiliasi dan pemeriksaan
Cocokkan total pembayaran dengan kas fisik, mutasi rekening, laporan QRIS, kartu, dan bukti pencairan lainnya. Catat setiap selisih beserta penyebab dan tindak lanjutnya sebelum laporan disetujui.
Contoh Laporan Penjualan Harian untuk Bisnis
Contoh sales report berikut menggunakan delapan transaksi dari satu hari operasional. Seluruh nilainya digunakan kembali untuk memeriksa pembayaran, piutang, HPP, dan keseimbangan laporan.

Download Template Laporan Penjualan Harian Gratis
Catat transaksi, pisahkan metode pembayaran, pantau piutang, serta hitung HPP dan laba kotor dengan format laporan yang siap digunakan.
Contoh Format Laporan Penjualan Harian Manual untuk Bisnis
Pencatatan manual hanya realistis ketika transaksi masih sedikit dan ditangani oleh satu atau dua orang. Begitu volume bertambah, tim harus menghitung ulang total, mencari nota, mencocokkan pembayaran, dan menelusuri perubahan secara terpisah. Pada tahap ini, biaya waktu dan risiko kesalahan dapat lebih besar daripada manfaat mempertahankan proses manual.
Tabel berikut menunjukkan potongan format manual dari dataset yang sama.

Download Template Laporan Penjualan Harian
Gunakan format siap pakai untuk mencatat transaksi, penjualan bersih, pembayaran tunai dan nontunai, piutang, serta keterangan transaksi setiap hari.
Laporan Penjualan Manual, Excel, atau ERP: Mana yang Sesuai untuk Bisnis?
Format sales report manual dan Excel tetap berguna untuk memahami dasar pencatatan. Namun, ERP lebih sesuai ketika laporan berasal dari banyak transaksi, digunakan oleh beberapa tim, dan perlu dihubungkan dengan stok serta akuntansi.
| Aspek | Manual | Excel | ERP terintegrasi |
|---|---|---|---|
Pencatatan |
Ditulis tangan | Diinput ke workbook | Dapat terbentuk dari transaksi sistem |
Perhitungan |
Manual | Menggunakan formula | Dijalankan sesuai konfigurasi sistem |
Rekonsiliasi |
Terpisah | Dibantu sheet kontrol | Dibantu data pembayaran yang terhubung |
Pelacakan perubahan |
Terbatas | Bergantung pengelolaan file | Dapat didukung hak akses dan riwayat perubahan |
Konsolidasi cabang |
Sulit | Menggabungkan beberapa file | Dapat dipusatkan sesuai implementasi |
Risiko kesalahan |
Tinggi karena seluruh proses manual | Bergantung input dan konsistensi formula | Dapat dikurangi dengan aturan dan validasi sistem |
Kesiapan bertumbuh |
Terbatas | Memerlukan pengelolaan file semakin ketat | Lebih sesuai untuk proses lintas tim dan cabang |
Buat Laporan Penjualan Perusahaan Otomatis dengan Sistem Akuntansi Total

Pembuatan laporan penjualan secara manual mengharuskan tim memindahkan dan mencocokkan data dari banyak sumber. Ketika transaksi, metode pembayaran, pengguna, dan cabang bertambah, proses tersebut menjadi semakin rumit dan memakan waktu.
Sistem Akuntansi Total membantu perusahaan menghubungkan data penjualan, pembayaran, piutang, persediaan, dan akuntansi dalam satu alur. Dengan data yang lebih terpusat, tim dapat menyusun sales report dan memeriksa transaksi tanpa terus menggabungkan banyak file secara manual.
1. Mencatat transaksi penjualan secara otomatis
Data transaksi yang telah dimasukkan melalui proses penjualan dapat digunakan kembali untuk menyusun laporan. Tim tidak perlu menyalin angka yang sama ke buku kas, spreadsheet, dan catatan akuntansi yang berbeda.
2. Memisahkan metode pembayaran secara konsisten
Pembayaran tunai, QRIS, transfer, kartu, dan piutang dapat dikelompokkan sejak transaksi dicatat. Struktur yang konsisten membantu tim membuat rekap dan mencocokkan setiap pembayaran dengan bukti penerimaannya.
3. Menghubungkan penjualan dengan stok dan HPP
Ketika data penjualan, persediaan, dan akuntansi saling terhubung, perusahaan dapat menelusuri barang yang terjual, perubahan stok, nilai HPP, pembayaran, dan pencatatan keuangannya dari sumber data yang sama.
4. Mempermudah rekonsiliasi pembayaran
Sistem membantu tim menelusuri nomor transaksi, pelanggan, metode pembayaran, dan perubahan data ketika ditemukan selisih. Pemeriksaan tetap diperlukan, tetapi pencarian sumber masalah menjadi lebih terarah.
5. Menyajikan laporan penjualan lintas cabang
Data penjualan dari beberapa cabang dapat dipusatkan sesuai struktur dan ruang lingkup implementasi perusahaan. Manajemen dapat membandingkan performa setiap cabang tanpa menunggu banyak workbook digabungkan terlebih dahulu.
Mengapa Laporan Penjualan Harian Manual Cepat Menjadi Rumit?
Pada contoh delapan transaksi, perhitungan masih dapat diperiksa satu per satu. Namun, proses yang sama akan jauh lebih sulit ketika transaksi datang dari beberapa kasir, kanal penjualan, rekening, dan cabang. Kerumitan biasanya muncul karena:
- Data tersebar: transaksi, mutasi bank, laporan QRIS, kartu, stok, dan piutang berada di sumber yang berbeda.
- Input dilakukan berulang: angka yang sama dapat disalin dari nota ke buku kas, lalu ke Excel dan sistem akuntansi.
- Formula mudah berubah: satu sel yang tertimpa angka manual dapat merusak hasil ringkasan tanpa langsung terlihat.
- Rekonsiliasi memakan waktu: setiap metode pembayaran harus dicocokkan dengan bukti aktual secara terpisah.
- Konsolidasi sulit: laporan dari beberapa cabang harus digabungkan sebelum manajemen memperoleh gambaran menyeluruh.
Karena itu, contoh manual berikut sebaiknya dipahami sebagai dasar logika laporan, bukan sebagai metode jangka panjang untuk operasional yang terus bertambah.
Kapan Bisnis Perlu Beralih dari Excel ke ERP?
Excel masih memadai ketika transaksi sedikit, pengguna terbatas, dan rekonsiliasi dapat diselesaikan dalam satu workbook. Namun, jangan menunggu sampai file sering rusak atau laporan terlambat untuk mulai mengevaluasi ERP.
Pertimbangkan ERP ketika:
- Transaksi berasal dari banyak kanal.
- Beberapa kasir menginput data secara bersamaan.
- Terdapat banyak cabang atau gudang.
- Harga dan stok perlu diperbarui secara terpusat.
- Rekonsiliasi manual semakin sulit ditelusuri.
- Perubahan data memerlukan kontrol akses dan audit trail.
Kesimpulan
Contoh laporan penjualan harian yang baik tidak hanya menampilkan omzet. Laporan perlu memisahkan penjualan kotor, diskon, retur, penjualan bersih, pembayaran, piutang, HPP, dan selisih kas.
Perhitungan manual dan Excel dapat digunakan untuk mempelajari alurnya, tetapi keduanya semakin sulit dipertahankan ketika transaksi, metode pembayaran, pengguna, dan cabang bertambah. Tim akhirnya lebih banyak memindahkan data, memperbaiki formula, dan mencari selisih daripada menganalisis hasil penjualan.
FAQ tentang Laporan Penjualan Harian












