Sistem kerja roster adalah penjadwalan shift, hari kerja, dan waktu istirahat untuk menjaga operasional tambang tetap efisien. Pola ini membantu menekan kelelahan dan risiko kerja di lingkungan operasional intensif.
Untuk penerapan yang lebih rapi, perusahaan dapat menggunakan software HRM dengan penjadwalan otomatis. Solusi ini memudahkan pengelolaan jadwal, absensi, dan kepatuhan kerja secara terintegrasi. Untuk informasi sistem kerja roster lebih luas, simak artikel ini sampai akhir!
Key Takeaways
Roster kerja adalah jadwal terperinci yang mengatur shift, hari kerja, libur, dan waktu istirahat karyawan dalam siklus tertentu.
Jenis sistem roster kerja mencakup roster shift, pola kerja-kerja libur (5:2, 14:7), FIFO, rotasi, hingga on-call.
Penerapan roster kerja membantu menjaga keselamatan, produktivitas, kepatuhan hukum, dan pengelolaan kelelahan karyawan.
Apa itu Sistem Kerja Roster?
SIstem roster kerja adalah metode penjadwalan kerja yang mengatur tugas, jam kerja, dan waktu istirahat karyawan dalam periode tertentu. Roster kerja memastikan ketersediaan tenaga kerja dan menghindari kelelahan (task overload) untuk memenuhi kebutuhan rotasi kerja.
Dengan penerapan roster kerja, ketersediaan shift tenaga kerja dapat terjaga secara konsisten, adil, dan teratur. Hal ini memungkinkan pengelolaan sumber daya, termasuk absensi maupun lembur, tercatat secara real-time sehingga membantu meminimalkan risiko kelelahan dan kecelakaan kerja.
Manfaat Penerapan Sistem Roster Kerja

Penerapan jadwal kerja yang terstruktur bukan sekadar mengatur jam kerja, namun merupakan strategi penting untuk meningkatkan performa bisnis dan melindungi aset terbesar perusahaan: karyawan. Manfaat roster kerja ini mencakup aspek legalitas, operasional, hingga kesejahteraan kru.
Sistem roster kerja yang disusun dengan baik dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan dan terukur, terutama dalam lingkungan kerja yang intensif seperti pertambangan:
- Efisiensi operasional: memastikan perusahaan dapat mempertahankan produksi dan layanan secara terus-menerus (24/7) dengan meminimalkan waktu henti (downtime) yang tidak terencana, memaksimalkan penggunaan peralatan dan fasilitas.
- Kesejahteraan karyawan: memfasilitasi manajemen kelelahan (fatigue management) yang efektif dengan memberikan periode istirahat yang terjamin, sehingga mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan fokus serta kepuasan kerja (work-life balance).
- Kepatuhan hukum: membantu perusahaan mematuhi peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang mengatur jam kerja maksimum, lembur, dan hak cuti tahunan, menghindari sanksi hukum dan denda.
- Pengelolaan sumber daya: memungkinkan alokasi tenaga kerja yang presisi dan tepat sasaran sesuai kebutuhan operasional pada setiap shift, mengoptimalkan biaya penggajian dan menghindari kekurangan atau kelebihan staf.
Jenis-Jenis Sistem Roster Kerja Tambang
Sistem kerja roster memiliki berbagai jenis yang dirancang untuk mengatur jadwal karyawan secara efisien, terutama di sektor dengan kebutuhan operasional khusus seperti pertambangan. Beberapa jenis sistem kerja roster yang umum digunakan antara lain:
1. Roster shift
Industri yang beroperasi 24 jam, seperti rumah sakit dan pabrik, umumnya menerapkan jenis ini. Pada sistem roster tambang ini, karyawan mengikuti setiap shift secara bergiliran sesuai periode yang ditentukan.
- Pagi: 07.00 – 15.00
- Sore: 15.00 – 23.00
- Malam: 23.00 – 07.00
2. Roster 5:2
Bekerja lima hari lalu libur dua hari, misalnya Senin–Jumat bekerja dan Sabtu–Minggu libur. Sistem roster tambang ini biasanya banyak digunakan di perkantoran dan sektor jasa.
3. Roster 4:3
Sistem kerja roster ini sering dipakai pada pusat call center atau pusat layanan pelanggan dan memiliki arti empat hari kerja diikuti tiga hari libur.
4. Roster 6:1
Sistem kerja roster enam hari bekerja dan satu hari libur, umumnya digunakan di tambang atau industri dengan operasional padat.
5. Roster 14:7
Sistem kerja di tambang ini cocok untuk lokasi kerja terpencil seperti pertambangan atau pengeboran minyak. Karyawan bekerja 14 hari penuh, kemudian libur selama 7 hari.
6. FIFO (Fly In, Fly Out)
Biasa digunakan di tambang atau migas. Karyawan bekerja beberapa minggu di lokasi, misalnya 8 minggu, lalu libur panjang 2 minggu sebelum kembali bekerja.
7. Roster Rotasi
Jadwal kerja berganti setiap periode, misalnya minggu pertama shift pagi, minggu berikutnya shift malam, dan seterusnya.
8. Sistem On-Call
Pada sistem kerja ini, karyawan hanya dipanggil saat dibutuhkan, dengan jadwal fleksibel sesuai permintaan pekerjaan.
9. Sistem Mining
Merupakan pola kerja panjang (contoh: 14:7 atau FIFO) dengan periode libur panjang, umumnya untuk proyek di daerah terpencil. Untuk itu, pembagian shift kerjanya harus berjalan adil dan tidak membebani pekerja tertentu.
Bagaimanakah caranya agar pembagian ini berjalan adil dan transparan? Sistem HR dari Total dapat menjadi opsi solusi bagi Anda. Cek skema harga sistemnya terlebih dahulu tanpa komitmen untuk mengenal software Total lebih jauh.
Cara Menerapkan Sistem Roster Kerja Tambang

Beberapa faktor penting yang perlu perusahaan perhatikan dalam sistem roster tambang adalah sebagai berikut:
1. Analisis kebutuhan
Perusahaan perlu mempertimbangkan dan mengidentifikasi berbagai sistem operasional dari seluruh divisi agar strategi implementasi roster kerja di tambang bisa berjalan secara efektif dan efisien. Setelah analisis, roster kerja akan lebih terstruktur dan optimal.
2. Perhatikan keterlibatan pekerja
Perusahaan perlu melibatkan karyawan dalam penyusunan jadwal kerja, termasuk cuti dan jam kerja. Partisipasi ini meningkatkan tanggung jawab atas pekerjaan, mengurangi absen kerja, serta memberi karyawan kontrol lebih besar atas sistem kerja yang sudah sesuai dengan regulasi perusahaan.
3. Perhatikan keamanan dan kesehatan
Jadwal kerja perlu memastikan pekerja tidak mengalami kelelahan yang berlebihan dan memiliki waktu istirahat yang cukup untuk shift kerja. Pekerjaan di tambang memiliki risiko tinggi, rotasi shift akan menghindari kejenuhan dan meminimalkan risiko kecelakaan.
4. Sesuaikan kebijakan ketenagakerjaan dan regulasi
Perusahaan tambang harus melibatkan kebijakan ketenagakerjaan dan regulasi yang berlaku terkait perancangan sistem roster kerja. Manejemen jadwal sistem kerja di tambang akan berjalan lebih baik dengan penyesuaian yang fleksibel.
Contoh Penerapan Sistem Roster Tambang
Banyak perusahaan pertambangan menerapkan sistem roster karena operasionalnya berlangsung terus-menerus dan menuntut ketersediaan tenaga kerja yang konsisten. Tujuan penerapannya adalah menjaga produktivitas perusahaan sekaligus melindungi kesejahteraan serta keselamatan karyawan.
1. Pola 8:2
Dalam sistem 8:2, karyawan bekerja selama 8 minggu berturut-turut, kemudian mendapatkan libur penuh selama 2 minggu. Tambang-tambang besar yang berlokasi jauh dari pemukiman sering menggunakan pola ini, sehingga perusahaan memberikan kompensasi istirahat lebih panjang untuk pemulihan tenaga.
2. Pola 14:7
Selain itu, terdapat sistem 14:7, di mana karyawan bekerja selama 14 hari berturut-turut lalu mendapat libur penuh 7 hari. Misalnya, seorang karyawan bekerja 10 jam per hari, 5 hari dalam seminggu, selama 2 minggu berturut-turut.
Perhitungannya:
10 jam × 5 hari × 2 minggu = 100 jam kerja.
Artinya, dalam satu periode kerja 14 hari, karyawan menyelesaikan total 100 jam kerja sebelum masuk masa libur 7 hari.
Tips Menerapkan Sistem Roster Kerja
Perusahaan harus merencanakan implementasi sistem roster kerja secara matang dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional dan faktor manusia agar semua pihak dapat menerima dan menerapkan sistem tersebut secara efektif.
Beberapa tips penting di bawah ini dapat membantu perusahaan menyusun dan menjalankan roster dengan optimal.
- Libatkan karyawan dalam perencanaan: Adakan sesi diskusi atau survei untuk mendapatkan masukan dari tim lapangan mengenai jadwal yang paling realistis dan nyaman, ini akan meningkatkan penerimaan dan rasa kepemilikan terhadap sistem baru.
- Prioritaskan manajemen kelelahan (fatigue management): Pastikan setiap siklus roster menyertakan waktu istirahat yang cukup di antara shift dan periode libur yang memadai, ini krusial untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kewaspadaan.
- Gunakan teknologi manajemen jadwal: Implementasikan software atau aplikasi khusus roster untuk memudahkan pemantauan, pelacakan jam kerja, dan pengajuan cuti secara real-time, mengurangi kesalahan administrasi.
- Lakukan evaluasi dan penyesuaian berkala: Setelah sistem berjalan, lakukan peninjauan kinerjanya secara rutin (misalnya tingkat absensi, produktivitas, dan insiden keselamatan), dan lakukan modifikasi jika Anda menemukan ketidaksesuaian atau masalah.
Software HRM Total untuk Manajemen Sistem Roster Kerja di Tambang
Software HRM Total adalah sistem khusus untuk mempermudah pengelolaan sistem roster kerja di industri pertambangan. Dalam konteks roster kerja di tambang, aplikasi roster ini juga dapat memberikan berbagai manfaat yang signifikan.
Berikut adalah fitur-fitur andalan dari Software HRM Total:
- Penjadwalan otomatis: Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah pekerja, kebutuhan operasional, persyaratan keamanan, dan juga regulasi ketenagakerjaan, fitur ini dapat menyusun jadwal kerja yang efisien dan akurat.
- Pemeriksaan wajah dan GPS palsu: Proses absensi karyawan dengan fitur pemindaian wajah dan pelacakan GPS yang akurat untuk memastikan absensi yang lebih kredibel.
- Monitoring KPI in real-time: Membantu untuk memantau produktivitas karyawan lebih mudah dengan sistem evaluasi performa dan KPI yang akurat dan obyektif.
- Integrasi kuat dengan sistem tambang: Anda tidak hanya akan mengurus absensi dan shift kerja karyawan di Total, melainkan mengontrol seluruh tugas pertambangan Anda dengan mudah.
Untuk memastikan sistem ini berjalan efektif, banyak perusahaan kini memanfaatkan aplikasi HRD terbaik yang mampu mengatur jadwal kerja, rotasi, dan absensi karyawan secara otomatis dan terintegrasi.
Kesimpulan
Sistem roster kerja di tambang mengatur jadwal kerja karyawan dengan rotasi tertentu agar operasional tetap berjalan 24 jam tanpa mengorbankan keselamatan dan produktivitas. Jadwal ini membantu perusahaan menjaga efisiensi tenaga kerja dan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.
Dengan Software HRM Total, penyusunan roster menjadi otomatis dan lebih akurat. Sistem ini memungkinkan HR untuk memantau kehadiran, jadwal shift, dan lembur secara real time.
Coba demo gratis software HRM Total dengan klik gambar di bawah ini!
FAQ Sistem Roster Kerja di Tambang
Sistem kerja roster adalah metode penjadwalan kerja yang digunakan oleh berbagai perusahaan untuk mengatur shift jam kerja karyawan secara efisien dan produktif.
Sistem roster kerja 10/2 adalah pola kerja dimana karyawan akan bekerja selama 10 minggu berturut-turut, kemudian mendapatkan libur selama 2 minggu.
Roster kerja adalah daftar kehadiran karyawan berdasarkan ketersediaan jadwal hari dan jam kerja. Daftar ini menyediakan jadwal jam kerja dan shift karyawan secara struktural.
Roster kerja 8/2 merupakan pola kerja karyawan yang akan bekerja 8 minggu berturut-turut, kemudian mendapatkan sesi libur atau cuti selama 2 minggu.














