Icon EQUIP

Novita
Balasan dalam 1 menit

Novita
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami.
6281222849188
×

Novita

Active Now

Novita

Active Now

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit ut aliquam, purus sit

Construction Inventory Management sebagai Solusi Inovatif Bisnis

Picture of Marshana Vanina
Construction Inventory Management

Dalam dunia konstruksi yang semakin berkembang, efisiensi dan pengelolaan yang baik dalam inventarisasi adalah faktor kunci untuk keberhasilan suatu proyek. Namun, akhir-akhir ini, industri konstruksi menghadapi tantangan serius dalam mengelola persediaan. Masalah ini kemudian memicu kebutuhan akan construction inventory management sebagai solusi dalam membantu perusahaan konstruksi mengatasi permasalahan inventarisasi.

Kebutuhan akan construction inventory management yang efisien menjadi semakin mendesak mengingat kompleksitas proyek konstruksi yang semakin tinggi, dengan tim kerja yang tersebar di berbagai lokasi, berbagai jenis bahan dan peralatan yang diperlukan, serta persyaratan yang berubah-ubah dari klien. Maka dari itu, artikel ini akan menjelaskan secara lebih lengkap mengenai construction inventory management.

Mengapa Industri Construction Memerlukan Inventory Management? 

Construction inventory management merupakan konsep yang jauh lebih luas dan strategis, bukan sekadar proses pelacakan barang-barang di rak gudang. Konsep ini menuntut penyusunan gudang secara strategis tentang bagaimana pihak gudang memenuhi kebutuhan proyek dan mengelola aset yang perusahaan gunakan sepanjang proses tersebut.

Semakin kompleksnya sebuah industri, maka akan lebih banyak variabel yang perlu perusahaan pertimbangkan. Terlebih dengan skala proyek yang besar, jadwal yang padat, hingga banyaknya pihak pemasok dan subkontraktor yang terlibat. Hal inilah yang menjadi alasan industri construction memerlukan sistem inventory management. 

Melalui penerapan construction inventory management yang canggih, perusahaan dapat mengoptimalkan alur kerja gudang dan perusahaan karena sistem yang saling terintegrasi. Proses pemasokan barang dan pengiriman barang juga akan berjalan dengan efisien dan efektif. Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, pengelolaan inventarisasi yang baik menjadi faktor kunci dalam mencapai keunggulan kompetitif dan membangun reputasi yang baik di industri konstruksi.

Baca juga: 15 Rekomendasi Aplikasi Inventaris untuk Efisiensi Inventory Perusahaan

Hal yang Membedakan Construction Inventory Management dan Inventory Management Lainnya

Hal yang Membedakan Construction Inventory Management dan Inventory Management Lainnya

Salah satu perbedaan terbesar antara construction inventory system dan software inventory adalah  construction inventory system dirancang untuk mendukung berbagai jenis aset konstruksi dan alur kerja operasional yang khusus untuk konstruksi. Di sisi lain, sistem inventory dirancang untuk memenuhi keperluan dari sistem gudang secara general dan umum. 

Construction inventory management juga harus mendukung alur kerja logistik dan operasional yang penting, termasuk kemampuan untuk meminta dan memenuhi transfer barang antara lokasi stok dan lokasi proyek, pembelian dan penerimaan barang melalui otomatisasi pesanan pembelian, hingga melacak dan menjadwalkan layanan peralatan seperti inspeksi dan pemeliharaan.

Selain itu, sistem construction inventory biasanya memiliki fitur dan kemampuan yang dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan unik dari aset konstruksi dan alur kerja operasional. Memungkinkan terjadi pelacakan yang lebih spesifik, pelaporan yang lebih rinci, integrasi dengan sistem lain seperti akuntansi atau manajemen proyek, serta kemampuan untuk mengoptimalkan penggunaan aset dan mengelola persediaan secara efisien.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Construction Inventory Management System

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Construction Inventory Management System

Setelah memahami alasan perusahaan membutuhkan construction inventory management system dan perbedaannya dengan manajemen inventory  biasa, Anda dapat menentukan sistem mana yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa pemilihan sistem harus memperhatikan kedua hal berikut ini:

Integrasi sistem

Sebagai bagian penting dari operasional perusahaan, sistem manajemen inventaris konstruksi harus terhubung dengan sistem bisnis lainnya untuk memastikan data terintegrasi di seluruh perusahaan, menghindari duplikasi penginputan, dan mengurangi kesalahan manusia. Integrasi sistem juga meningkatkan transparansi data di perusahaan sehingga meminimalisir risiko-risiko yang melibatkan kecurangan manusia.

Beberapa integrasi sistem mencakup keterhubungan dengan sistem ERP atau akuntansi, perangkat lunak manajemen konstruksi, dan dukungan yang luas terhadap teknologi pemindaian seperti barcode, RFID, QR code, GPS, dan/atau BLE.

Sistem pelaporan dan analisis

Di samping meningkatkan efisiensi operasional, penting bagi perusahaan untuk memiliki kemampuan mengevaluasi hasil. Laporan yang komprehensif dan analitik berbasis data tidak lagi menjadi pilihan, melainkan menjadi suatu kebutuhan yang mutlak bagi perusahaan konstruksi yang ingin tetap kompetitif dan menguntungkan.

Dengan demikian perusahaan dapat melacak dan mengukur kinerja proyek, memahami tren dan pola, mengidentifikasi area untuk perbaikan, serta membuat keputusan bisnis yang lebih baik secara strategis. 

Lima Cara Agar Construction Inventory Management Anda Sukses

Lima Cara Agar Construction Inventory Management Anda Sukses

Sama seperti industri lainnya, industri konstruksi selalu menghadapi perubahan yang cepat . Karena perubahan ini, penting bagi gudang konstruksi untuk selalu melakukan manajemen inventory. Oleh karena itu, beberapa tips berikut dapat Anda ikuti agar construction inventory management Anda berjalan dengan sukses:

Merubah mindset dan mulai merambah ke inventory management

Merubah mindset dan mulai merambah ke manajemen inventaris adalah langkah penting dalam industri konstruksi. Selama bertahun-tahun, manajemen inventaris belum menjadi fokus utama dalam industri konstruksi. Namun, dengan perubahan dinamika industri dan tuntutan efisiensi yang semakin tinggi, penting bagi perusahaan konstruksi untuk mengadopsi pendekatan yang lebih proaktif terhadap manajemen inventaris.

Merubah mindset berarti mengakui pentingnya manajemen inventory sebagai elemen strategis dalam keseluruhan operasi perusahaan konstruksi. Dengan ini perusahaan mulai mengalokasikan sumber daya dan perhatian untuk memilih construction inventory system yang tepat untuk perusahaan.

Mengembangkan supply chain yang fleksibel

Salah satu tip untuk mengembangkan manajemen inventaris konstruksi adalah dengan mengembangkan supply chain yang fleksibel. Hal ini berarti gudang harus menyesuaikan dan merespons perubahan yang terjadi dalam rantai pasok dengan cepat dan efisien.

Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan membangun kemitraan yang kuat dengan vendor. Dalam industri konstruksi, beberapa material atau barang memiliki waktu pengiriman yang lama atau barang tersebut langka. Dengan menjalin hubungan yang baik dengan pemasok, perusahaan konstruksi dapat memastikan pasokan yang konsisten dan terjamin.

Selain itu, penting juga untuk mengidentifikasi dan mempertimbangkan vendor alternatif. Jika terjadi situasi darurat atau terputusnya pasokan dari pemasok utama, memiliki pemasok alternatif yang sudah terverifikasi dan siap Anda gunakan dapat membantu menghindari kekurangan stok dan penundaan dalam proyek konstruksi.

Selain itu, mengadopsi teknologi dan sistem informasi yang mendukung visibilitas dan koordinasi dalam rantai pasok juga penting. Menggunakan sistem yang terintegrasi dan memanfaatkan teknologi pelacakan seperti barcode, RFID, atau QR code dapat membantu memantau persediaan dengan lebih akurat dan efisien.

Dengan mengembangkan supply chain yang fleksibel, perusahaan konstruksi dapat mengurangi risiko kekurangan persediaan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengatasi perubahan yang tak terduga dalam proyek konstruksi.

Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia

Dalam meningkatkan kemampuan SDM di gudang, penting untuk mendorong keterlibatan dan partisipasi aktif dari staf dalam proses inventarisasi. Perusahaan dapat mengajak staf untuk memberikan masukan dan saran terkait perbaikan atau efisiensi dalam pengelolaan inventaris. Dengan melibatkan mereka secara aktif, akan tercipta rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap manajemen inventaris.

Di sisi lain, mempertimbangkan penggunaan teknologi yang sesuai juga merupakan langkah penting. Pelatihan staf dalam penggunaan perangkat lunak atau sistem inventarisasi yang modern dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan inventaris. Teknologi seperti barcode, RFID, atau sistem manajemen inventaris berbasis cloud dapat memudahkan pelacakan, pemantauan, dan pengelolaan persediaan dengan lebih efisien.

Mengadopsi cara baru dan aman untuk bekerja

Cara baru dan aman untuk bekerja dapat Anda lakukan dengan mengimplementasikan standar keamanan yang ketat dalam proses pengelolaan inventaris. Ini meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai oleh semua pekerja, seperti helm, kacamata, sarung tangan, dan sepatu keselamatan. Pastikan juga adanya prosedur yang jelas dalam penggunaan alat-alat berat atau mesin yang terkait dengan inventarisasi, seperti forklift atau crane.

Selanjutnya, penting untuk memastikan area penyimpanan dan penataan inventaris sesuai dengan standar keamanan. Pastikan jalur evakuasi  bebas dari hambatan, perhatikan kapasitas beban rak penyimpanan, dan hindari menumpuk barang secara tidak stabil. Selain itu, perhatikan lingkungan kerja secara umum, termasuk kebersihan area, pencahayaan yang cukup, dan tanda peringatan yang jelas untuk menghindari risiko kecelakaan.

Selain itu, mempertimbangkan penggunaan teknologi yang inovatif dan aman juga dapat membantu dalam pengelolaan inventaris. Misalnya, penggunaan sistem otomatisasi atau robotik untuk pengambilan dan pengaturan inventaris dapat meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi risiko cedera. Penggunaan teknologi pelacakan atau pengenal biometrik juga dapat membantu dalam mengamankan inventaris dan mencegah kehilangan atau pencurian.

Mengotomatisasi inventory management

Mengadopsi teknologi otomatisasi dalam inventory management dapat membantu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pengendalian persediaan. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah mengimplementasikan sistem manajemen inventaris berbasis komputer, seperti construction inventory management software.

Sistem ini memungkinkan untuk mengotomatisasi berbagai aspek dalam pengelolaan inventaris, seperti pemantauan persediaan secara real-time, penentuan level stok optimal, otomatisasi proses pemesanan dan pengiriman, serta pelacakan dan pelaporan inventaris secara akurat.

Kesimpulan

Dalam menghadapi tantangan bisnis, industri konstruksi perlu untuk selalu beradaptasi mengembangkan sistem di perusahaan, terutama pada sistem inventory. Sistem perusahaan dapat dikembangkan dengan menggunakan construction inventory management.

Dengan menggunakan construction inventory management perusahaan dapat mengoptimalkan pengelolaan persediaan dan aset yang digunakan dalam proses konstruksi. Hal ini melibatkan penyusunan gudang secara strategis, pengelolaan persediaan yang efisien, serta penggunaan teknologi dan otomatisasi dalam proses pengelolaan inventaris. Apabila Anda tertarik, Anda dapat mencoba demo gratis di sini.

Picture of Marshana Vanina
Marshana Vanina

Pencarian

Artikel Lainnya

Akselerasi Bisnis Anda Ke Level Berikutnya!

Telah Dipercaya Oleh

Sebentar! Apakah Anda Mau Coba Demo Gratisnya? Cukup isi Form Dibawah ini