Icon EQUIP

Novita
Balasan dalam 1 menit

Novita
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami.
6281222849188
×

Novita

Active Now

Novita

Active Now

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit ut aliquam, purus sit

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Traditional ERP Life Cycle

Picture of Marshana Vanina
Traditional ERP Life Cycle

Enterprise Resource Planning (ERP) pada dasarnya merupakan sistem perangkat lunak yang terintegrasi secara menyeluruh untuk mengelola operasi bisnis perusahaan, termasuk manajemen sumber daya manusia, keuangan, persediaan, produksi, dan penjualan. Traditional ERP life cycle memiliki urutan mulai dari perencanaan, analisis, desain, implementasi, dan pemeliharaan.

Pendekatan modern ERP, seperti cloud-based atau SaaS (Software as a Service), menawarkan kecepatan dan fleksibilitas yang lebih besar, serta biaya yang lebih rendah dalam implementasinya. Namun, implementasi ERP tetap menjadi proses yang kompleks dan memerlukan perencanaan yang cermat dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan bisnis perusahaan.

Daftar Isi

Apa itu Traditional ERP Life Cycle? 

Traditional ERP life cycle adalah serangkaian tahapan yang harus dilalui dalam mengimplementasikan dan memelihara sistem ERP dalam perusahaan. Tahapannya meliputi perencanaan, analisis, desain, implementasi, dan pemeliharaan. Proses ini memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi bisnis, serta memastikan kesesuaian antara sistem ERP dan tujuan bisnis.

ERP life cycle framework adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengelola proses implementasi dan pemeliharaan sistem ERP. Kerangka ini membantu perusahaan dalam memastikan bahwa sistem ERP dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan, serta membantu mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang muncul. Kerangka ini juga membantu perusahaan untuk mempertahankan keandalan sistem ERP serta memastikan kesesuaian antara sistem ERP dan strategi bisnis perusahaan.

Perbedaan Traditional ERP vs Cloud ERP

Traditional ERP dan cloud ERP adalah dua jenis sistem ERP yang berbeda terutama dalam hal pendekatan dan karakteristik. Traditional ERP biasanya terinstal pada server lokal dan memerlukan infrastruktur hardware dan software yang mahal. Sedangkan cloud ERP adalah solusi perangkat lunak yang di-hosting di cloud dan dapat diakses melalui internet. Cloud ERP juga menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas yang lebih besar, serta biaya implementasi yang lebih rendah.

Dalam traditional ERP, perusahaan harus mengeluarkan biaya yang signifikan untuk infrastruktur hardware dan software, serta untuk pelatihan dan pengembangan staf IT yang bertanggung jawab atas sistem ERP. Sedangkan dalam cloud ERP, biaya pengeluaran awal lebih rendah karena perusahaan tidak perlu membeli atau mengelola infrastruktur hardware dan software. Selain itu, perusahaan juga dapat menghemat biaya karena tidak perlu memiliki staf IT yang terlatih untuk mengelola sistem ERP.

Namun, meskipun cloud ERP menawarkan keuntungan dalam hal biaya dan fleksibilitas, ada juga beberapa kelemahan yang harus diperhatikan. Salah satu kelemahan utamanya adalah kekhawatiran tentang keamanan data. Sebuah organisasi harus memastikan bahwa data mereka aman dan terlindungi dalam cloud ERP, dengan menjaga keamanan sistem dan mengadopsi praktik keamanan data yang tepat. Selain itu, perusahaan juga harus mempertimbangkan faktor lain seperti ketersediaan jaringan internet yang andal dan masalah regulasi yang mungkin membatasi penggunaan cloud ERP di beberapa negara.

Tahapan dari Traditional ERP Life Cycle

tahap tradtional erp life cycle

Tahapan dari traditional ERP life cycle meliputi define a scope and initialization, analysis and design stage, acquisition and development stage, implementation stage, dan operation stage, yang masing-masing memiliki peran penting dalam mengoptimalkan kinerja operasional perusahaan dan memastikan kesesuaian antara sistem ERP dan tujuan bisnis perusahaan.

Menentukan ruang lingkup dan inisialisasi

Tahap pertama dalam traditional ERP life cycle adalah menentukan ruang lingkup dan inisialisasi, di mana tim proyek harus menentukan lingkup proyek dan memperoleh persetujuan dari para stakeholder, mengevaluasi ketersediaan sumber daya, dan menetapkan tujuan serta jangka waktu proyek. Tahap ini penting untuk memastikan bahwa proyek dapat sesuai dengan batas waktu dan anggaran yang telah perusahaan tetapkan.

Analysis dan design

Pada tahap ini dalam ERP life cycle, tim proyek melakukan analisis mendalam terhadap proses bisnis perusahaan. Mereka menganalisis secara menyeluruh bagaimana perusahaan beroperasi, mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang ada, serta menentukan area mana yang memerlukan perbaikan atau peningkatan efisiensi. Selain itu, tim proyek juga merancang solusi ERP yang tepat dengan mempertimbangkan fitur-fitur yang dibutuhkan, modul-modul yang relevan, serta kustomisasi yang mungkin diperlukan.

Dalam tahap ini, tim proyek juga memilih konfigurasi software yang optimal, merancang database yang efisien, dan menentukan arsitektur sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Tujuannya adalah untuk menciptakan solusi ERP yang tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan, tetapi juga dapat terintegrasi dengan sistem lain yang ada di perusahaan. Dengan melakukan analisis mendalam dan merancang solusi yang tepat, tahap ini menjadi kunci penting dalam memastikan keberhasilan implementasi sistem ERP.

Akuisisi dan pengembangan

Tahap ini dalam traditional ERP life cycle adalah tahap di mana tim proyek mengakuisisi dan mengembangkan software ERP, serta melakukan konfigurasi dan adaptasi sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan. Pada tahap ini juga tim proyek melakukan pengujian dan pelatihan untuk memastikan bahwa sistem ERP dapat berfungsi dengan baik. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kegagalan implementasi dan memastikan bahwa sistem dapat pengguna gunakan secara efektif.

Implementation

Pada tahap implementation dalam traditional ERP life cycle, sistem ERP perusahaan terapkan secara langsung di lingkungan produksi perusahaan. Tim proyek bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses implementasi dilakukan dengan benar, termasuk penginstalan perangkat lunak, konfigurasi sistem, dan integrasi dengan sistem yang sudah ada. Selain itu, tim juga harus memastikan bahwa pengguna telah menerima pelatihan yang memadai agar dapat menggunakan sistem dengan efektif.

Selain itu, tahap ini juga melibatkan pengujian akhir sebelum sistem beroperasi secara penuh. Pengujian ini mencakup uji coba berbagai skenario dan situasi yang mungkin terjadi dalam operasional perusahaan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sistem ERP dapat berjalan dengan lancar, data dapat terintegrasi dengan baik, dan proses bisnis dapat berjalan sesuai yang harapan. Dengan melakukan implementasi yang baik dan pengujian yang komprehensif, perusahaan dapat memastikan bahwa sistem ERP memberikan manfaat yang sesuai harapan.

Traditional ERP Life Cycle: Operation

Tahap operation dalam traditional ERP life cycle adalah tahap di mana sistem ERP beroperasi secara rutin dalam lingkungan produksi perusahaan. Pada tahap ini, tim proyek harus memantau kinerja sistem dan melakukan perbaikan atau pemeliharaan sesuai kebutuhan. Proses ini penting untuk memastikan sistem tetap berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah mempelajari tentang traditional ERP life cycle yang terdiri dari lima tahap, yaitu define a scope and initialization, analysis and design stage, acquisition and development stage, implementation stage, dan operation stage. Yang dimana, setiap tahap memainkan peran penting dalam mengimplementasikan dan menjalankan sistem ERP yang berhasil dalam perusahaan.

Total ERP adalah salah satu software ERP yang dapat membantu perusahaan dalam menjalankan tahapan traditional ERP life cycle dengan baik. Dengan fitur-fitur yang komprehensif, Total ERP memungkinkan perusahaan untuk mengelola berbagai aspek bisnis terintegrasi. Mulai dari manajemen persediaan hingga keuangan dan akuntansi. Dengan demikian, Total ERP dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keuntungan mereka secara keseluruhan. Coba demo gratis sekarang!

Picture of Marshana Vanina
Marshana Vanina

Pencarian

Artikel Lainnya

Akselerasi Bisnis Anda Ke Level Berikutnya!

Telah Dipercaya Oleh

Sebentar! Apakah Anda Mau Coba Demo Gratisnya? Cukup isi Form Dibawah ini