Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit ut aliquam, purus sit

Sistem Pembukuan: Single Entry vs Double Entry

Andreano Wijaya
Sistem pembukuan single dan double entry

Pencatatan transaksi keuangan merupakan salah satu aspek yang vital dalam menjalankan bisnis. Dengan menggunakan sistem pembukuan yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa semua transaksi keuangan tercatat dengan akurat dan rapi. Dalam konteks ini, ada dua metode yang umum digunakan: sistem pembukuan single entry dan double entry.

Di artikel ini, kami akan membahas secara rinci kedua sistem ini, sehingga Anda dapat memahami perbedaan serta keunggulan masing-masing. Dengan pemahaman yang baik tentang kedua sistem pembukuan ini, Anda akan lebih siap untuk mengelola pencatatan transaksi keuangan dengan efisien dan efektif, sehingga bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar dan terorganisir. Mari kita telusuri lebih dalam apa yang membedakan antara pembukuan single entry dan double entry, serta bagaimana masing-masing dapat memberikan manfaat bagi perusahaan Anda.

Pengertian Sistem Pembukuan Single Entry dan Double Entry

Sistem pembukuan dalam bisnis merupakan fondasi yang penting untuk memastikan keberlangsungan dan keberhasilan keuangan perusahaan. Namun, seringkali pemilik bisnis bingung dalam memilih antara sistem pembukuan single entry dan double entry. Sebelum Anda memutuskan, penting untuk memahami perbedaan serta kegunaan masing-masing sistem ini.

Pembukuan Single Entry

Pertama-tama, mari kita bahas tentang sistem pembukuan single entry. Metode ini merupakan cara pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan hanya satu kali. Dalam sistem ini, setiap transaksi dicatat hanya sekali, biasanya dalam bentuk entri tunggal. Sebagai contoh, ketika perusahaan melakukan transaksi penjualan barang, hanya informasi yang berhubungan dengan transaksi tersebut yang dicatat, tanpa mencatat secara rinci setiap pengaruh transaksi terhadap akun lainnya.

Pembukuan Double Entry

Di sisi lain, sistem pembukuan double entry adalah konsep yang lebih kompleks. Dalam sistem ini, setiap transaksi melibatkan setidaknya dua akun, yaitu satu akun untuk mendebit dan satu akun untuk mengkredit. Dengan menggunakan sistem ini, setiap transaksi dipandang sebagai suatu peristiwa yang mempengaruhi setidaknya dua aspek keuangan perusahaan secara bersamaan. Sebagai contoh, ketika perusahaan melakukan transaksi pembelian, akan terjadi pengaruh pada akun persediaan atau inventory yang akan bertambah (debit), sementara pada akun kas akan terjadi pengurangan (kredit).

Pemahaman yang baik tentang perbedaan antara sistem pembukuan single entry dan double entry sangat penting untuk keberhasilan keuangan perusahaan Anda. Dengan memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan kompleksitas bisnis Anda, Anda dapat memastikan bahwa catatan keuangan perusahaan Anda akurat dan dapat dipercaya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan atau profesional akuntansi untuk membantu Anda menentukan sistem pembukuan yang terbaik untuk perusahaan Anda.

Keunggulan dan Kekurangan Sistem Single Entry

Penggunaan sistem pembukuan single entry memiliki keunggulan yaitu sistem yang digunakan lebih mudah. Jadinya pengguna tidak akan mendalami kesulitan dalam melakukan pembukuan. Single Entry setidaknya sudah memiliki dua kolom utama yaitu pengeluaran dan pemasukan.

Akan tetapi sistem pelaporan kurang lengkap jika memakai format sederhana. Jadinya setiap transaksi yang dilakukan sangat sulit dikontrol oleh Anda. Dibalik keunggulan tersebut ada berbagai kekurangan yang dimiliki sama single entry yaitu:

Kesalahan

Jika dibandingkan antara sistem pembukuan single dan double entry yang lebih besar mengakibatkan terjadinya kesalahan yaitu single entry. Hal ini karena jumlah total debit yang ditempatkan terpisah. Jadinya berpeluang terjadinya ketidakseimbangan bahkan malah tidak sesuai.

Aktiva

Sama dengan penjelasan sebelumnya, single entry pada asetnya menggunakan cara terpisah (Aktiva). Ini sangat berbahaya karena berpotensi tercuri atau hilang. Apabila itu terjadi, maka sangat sulit untuk melacak.

Kewajiban

Dikarenakan penempatan kolom kewajiban terpisah, maka perusahaan terkait sama sistem yang baru supaya tepat waktu ketika pembayaran setiap kewajiban.

Pelaporan

Masalah sistem pembukuan single entry juga bisa disebabkan oleh pelaporan. Dengan metode ini maka informasi posisi keuangan perusahaan yang ditampilkan lebih sedikit. Jadinya bagian direksi untuk mendapatkan gambaran keuangan perusahaan sangat sulit.

Laporan untuk Audit Keuangan

Biasanya para auditor menggunakan sistem double entry karena pada sistem ini dapat menghambat proses audit. Jadinya menggunakan sistem ini pada suatu perusahaan akan menyulitkan proses auditnya. Karena harus dirubah terlebih dahulu ke sistem double entry  oleh auditor.

Keunggulan dan Kekurangan Sistem Double Entry

Sistem double entry merupakan metode terbaik yang sering digunakan oleh akuntan. Karena menggunakan sistem pembukuan ini terbilang cukup mudah untuk digunakan. Akan tetapi double entry memiliki berbagai keunggulan serta kekurangan dalam penggunaannya, seperti:

Catatan Keuangan Lebih Akurat

Pada setiap transaksi antara debit dan kredit memiliki keseimbangan menggunakan sistem pembukuan double entry. Ketika audit memiliki ketidakseimbangan mengenai catatan debit dan kredit, maka kesalahan ada pada persamaan akuntansi atau neraca secara akurat.

Akan tetapi sistem double entry jika digunakan oleh perusahaan. Maka kesalahan tidak akan pernah terjadi sebab debit dan kredit bisa selalu menghasilkan keseimbangan.

Mengurangi Kesalahan

Sistem ini (double entry) mempunyai informasi detail yang bisa mendeteksi kesalahan penghitungan. Perusahaan sangat diuntungkan dengan menggunakan penerapan metode pembukuan karena bisa pelacakan pendapatan, pengeluaran, aset serta liabilitas.

Perhitungan saldo akun akan ditunjukkan lebih akurat. Jadi apabila terjadi kesalahan, maka sistem ini juga lebih mudah dilacak letak kesalahannya sebab ada informasi jelas. Peluang kesalahan sangat kecil dengan menggunakan sistem pembukuan ini.

Mendeteksi penipuan

Semua kesalahan maupun penipuan bisa dideteksi oleh sistem double entry. Makanya jika sebuah perusahaan banyak yang menerapkan sistem ini karena laporan akan lebih akurat.

Selain memiliki beberapa keuntungan yang sangat bagus untuk diterapkan. Ada juga berbagai kekurangan pada sistem double entry, seperti:

Kerumitan Dalam Prosesnya (Kompleksitas)

Masalah utama dalam sistem pembukaan double entry yaitu kerumitan dalam prosesnya (Kompleksitas). Bagi pemilik usaha yang belum memiliki latar belakang akuntansi sudah pasti adalah hal asing. Jadi terminologi debit dan kredit akan menyebabkan kebingungan.

Untuk mengetahui kapan harus mendebit rekening dan apa akun sesuai untuk kredit dapat terdengar sulit. Serta bisa membuat pembukuan pemula sedikit kebingungan dengan pekerjaannya.

Biaya

Kompleksitas sistem merupakan sesuatu yang berhubungan langsung sama biaya pembukuan saat menggunakan sistem double entry. Sebab perusahaan mempunyai catatan dan buku yang tersebar pada beberapa tempat yang harus selalu dilihat.

Ada beberapa kasus, bahkan perusahaan mempekerjakan beberapa karyawan tambahan agar bisa melacak pembukuan pada beberapa departemen. Apabila perusahaan sudah menggunakan akuntan, biaya pembukuan lebih tinggi.

Waktu

Untuk melakukan verifikasi pembukuan double entry bisa menghabiskan waktu banyak. Karena salah satu permasalahan terkait langsung dengan kompleksitas metode pembukuan double entry.

Kesimpulan

Dalam dunia bisnis, sistem pembukuan adalah fondasi yang sangat penting untuk mengelola keuangan secara efektif. Ada dua jenis utama sistem pembukuan: single entry dan double entry. Single entry adalah sistem yang lebih sederhana, di mana setiap transaksi hanya dicatat sekali, sementara double entry melibatkan pencatatan setiap transaksi dalam dua akun yang berbeda, yaitu debit dan kredit.

Kelebihan dari sistem single entry adalah kemudahannya dalam penggunaan, memungkinkan pengguna untuk melacak arus keuangan dengan lebih mudah. Namun, kekurangannya adalah kurangnya kelengkapan dalam pelaporan dan kontrol transaksi. Di sisi lain, sistem double entry menawarkan pelaporan yang lebih lengkap dan akurat, tetapi membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang akuntansi.

Dalam konteks ini, Total ERP Akuntansi adalah solusi yang menonjol. Dengan Total ERP, Anda dapat mengakses sistem pembukuan yang terintegrasi dengan fitur double entry yang kuat, memberikan Anda visibilitas yang lebih besar atas keuangan perusahaan Anda. Dengan fitur canggih dan dukungan ahli, Total ERP Akuntansi dapat membantu mempermudah sistem pembukuan Anda, meningkatkan efisiensi, dan memastikan keakuratan laporan keuangan Anda. Jadi, jika Anda mencari solusi yang komprehensif untuk mengelola sistem pembukuan perusahaan Anda, pertimbangkanlah Total ERP Akuntansi sebagai mitra yang dapat membantu Anda mencapai kesuksesan bisnis yang lebih besar.

Andreano Wijaya

Andreano Wijaya

Pencarian

Berita Terbaru

lorem ipsum dolor

Berita Terpopuler

lorem ipsum dolor

Akselerasi Bisnis Anda Ke Level Berikutnya!

Telah Dipercaya Oleh

Sebentar! Apakah Anda Mau Coba Demo Gratisnya? Cukup isi Form Dibawah ini

Customer Service

Customer Service
Balasan dalam 1 menit

Customer Service
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
6281222849188
×
Dapatkan Demo Gratis!