Mutasi stok adalah perubahan saldo inventori akibat barang masuk, barang keluar, atau transfer antar gudang, dan mutasi antar gudang paling rentan menimbulkan selisih.

Penyebab selisih terbesar bersifat prosedural, mulai dari pencatatan yang tidak real-time, tidak ada konfirmasi penerimaan digital, sampai approval yang dilewati.

Sistem ERP terintegrasi mencatat status In Transit hingga Diterima secara otomatis sehingga jejak otorisasi dan saldo stok antar gudang tetap sinkron.