Obsolete inventory adalah stok yang masih ada secara fisik, tetapi nilai jual atau manfaat ekonomisnya sudah turun karena perubahan permintaan, masa berlaku, teknologi, atau spesifikasi produk.

Nilai stok usang diukur lewat obsolescence rate (nilai persediaan usang dibagi total nilai persediaan) dan estimasi nilai realisasi neto (NRV), bukan sekadar menghitung jumlah unit barang lama.

Penurunan nilai dicatat lewat write-down atau write-off, lalu dicegah dengan forecast, stock aging, rotasi FIFO/FEFO, dan sistem ERP yang menyatukan data pembelian, penjualan, gudang, serta akuntansi.