Build to order adalah strategi produksi di mana perakitan barang baru dilakukan setelah adanya pesanan resmi yang masuk dari pelanggan.

Penumpukan stok mati di gudang akibat prediksi pasar yang tidak akurat sering kali menyebabkan kerugian finansial besar bagi perusahaan.

Implementasi sistem manajemen produksi otomatis membantu sinkronisasi data pesanan dengan ketersediaan material secara cepat dan akurat.