Mengelola anggaran perusahaan merupakan hal yang sulit untuk dilakukan saat metode pengelolaan masih terbatas. Hal ini mengakibatkan data tida akurat, proses input memakan waktu, hingga menghambat pengambilan keputusan. Keterbatasan metode manual meningkatkan potensi kesalahan.
Namun, banyak perusahaan berkembang yang mentransformasikan metode pengelolaannya ke metode digital. Menurut riset McKinsey & Company, 40% aktivitas dalam fungsi keuangan dapat diautomasi sepenuhnya, sementara sebagian lainnya dapat didukung teknologi digital.
Untuk menanggulangi hal tersebut, budget tracking software berperan penting untuk memberikan visibilitas anggaran secara real-time, memastikan konsistensi data, serya membantu manajemen mendeteksi deviasi biaya lebih awal.
Key Takeaways
Budget tracking software membantu perusahaan memantau dan mengontrol anggaran secara terstruktur melalui pencatatan dan pelaporan biaya yang terpusat.
Manajemen anggaran ini memastikan visibilitas real-time atas anggaran dan realisasi biaya agar deviasi dapat terdeteksi lebih cepat dan akurat.
Fitur penting dalam budget tracking software meliputi pemantauan realisasi anggaran real-time, laporan deviasi biaya, serta integrasi data keuangan yang konsisten.
Kriteria Penting dalam Memilih Budget Tracking Software
Memilih software yang tepat adalah langkah krusial untuk menghindari pemborosan investasi dan memastikan adopsi yang sukses di perusahaan. Berdasarkan analisis saya, ada beberapa kriteria utama yang wajib menjadi pertimbangan Anda.
1. Kemampuan Budgeting dan Forecasting
Software harus mampu membuat anggaran dari awal, melacak pengeluaran aktual terhadap rencana, dan membuat proyeksi keuangan. Fitur forecasting yang andal membantu Anda mengantisipasi tantangan finansial di masa depan.
2. Pelaporan dan Analisis Real-Time
Visibilitas data secara langsung adalah kunci pengambilan keputusan yang gesit. Pastikan platform pilihan Anda menyediakan dasbor interaktif dan laporan yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan.
3. Kemudahan Integrasi dengan Sistem Lain
Sistem yang baik harus bisa terhubung dengan perangkat lunak lain yang sudah Anda gunakan, seperti software akuntansi atau sistem CRM. Integrasi yang mulus mencegah silo data dan menjaga konsistensi informasi di seluruh departemen.
4. Skalabilitas dan Fleksibilitas
Bisnis Anda akan terus bertumbuh, dan software yang Anda pilih harus mampu mengikuti pertumbuhan tersebut. Pilih solusi yang menawarkan skalabilitas, baik dari segi jumlah pengguna maupun kompleksitas fitur.
5. Kolaborasi dan Alur Kerja Persetujuan (Approval)
Proses anggaran sering melibatkan banyak pihak, mulai dari manajer departemen hingga direksi. Software yang ideal memfasilitasi kolaborasi dan memiliki alur persetujuan bertingkat untuk memastikan setiap pengeluaran terkontrol.
| Nama Software | Fitur Utama | Skala Bisnis |
|---|---|---|
| Total ERP | Budgeting & Forecasting, Real-time Reporting, Multi-level Approval | UKM hingga Enterprise |
| NetSuite | Financial Planning, Budgeting, Forecasting, Global Consolidation | Enterprise |
| Workday Adaptive Planning | Continuous Planning, Scenario Modeling, Financial Consolidation | Enterprise |
| Anaplan | Connected Planning, Predictive Forecasting, Multi-dimensional Modeling | Enterprise |
| SAP Analytics Cloud | BI, Augmented Analytics, Predictive Analytics, Enterprise Planning | Enterprise |
| Planful | Structured & Dynamic Planning, Financial Consolidation, Reporting | Menengah hingga Enterprise |
| Vena Solutions | Excel-based Platform, Financial Planning & Analysis (FP&A) | Menengah hingga Enterprise |
| Cube | Spreadsheet-native FP&A, Real-time Data Integration | Startup hingga Menengah |
| Jirav | Financial Modeling, Budgeting, Forecasting, Departmental Reporting | UKM |
| Zoho Books | Budgeting, Expense Tracking, Invoicing, Bank Reconciliation | Kecil hingga Menengah |
| QuickBooks Enterprise | Advanced Reporting, Job Costing, Budgeting & Forecasting | UKM |
15 Rekomendasi Budget Tracking Software Terbaik 2026
Setelah meninjau berbagai platform, saya telah menyusun daftar ini berdasarkan analisis mendalam terhadap fitur, skalabilitas, dan ulasan pengguna. Daftar ini dirancang untuk membantu para pemimpin bisnis seperti Anda membuat keputusan yang tepat.
1. Total ERP
![]()
Total ERP menonjol sebagai solusi terintegrasi yang tidak hanya melacak anggaran, tetapi juga menghubungkannya langsung ke modul akuntansi dan pengadaan. Proposisi nilai utamanya terletak pada kemampuannya memberikan kontrol finansial menyeluruh dalam satu platform.
Fitur budget management-nya memungkinkan perusahaan menetapkan batas anggaran untuk setiap departemen dan melacak pengeluaran secara real-time. Menurut saya, keunggulan terbesarnya adalah alur persetujuan multi-level yang memastikan setiap permintaan pembelian sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis skala UKM hingga enterprise yang membutuhkan kontrol anggaran terpusat dan terintegrasi.
Harga: Hubungi tim konsultan untuk mendapatkan penawaran yang disesuaikan.
2. NetSuite
NetSuite ERP adalah platform berbasis cloud yang kuat untuk manajemen keuangan, termasuk perencanaan dan penganggaran. Solusi ini sangat ideal untuk perusahaan skala besar dengan operasi global.
Fitur utamanya mencakup perencanaan anggaran, forecasting, dan pelaporan keuangan yang komprehensif. Kekuatannya terletak pada kemampuan konsolidasi data dari berbagai entitas bisnis di seluruh dunia.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan enterprise dengan operasional multinasional.
Harga: Mulai dari sekitar Rp 15.000.000 per bulan, dengan biaya implementasi terpisah.
3. Workday Adaptive Planning
Workday Adaptive Planning adalah solusi yang dirancang untuk perencanaan bisnis yang berkelanjutan dan kolaboratif. Platform ini memungkinkan tim keuangan untuk membuat model skenario “what-if” dengan mudah.
Fokus utamanya adalah pada perencanaan dinamis, bukan hanya penganggaran tahunan yang kaku. Menurut analis Gartner, ini membantu perusahaan beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan pasar.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan menengah hingga enterprise yang membutuhkan perencanaan finansial dinamis.
Harga: Berdasarkan permintaan (quote-based).
4. Anaplan
Anaplan dikenal dengan platform “Connected Planning”-nya, yang menghubungkan data, orang, dan rencana di seluruh perusahaan. Ini memungkinkan perencanaan yang sinkron dari keuangan, penjualan, hingga rantai pasok.
Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas dan skalabilitasnya dalam menangani model perencanaan yang sangat kompleks. Anaplan memungkinkan pengguna untuk membangun model perencanaan mereka sendiri sesuai kebutuhan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan enterprise yang memerlukan solusi perencanaan terkoneksi yang sangat kompleks.
Harga: Berdasarkan permintaan (quote-based).
5. SAP Analytics Cloud
SAP Analytics Cloud (SAC) menggabungkan intelijen bisnis (BI), analitik prediktif, dan kemampuan perencanaan dalam satu solusi cloud. Ini memungkinkan pengguna untuk beralih dari analisis data ke perencanaan anggaran dengan mulus.
Kekuatannya terletak pada integrasi yang erat dengan ekosistem SAP lainnya dan kemampuan analitiknya yang canggih. SAC sangat cocok untuk perusahaan yang sudah banyak berinvestasi dalam produk SAP.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan enterprise, terutama yang sudah menggunakan ekosistem SAP.
Harga: Paket perencanaan mulai dari sekitar Rp 12.000.000 per pengguna per tahun.
6. Planful
Planful menawarkan platform cloud untuk Financial Planning & Analysis (FP&A) yang berkesinambungan. Solusi ini mencakup perencanaan, konsolidasi, pelaporan, dan analitik.
Platform ini dirancang untuk mempercepat siklus penganggaran dan penutupan buku akhir bulan. Pengalaman saya menunjukkan bahwa Planful sangat efektif dalam mengotomatiskan tugas-tugas keuangan yang repetitif.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan skala menengah hingga enterprise.
Harga: Berdasarkan permintaan (quote-based).
7. Vena Solutions
Vena Solutions mengambil pendekatan unik dengan membangun platformnya di atas Microsoft Excel. Ini memungkinkan tim keuangan untuk bekerja di lingkungan yang sudah mereka kenal sambil mendapatkan kekuatan kontrol, alur kerja, dan database terpusat.
Ini adalah pilihan yang sangat baik untuk perusahaan yang sangat bergantung pada Excel tetapi ingin mengatasi masalah kontrol versi dan keamanan data. Vena mengubah Excel menjadi alat perencanaan kelas enterprise.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan menengah hingga enterprise yang ingin memberdayakan proses berbasis Excel mereka.
Harga: Berdasarkan permintaan (quote-based).
8. Cube
Mirip dengan Vena, Cube adalah platform FP&A yang terhubung langsung dengan Google Sheets dan Microsoft Excel. Cube berfokus untuk menjadi jembatan antara spreadsheet yang Anda sukai dan sistem sumber data Anda (seperti ERP atau CRM).
Cube sangat populer di kalangan startup dan perusahaan teknologi karena kemudahan penggunaan dan kecepatan implementasinya. Ini memungkinkan tim kecil untuk mendapatkan visibilitas data real-time tanpa meninggalkan spreadsheet.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan startup hingga skala menengah.
Harga: Mulai dari sekitar Rp 18.000.000 per tahun untuk paket dasar.
9. Jirav
Jirav adalah solusi perencanaan dan pelaporan keuangan yang dirancang khusus untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Platform ini menyederhanakan pembuatan model keuangan, penganggaran, dan forecasting.
Fitur utamanya mencakup dasbor KPI, pelaporan departemental, dan perencanaan staf. Jirav membantu para pemimpin UKM untuk membuat keputusan berbasis data tanpa memerlukan tim FP&A yang besar.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Harga: Mulai dari sekitar Rp 7.500.000 per bulan.
10. Zoho Books
Zoho Books adalah bagian dari ekosistem Zoho yang luas, menawarkan solusi akuntansi lengkap dengan fitur penganggaran dasar. Ini adalah pilihan yang bagus untuk bisnis kecil yang sudah menggunakan produk Zoho lainnya.
Anda dapat membuat anggaran untuk proyek atau untuk seluruh bisnis Anda dan melacak pendapatan serta pengeluaran terhadap anggaran tersebut. Fungsionalitasnya sederhana namun efektif untuk kebutuhan dasar.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis kecil hingga menengah yang mencari solusi akuntansi terintegrasi.
Harga: Paket dengan fitur budgeting mulai dari Rp 450.000 per bulan.
11. QuickBooks Enterprise
QuickBooks Enterprise adalah versi paling canggih dari QuickBooks, yang dirancang untuk bisnis yang sedang berkembang. Ini mencakup fitur pelaporan lanjutan, penetapan biaya pekerjaan (job costing), dan penganggaran.
Fitur forecasting-nya memungkinkan Anda membuat proyeksi berdasarkan data historis. Ini adalah langkah maju yang solid dari QuickBooks versi standar bagi perusahaan yang membutuhkan lebih banyak kontrol.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: UKM, terutama di industri konstruksi atau berbasis proyek.
Harga: Mulai dari sekitar Rp 25.000.000 per tahun.
12. Sage Intacct
Sage Intacct adalah solusi manajemen keuangan cloud terkemuka untuk bisnis skala menengah. Modul Budgeting and Planning-nya dirancang untuk menjadi kolaboratif dan mudah digunakan.
Platform ini memungkinkan Anda membuat beberapa skenario anggaran dan membandingkannya secara berdampingan. Menurut AICPA, Sage Intacct adalah satu-satunya penyedia yang mereka pilih sebagai preferensi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan skala menengah di berbagai industri, seperti layanan keuangan dan nirlaba.
Harga: Berdasarkan permintaan (quote-based).
13. Prophix
Prophix adalah platform Corporate Performance Management (CPM) yang membantu tim keuangan mengotomatiskan proses penganggaran, perencanaan, dan pelaporan. Solusi ini memungkinkan perencanaan yang lebih strategis.
Salah satu fitur uniknya adalah alur kerja visual yang memandu pengguna melalui setiap langkah proses penganggaran. Ini membantu memastikan semua tugas diselesaikan tepat waktu.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan menengah hingga enterprise.
Harga: Berdasarkan permintaan (quote-based).
14. Centage
Centage menyediakan platform Planning Maestro yang dirancang untuk menyederhanakan proses penganggaran, forecasting, dan pelaporan untuk UKM. Platform ini menawarkan model cerdas yang sudah dibangun sebelumnya.
Tujuannya adalah untuk memungkinkan bisnis membuat anggaran yang akurat dan dapat ditindaklanjuti dalam waktu singkat. Ini adalah alternatif yang kuat untuk proses penganggaran manual berbasis spreadsheet.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Harga: Berdasarkan permintaan (quote-based).
15. Float
Float adalah software yang secara khusus berfokus pada peramalan arus kas (cash flow forecasting) dan penganggaran. Ini adalah alat yang sangat visual dan intuitif yang terintegrasi dengan Xero, QuickBooks Online, dan FreeAgent.
Meskipun tidak sekomprehensif platform FP&A lainnya, Float sangat baik dalam satu hal: memberi Anda gambaran yang jelas tentang posisi kas Anda di masa depan. Ini sangat penting untuk kelangsungan hidup bisnis kecil.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis kecil hingga menengah yang memprioritaskan manajemen arus kas.
Harga: Mulai dari sekitar Rp 900.000 per bulan.
Kesimpulan
Budget tracking software adalah alat digital yang dirancang untuk membantu perusahaan merencanakan, memantau, dan menganalisis anggaran serta pengeluaran secara otomatis. Sistem ini memberikan visibilitas finansial yang krusial untuk menjaga kesehatan keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Dari semua opsi yang saya ulas, Total ERP menawarkan solusi paling komprehensif dengan fitur budget management yang terintegrasi penuh. Kemampuannya menghasilkan laporan real-time dan alur persetujuan bertingkat menjadikannya pilihan ideal untuk kontrol anggaran yang presisi.
Memilih software yang tepat adalah investasi strategis untuk masa depan perusahaan Anda. Untuk melihat bagaimana solusi terintegrasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan unik bisnis Anda, jadwalkan demo gratis sekarang.
FAQ tentang Budget Tracking Software
Fungsi utamanya adalah mengotomatiskan proses pembuatan anggaran, melacak pengeluaran aktual terhadap rencana, dan menyediakan laporan analitik. Ini membantu perusahaan mengontrol biaya, meningkatkan profitabilitas, dan membuat keputusan keuangan yang lebih baik.
Biayanya sangat bervariasi, mulai dari beberapa ratus ribu Rupiah per bulan untuk solusi UKM seperti Zoho Books, hingga ratusan juta Rupiah per tahun untuk platform enterprise seperti NetSuite atau Anaplan. Pilihlah yang sesuai dengan skala dan kompleksitas kebutuhan bisnis Anda.
Software akuntansi berfokus pada pencatatan transaksi historis (apa yang telah terjadi), seperti pendapatan dan pengeluaran. Software budgeting berfokus pada perencanaan masa depan (apa yang akan terjadi), menetapkan target, dan membandingkan rencana dengan kinerja aktual.












