Software CRM berperan penting dalam efisiensi bisnis. McKinsey & Company mencatat sales automation mampu meningkatkan efisiensi penjualan 10–15% dan potensi pendapatan hingga ±10%, termasuk saat diterapkan pada CRM pertanian untuk integrasi data petani dan rantai pasok.
Secara strategis, CRM mendukung otomatisasi layanan dan pengelolaan database terpusat guna memahami perilaku pasar. Pendekatan berbasis data ini memungkinkan personalisasi interaksi, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta menekan risiko operasional.
Penerapan CRM menjadi fondasi modernisasi ekosistem pangan yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di era industri 4.0. Pembahasan selanjutnya akan mengulas komponen utama dan fitur unggulan software CRM pertanian.
| Nama Software | Cocok Untuk Apa? | Fitur Unggulan |
|---|---|---|
| Total ERP | Agribisnis skala menengah hingga besar yang butuh sistem terintegrasi penuh (end-to-end) | Manajemen Lahan, Pelacakan Cuaca, Integrasi Akuntansi & SCM |
| Agrivi | Petani perorangan dan perusahaan agribisnis yang fokus pada manajemen operasional lahan | Analisis Produktivitas Lahan, Manajemen Keuangan Pertanian |
| FarmERP | Perusahaan agribisnis besar dengan fokus pada manajemen rantai pasok dan budidaya skala besar | Manajemen Multi-Perkebunan, Kontrol Kualitas, Pelacakan Pasca-Panen |
| Cropin | Agribisnis yang membutuhkan analisis data prediktif berbasis AI dan citra satelit | Pemantauan Kesehatan Tanaman, Prediksi Hasil Panen, Manajemen Risiko |
| SAP S/4HANA | Korporasi besar yang sudah menggunakan ekosistem SAP dan butuh modul agrikultur | Manajemen Kontrak Komoditas, Integrasi Finansial Mendalam |
| Oracle NetSuite | Perusahaan agribisnis yang mencari solusi ERP cloud terintegrasi dengan modul agrikultur | Manajemen Rantai Pasok, Akuntansi, dan CRM Terpadu |
| Odoo Agriculture Management | Perusahaan agribisnis yang mencari solusi ERP cloud terintegrasi dengan modul agrikultur | Manajemen Rantai Pasok, Akuntansi, dan CRM Terpadu |
| FarmLogs | Petani yang membutuhkan alat sederhana untuk analisis profitabilitas per lahan | Pemantauan Lahan Otomatis, Laporan Profit & Loss Sederhana |
Key Takeaways
Software CRM pertanian adalah sistem digital untuk mengelola data petani, mitra, dan pelanggan dalam satu platform terintegrasi.
CRM pertanian membantu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat hubungan petani–offtaker, serta mendukung keputusan berbasis data.
CRM mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data interaksi, distribusi, serta transaksi untuk mengoptimalkan rantai pasok pertanian.
15 Rekomendasi Software CRM Pertanian Terbaik untuk Agribisnis
Daftar ini saya susun berdasarkan analisis mendalam terhadap fitur, skalabilitas, dukungan pelanggan, dan relevansinya untuk industri pertanian di Indonesia serta Asia Tenggara. Setiap platform menawarkan pendekatan yang unik untuk mengatasi tantangan agribisnis, mulai dari manajemen lahan hingga hubungan pelanggan.
Penting untuk diingat bahwa setiap software memiliki keunggulan spesifik. Pemilihan yang tepat sangat bergantung pada skala operasi Anda, jenis komoditas yang dikelola, dan tujuan bisnis jangka panjang perusahaan. Gunakan daftar ini sebagai panduan untuk menemukan solusi yang paling sesuai.
1. Total ERP

Software CRM Total ERP adalah solusi digital terbaik untuk Agribisnis yang mengintegrasikan seluruh fungsi CRM tradisional. Sistem ini dirancang sebagai platform end-to-end yang mengintegrasikan setiap aspek operasional, mulai dari manajemen lahan, keuangan, inventaris, hingga distribusi. Pendekatan ini sangat cocok untuk agribisnis skala menengah hingga besar yang membutuhkan visibilitas penuh dan kontrol terpusat atas seluruh proses bisnis.
Keunggulan utamanya terletak pada tingkat kustomisasi yang tinggi, memungkinkan sistem untuk disesuaikan sepenuhnya dengan alur kerja unik perusahaan. Modul-modul seperti manajemen siklus tanam, perkiraan cuaca terintegrasi, hingga manajemen aset alat berat menjadikannya solusi komprehensif.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
2. Agrivi
Agrivi adalah platform manajemen pertanian yang diakui secara global dan digunakan oleh petani di lebih dari 100 negara. Fokus utama Agrivi adalah membantu petani mengoptimalkan produksi dan meningkatkan profitabilitas melalui keputusan berbasis data. Software ini menyediakan alat untuk perencanaan, pemantauan, dan analisis seluruh aktivitas di lahan pertanian.
Fitur utamanya mencakup pelacakan penggunaan pupuk dan pestisida, manajemen keuangan seperti pelacakan penjualan dan biaya, serta laporan analitik yang kuat. Agrivi juga memberikan peringatan cuaca dan deteksi risiko penyakit tanaman, membantu petani mengambil tindakan preventif. Dasbornya yang intuitif memudahkan pengguna untuk melihat kesehatan bisnis pertanian mereka secara keseluruhan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
3. FarmERP
FarmERP adalah platform ERP agribisnis yang dirancang untuk mengelola operasi pertanian skala besar dan kompleks. Solusi ini sangat cocok untuk perusahaan perkebunan, agribisnis terintegrasi, dan eksportir komoditas. FarmERP menggabungkan teknologi canggih seperti AI, IoT, dan analisis citra satelit untuk memberikan kontrol menyeluruh atas rantai nilai pertanian.
Fitur unggulannya meliputi manajemen multi-perkebunan, perencanaan budidaya, kontrol kualitas pasca-panen, dan manajemen rantai pasok. Platform ini juga kuat dalam aspek kepatuhan dan ketertelusuran (traceability), yang sangat penting untuk pasar ekspor. Kemampuannya untuk mengelola kontrak pertanian dan keuangan menjadikannya pilihan solid untuk agribisnis korporat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
4. Cropin
Cropin adalah perusahaan AgTech yang fokus pada penyediaan solusi SaaS (Software as a Service) untuk agribisnis global. Platform mereka, Cropin Grow, menggunakan kecerdasan buatan (AI), machine learning, dan analisis data satelit untuk mendigitalkan dan mengoptimalkan operasi pertanian. Cropin sangat ideal bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan data untuk prediksi dan pengambilan keputusan yang lebih cerdas.
Fitur utamanya adalah pemantauan kesehatan tanaman secara real-time, prediksi hasil panen yang akurat, dan manajemen risiko terkait cuaca dan hama. Cropin juga menyediakan alat untuk memastikan ketertelusuran produk dari petani hingga konsumen, serta memfasilitasi manajemen petani binaan (outgrower management) secara efisien.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
5. SAP S/4HANA for Agriculture
SAP, sebagai pemimpin global dalam software ERP, menawarkan solusi spesifik untuk industri pertanian melalui SAP S/4HANA for Agriculture. Platform ini dirancang untuk perusahaan agribisnis berskala besar yang membutuhkan integrasi mendalam antara operasi pertanian dengan proses bisnis inti seperti keuangan, pengadaan, dan manajemen rantai pasok.
Solusi ini mencakup manajemen kontrak komoditas agrikultur, dari penanaman hingga penyelesaian keuangan. Fitur lainnya adalah manajemen asal-usul produk untuk ketertelusuran dan integrasi dengan data sensor IoT untuk pemantauan real-time. Ini adalah pilihan yang paling logis bagi perusahaan yang sudah berinvestasi besar dalam ekosistem SAP.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
6. Oracle NetSuite for Agriculture
Oracle NetSuite adalah salah satu ERP berbasis cloud terkemuka yang menawarkan solusi yang dapat disesuaikan untuk industri pertanian. Platform ini menyatukan semua fungsi bisnis inti—akuntansi, CRM, manajemen inventaris, dan e-commerce—dalam satu sistem terpadu. Ini sangat cocok untuk agribisnis yang berkembang pesat dan membutuhkan platform yang skalabel.
Untuk pertanian, NetSuite dapat dikonfigurasi untuk mengelola pelacakan lot dari panen, manajemen rantai pasok dari pemasok benih hingga distributor, dan analisis profitabilitas berdasarkan komoditas atau lahan. Sebagai solusi berbasis cloud, NetSuite menawarkan aksesibilitas dari mana saja dan menghilangkan kebutuhan akan infrastruktur server yang mahal.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
7. Odoo Agriculture Management
Odoo adalah rangkaian aplikasi bisnis open-source yang mencakup CRM, ERP, e-commerce, akuntansi, dan banyak lagi. Berkat sifatnya yang modular dan fleksibel, Odoo dapat disesuaikan untuk manajemen pertanian melalui modul-modul spesifik yang dikembangkan oleh komunitas atau mitra Odoo. Ini adalah pilihan yang menarik bagi agribisnis kecil hingga menengah yang menginginkan kontrol penuh atas software mereka dengan biaya awal yang lebih rendah.
Dengan Odoo, Anda dapat mengelola data lahan, melacak siklus produksi, mengelola inventaris benih dan pupuk, serta mengintegrasikannya langsung dengan modul penjualan dan akuntansi. Fleksibilitasnya memungkinkan Anda untuk memulai dengan beberapa modul dasar dan menambahkan lebih banyak seiring pertumbuhan bisnis.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
8. FarmLogs
FarmLogs adalah software manajemen pertanian yang dirancang dengan fokus pada kesederhanaan dan kemudahan penggunaan. Tujuannya adalah untuk membantu petani membuat keputusan yang lebih menguntungkan dengan menyediakan data yang mudah diakses dan dipahami. Ini sangat cocok untuk petani perorangan atau manajemen pertanian keluarga.
Fitur utamanya meliputi pemantauan lahan otomatis menggunakan citra satelit untuk melacak kesehatan tanaman, pencatatan aktivitas lapangan yang mudah, dan analisis profitabilitas per lahan. FarmLogs secara otomatis menghitung biaya dan pendapatan untuk setiap bidang lahan, memberikan gambaran yang jelas tentang bagian mana dari operasi Anda yang paling menguntungkan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
9. Trimble Agriculture
Trimble dikenal sebagai pemimpin dalam teknologi GPS dan solusi pemosisian presisi. Divisi pertanian mereka menawarkan rangkaian solusi perangkat keras dan perangkat lunak yang terintegrasi untuk pertanian presisi (precision agriculture). Software Trimble sangat ideal untuk agribisnis yang ingin mengoptimalkan efisiensi di lapangan dengan mengintegrasikan data dari mesin dan sensor.
Solusi perangkat lunaknya memungkinkan manajemen data dari traktor, penyemprot, dan pemanen yang dilengkapi GPS. Fitur-fiturnya meliputi panduan mesin otomatis, kontrol laju variabel untuk input (benih, pupuk), manajemen air, dan analisis data lapangan untuk membuat keputusan agronomi yang lebih baik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
10. Conservis
Conservis adalah platform manajemen pertanian yang dirancang untuk membantu petani mengelola operasi mereka sebagai sebuah bisnis. Fokusnya adalah menyatukan data dari berbagai aspek—lahan, mesin, dan keuangan—untuk memberikan visibilitas dan kontrol yang lebih baik. Conservis cocok untuk pertanian keluarga skala besar dan operasi korporat.
Platform ini membantu dalam perencanaan, penjadwalan, dan pelacakan semua aktivitas lapangan. Salah satu kekuatan utamanya adalah manajemen keuangan, yang memungkinkan pelacakan biaya per unit produksi, manajemen inventaris dari panen, dan pembuatan laporan keuangan yang akurat untuk mitra perbankan atau investor.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
11. AgriWebb
AgriWebb adalah platform manajemen peternakan yang dirancang khusus untuk produsen ternak (sapi, domba). Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas, profitabilitas, dan keberlanjutan peternakan melalui manajemen berbasis data yang mudah. Software ini tersedia di perangkat seluler dan web, memungkinkan pencatatan data langsung dari lapangan.
Fitur utamanya meliputi pelacakan ternak secara individu, manajemen padang rumput untuk mengoptimalkan penggembalaan, pencatatan perawatan kesehatan hewan, dan pelaporan kepatuhan untuk standar industri. Dasbor analitiknya memberikan wawasan tentang kinerja ternak dan efisiensi operasional.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
12. Granular
Granular, bagian dari Corteva Agriscience, adalah software manajemen pertanian yang dirancang untuk membantu pertanian menjadi lebih efisien dan menguntungkan. Platform ini menggabungkan aspek agronomi, operasional, dan keuangan dalam satu alat. Granular ditujukan untuk pertanian komersial skala besar.
Fitur utamanya mencakup analisis profitabilitas tingkat lanjut yang memungkinkan Anda melihat kinerja keuangan hingga ke level sub-lahan. Granular juga membantu dalam manajemen tenaga kerja dengan memungkinkan pengiriman perintah kerja ke perangkat seluler tim di lapangan. Integrasinya dengan data agronomi membantu dalam membuat keputusan penanaman dan perawatan yang lebih baik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
13. Eka Cloud Platform (Agriculture)
Eka adalah penyedia platform cloud untuk manajemen komoditas dan rantai pasok. Solusi pertanian mereka secara khusus menargetkan pedagang komoditas, pengolah makanan, dan perusahaan agribisnis besar yang terlibat dalam rantai pasok global. Fokusnya adalah pada manajemen perdagangan komoditas dan risiko (CTRM).
Platform Eka membantu mengelola seluruh siklus hidup perdagangan, mulai dari pengadaan, logistik, manajemen risiko harga, hingga penyelesaian keuangan. Ini menyediakan visibilitas real-time ke posisi, paparan risiko, dan P&L. Bagi perusahaan yang bisnis utamanya adalah membeli dan menjual komoditas pertanian, Eka adalah alat yang sangat kuat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
14. FarmBrite
FarmBrite adalah software manajemen pertanian all-in-one yang dirancang agar mudah digunakan dan terjangkau. Ini melayani berbagai jenis operasi, termasuk ternak, tanaman, dan kebun. FarmBrite bertujuan untuk membantu petani tetap terorganisir, melacak catatan, mengelola keuangan, dan menjual produk mereka.
Fiturnya mencakup pelacakan tanaman dan ternak, manajemen peralatan, akuntansi, dan bahkan fitur CRM dan e-commerce untuk mengelola pesanan pelanggan. Sifatnya yang serbaguna menjadikannya pilihan yang baik untuk pertanian terdiversifikasi skala kecil hingga menengah yang membutuhkan satu alat untuk mengelola semuanya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
15. FieldView
FieldView, dikembangkan oleh Bayer, adalah platform pertanian digital yang bertujuan untuk menyatukan data dari seluruh operasi pertanian Anda di satu tempat. Kekuatan utamanya adalah kemampuannya untuk terhubung dengan berbagai merek peralatan pertanian dan mengumpulkan data secara mulus saat Anda bekerja di lapangan.
Platform ini memungkinkan Anda untuk menganalisis data hasil panen, memantau kesehatan tanaman melalui citra satelit, dan membuat resep laju variabel untuk penanaman dan aplikasi input. FieldView membantu petani memahami kinerja setiap bagian lahan mereka dan membuat keputusan berdasarkan data untuk musim berikutnya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Mengapa Agribisnis Anda Membutuhkan Software CRM Pertanian?
Dalam ekosistem agribisnis yang semakin kompleks, pengelolaan hubungan dengan petani, mitra distribusi, dan pelanggan tidak lagi dapat mengandalkan cara konvensional. Volume data yang terus bertambah, dinamika pasokan musiman, serta tuntutan efisiensi menuntut sistem yang mampu menyatukan informasi secara real-time dan akurat. Di sinilah peran software CRM pertanian menjadi krusial sebagai fondasi pengambilan keputusan berbasis data.
Berikut manfaat atau keuntungan menggunakan program CRM pertanian untuk bisnis:
1. Meningkatkan Hubungan dengan Pelanggan dan Mitra
Software CRM memungkinkan Anda untuk mensentralisasi semua data pelanggan, distributor, pemasok, dan mitra lainnya dalam satu database. Riwayat komunikasi, transaksi sebelumnya, dan preferensi spesifik dapat diakses dengan mudah. Ini memungkinkan tim penjualan dan layanan pelanggan Anda untuk memberikan layanan yang lebih personal dan responsif, membangun loyalitas, dan mengidentifikasi peluang upselling atau cross-selling.
2. Optimalkan Manajemen Rantai Pasok dari Hulu ke Hilir
Salah satu tantangan terbesar dalam agribisnis adalah mengelola rantai pasok yang kompleks. CRM pertanian yang terintegrasi memungkinkan pelacakan produk dari benih hingga sampai ke tangan konsumen akhir atau toko retail modern. Anda dapat memantau tingkat inventaris secara real-time, mengelola logistik pengiriman, dan menggunakan data penjualan historis untuk memprediksi permintaan, sehingga mengurangi risiko kelebihan stok atau kekurangan produk.
3. Analisis Data untuk Pengambilan Keputusan Strategis
Platform CRM modern dilengkapi dengan dasbor analitik yang kuat. Anda dapat dengan mudah memvisualisasikan data tentang produktivitas per lahan, efektivitas penggunaan pupuk, tren penjualan per wilayah atau per pelanggan, dan profitabilitas setiap komoditas. Wawasan berbasis data ini sangat berharga untuk perencanaan strategis, seperti memutuskan tanaman apa yang akan ditanam musim depan atau pasar mana yang akan menjadi fokus ekspansi.
4. Efisiensi Operasional dan Peningkatan Profitabilitas
Dengan mengotomatiskan tugas-tugas administratif yang berulang seperti pembuatan kutipan, faktur, dan pelaporan, CRM membebaskan waktu tim Anda untuk fokus pada aktivitas yang lebih bernilai tambah. Integrasi dengan sistem keuangan memastikan data akurat dan mempercepat siklus penagihan. Alur kerja yang lebih baik, pengurangan pemborosan, dan penjualan yang lebih efektif secara langsung berkontribusi pada pengurangan biaya operasional dan peningkatan margin keuntungan.
Kriteria Memilih Software CRM Pertanian yang Tepat
Memilih software CRM pertanian tidak dapat dilakukan secara sembarangan, mengingat kompleksitas ekosistem agribisnis yang melibatkan petani, distribusi, hingga pasar akhir. Sistem yang tepat harus mampu menjawab kebutuhan operasional di lapangan sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Berikut tips untuk memilih software CRM pertanian yang tepat:
1. Skalabilitas dan Fleksibilitas Sistem
Bisnis agribisnis Anda akan terus tumbuh. Pastikan software yang Anda pilih dapat tumbuh bersama Anda. Pertimbangkan apakah sistem tersebut dapat dengan mudah mengakomodasi penambahan jumlah pengguna, perluasan lahan, penambahan komoditas baru, atau bahkan ekspansi ke pasar internasional. Solusi berbasis cloud seringkali menawarkan skalabilitas yang lebih baik dibandingkan sistem on-premise.
2. Kemudahan Integrasi dengan Sistem Lain
Tidak ada satu software pun yang bisa melakukan segalanya. Oleh karena itu, kemampuan integrasi sangatlah penting. Periksa apakah CRM tersebut dapat terhubung dengan mudah ke sistem lain yang sudah Anda gunakan, seperti software akuntansi, sensor IoT di lapangan, drone untuk pemetaan, atau platform e-commerce. Integrasi yang mulus akan menciptakan ekosistem data yang terpadu dan menghindari silo informasi.
3. Fitur Spesifik untuk Industri Pertanian
CRM generik mungkin tidak akan cukup. Pastikan solusi yang Anda pertimbangkan memiliki fitur yang dirancang khusus untuk tantangan agribisnis. Ini bisa mencakup modul manajemen lahan (farm management), pelacakan siklus tanam, integrasi data cuaca, manajemen inventaris dengan pelacakan lot, dan kemampuan untuk menangani unit pengukuran yang kompleks (misalnya, ton, hektar, karung).
4. Dukungan Pelanggan dan Implementasi
Dukungan purna jual adalah faktor krusial. Cari tahu ketersediaan tim dukungan pelanggan, terutama yang berlokasi di zona waktu Anda dan memahami konteks bisnis lokal. Tanyakan tentang proses implementasi: apakah mereka menyediakan manajer proyek khusus, pelatihan untuk tim Anda, dan bantuan selama migrasi data? Mitra yang baik akan memastikan transisi ke sistem baru berjalan lancar.
Kesimpulan
Kompleksitas agribisnis modern menuntut adopsi solusi digital yang andal untuk tetap kompetitif. Penggunaan software CRM pertanian telah terbukti menjadi alat vital untuk mengintegrasikan data, mengoptimalkan operasi dari lahan hingga ke pasar, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Proses memilih aplikasi CRM terbaik bukan hanya soal fitur, tetapi juga tentang menemukan partner teknologi yang tepat. Jika Anda mencari solusi yang tidak hanya lengkap tetapi juga dapat dikustomisasi sepenuhnya sesuai alur kerja unik perusahaan Anda, Total ERP menawarkan platform terintegrasi untuk agribisnis.
Anda dapat melihat langsung bagaimana sistem kami dapat menjawab tantangan bisnis Anda dengan menjadwalkan demo gratis bersama tim kami.
FAQ tentang Software CRM Pertanian
Fungsi utamanya adalah untuk mengelola hubungan dengan pelanggan (distributor, ritel), mengoptimalkan rantai pasok, dan menyediakan analisis data penjualan. CRM membantu sentralisasi informasi untuk komunikasi yang lebih baik dan pengambilan keputusan strategis.
Aplikasi pertanian biasa seringkali hanya fokus pada satu aspek, seperti pemantauan lahan atau catatan aktivitas. Software ERP untuk pertanian mengintegrasikan semua aspek bisnis, termasuk CRM, akuntansi, inventaris, dan SDM dalam satu platform terpadu untuk visibilitas end-to-end.
Biayanya sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu per bulan untuk solusi SaaS sederhana hingga ratusan juta rupiah untuk implementasi ERP skala besar. Faktor penentu termasuk jumlah pengguna, tingkat kustomisasi, dan modul yang dipilih.
Ya, banyak software CRM pertanian modern, termasuk Total ERP dan Agrivi, mengintegrasikan data dari penyedia layanan cuaca. Beberapa platform canggih seperti Cropin bahkan menggunakan citra satelit untuk memantau kesehatan tanaman secara real-time.
CRM membantu dengan melacak produk dari lahan ke konsumen (traceability), mengelola tingkat inventaris, memprediksi permintaan berdasarkan data penjualan historis, dan mengelola logistik pengiriman untuk memastikan produk sampai tepat waktu.
Ya, sebagian besar software yang dirancang untuk agribisnis skala menengah ke atas, seperti HashMicro, FarmERP, dan SAP, secara eksplisit mendukung manajemen multi-lokasi atau multi-perkebunan, memungkinkan Anda memantau semua operasi dari satu dasbor terpusat.












