8 Contoh Laporan Bulanan HRD dan Cara Membuatnya

Contoh Laporan Bulanan HRD dan Template Excel/PDF

Contoh Laporan Bulanan HRD dan Template Excel/PDF

Laporan bulanan HRD adalah dokumen yang merangkum kondisi dan aktivitas sumber daya manusia selama satu bulan. Data yang dimuat biasanya mencakup kehadiran, cuti, lembur, rekrutmen, turnover, penilaian kinerja, pelatihan, serta penggajian karyawan.

Laporan ini digunakan oleh tim HR, manajer departemen, finance, dan pimpinan perusahaan untuk mengevaluasi kondisi tenaga kerja serta menentukan tindak lanjut. Artikel ini menyediakan contoh dan template laporan bulanan HRD dalam format Excel dan PDF yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Key Takeaways

Laporan bulanan HRD adalah ringkasan terstruktur yang menggambarkan kondisi, aktivitas, dan efektivitas pengelolaan SDM dalam satu periode.

Komponen laporan bulanan HRD mencakup metrik terukur yang memberikan gambaran jelas tentang kinerja tenaga kerja dan efektivitas fungsi HR.

Total ERP menyediakan sistem HR terintegrasi yang mengotomatiskan proses HRD sehingga perusahaan dapat menghasilkan laporan bulanan yang lebih akurat, cepat, dan mudah dianalisis.

Apa itu Laporan Bulanan HRD?

Laporan bulanan HRD adalah ringkasan data tenaga kerja selama satu bulan, seperti headcount, kehadiran, rekrutmen, turnover, kinerja, pelatihan, lembur, dan payroll. Dokumen yang umumnya disusun melalui sistem HRM ini digunakan tim HR dan manajemen untuk mengevaluasi kondisi SDM serta menentukan tindakan pada periode berikutnya.

Mengapa Laporan Bulanan HRD Penting bagi Perusahaan?

Laporan HRD membantu perusahaan mengubah data karyawan menjadi dasar pengambilan keputusan. Berikut empat kegunaan utamanya:

1. Menentukan kebutuhan tenaga kerja

Perbandingan headcount, jumlah karyawan baru, resign, dan beban kerja membantu manajemen memutuskan apakah perlu membuka proses rekrutmen, memindahkan karyawan antarbagian, atau menyesuaikan jadwal kerja.

2. Mengendalikan biaya tenaga kerja

Data payroll, tunjangan, dan lembur dapat digunakan untuk mengevaluasi jadwal shift, membatasi lembur yang tidak diperlukan, serta memastikan penerapan aturan jam kerja karyawan tetap sesuai kebijakan perusahaan.

3. Menindaklanjuti masalah kinerja

Hasil KPI dan pelatihan membantu HR menentukan kebutuhan coaching, evaluasi target, promosi, maupun program pengembangan karyawan untuk departemen tertentu.

4. Mendeteksi risiko lebih awal

Kenaikan absensi, turnover, atau keluhan pada departemen tertentu menjadi sinyal bagi manajemen untuk memeriksa beban kerja, pola kepemimpinan, lingkungan kerja, dan kepatuhan sebelum masalah berdampak lebih luas.

Komponen dan KPI dalam Laporan Bulanan HRD

Komponen dalam Laporan Bulanan HRD

Laporan bulanan HRD perlu memuat indikator yang dapat dibandingkan antarperiode. Dengan KPI yang konsisten, manajemen dapat melihat perubahan kondisi tenaga kerja, menemukan penyebab masalah, dan menentukan tindakan yang perlu dilakukan. Berikut komponen dan KPI utama yang sebaiknya dicantumkan:

1. Absenteeism rate

Absenteeism rate menunjukkan persentase ketidakhadiran karyawan dibandingkan dengan total hari kerja yang dijadwalkan. Metrik ini membantu HR mendeteksi pola absensi berdasarkan departemen, lokasi, atau periode tertentu. Rumus absenteeism rate:

(Total hari tidak hadir ÷ Total hari kerja yang dijadwalkan) × 100%

2. Turnover rate

Turnover rate mengukur persentase karyawan yang keluar selama periode laporan. Data sebaiknya dipisahkan antara pengunduran diri, pemutusan hubungan kerja, dan berakhirnya kontrak agar penyebab perputaran tenaga kerja lebih mudah dianalisis. Rumus turnover rate:

(Jumlah karyawan keluar ÷ Rata-rata jumlah karyawan) × 100%

3. Cost per hire

Cost per hire menunjukkan rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu karyawan baru. Perhitungannya dapat mencakup biaya iklan lowongan, platform rekrutmen, tes, wawancara, pemeriksaan kesehatan, dan onboarding. Rumus cost per hire:

Total biaya rekrutmen ÷ Jumlah karyawan yang direkrut

4. Time to fill

Time to fill mengukur jumlah hari yang dibutuhkan sejak kebutuhan tenaga kerja disetujui hingga posisi tersebut berhasil diisi. KPI ini membantu perusahaan mengevaluasi kecepatan proses rekrutmen dan mengetahui posisi yang paling sulit dipenuhi.

5. Training participation rate

Training participation rate menunjukkan persentase karyawan yang mengikuti program pelatihan dibandingkan dengan jumlah karyawan yang ditargetkan. Laporan dapat dilengkapi dengan jumlah jam pelatihan, biaya, tingkat penyelesaian, dan hasil evaluasi peserta. Rumus training participation rate:

(Jumlah peserta pelatihan ÷ Jumlah karyawan yang ditargetkan) × 100%

6. Biaya lembur

KPI ini mencatat total biaya lembur selama satu bulan dan perubahannya dibandingkan dengan periode sebelumnya. Rincian per departemen membantu HR menilai apakah lembur terjadi karena peningkatan beban kerja, kekurangan tenaga kerja, atau penjadwalan yang belum optimal.

7. Persentase pencapaian KPI karyawan

Indikator ini menunjukkan jumlah karyawan yang mencapai atau melampaui target kinerja. Agar hasilnya tidak menyesatkan, laporan perlu menampilkan jumlah karyawan yang dinilai, distribusi skor, dan perbandingan pencapaian antar departemen. Rumus pencapaian KPI:

(Jumlah karyawan yang mencapai target ÷ Jumlah karyawan yang dinilai) × 100%

Selain menampilkan angka bulan berjalan, sertakan target, hasil bulan sebelumnya, perubahan, penyebab utama, dan tindak lanjut untuk setiap KPI. Format tersebut membuat laporan bulanan HRD lebih berguna sebagai bahan evaluasi, bukan hanya rekap administrasi.

Contoh Dashboard Laporan Bulanan HRD

Contoh Dashboard Laporan Bulanan HRD

Dashboard laporan bulanan HRD menyatukan indikator utama seperti headcount, turnover, payroll, kehadiran, lembur, pencapaian KPI, rekrutmen, dan pelatihan dalam satu tampilan. Penyajian ini membantu HR dan manajemen memantau perubahan serta menemukan masalah yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Membaca Anomali pada Dashboard HRD

Anomali terlihat ketika angka melewati target, berubah tajam dari periode sebelumnya, atau bergerak tidak selaras dengan indikator terkait. Pada contoh dashboard di atas, turnover 14,2% telah melampaui target di bawah 12%, sedangkan lonjakan lembur dan izin sakit pada tanggal yang sama dapat mengindikasikan beban kerja atau kekurangan tenaga.

HR juga perlu membandingkan KPI antar departemen. Skor yang lebih rendah sebaiknya diperiksa bersama data kehadiran, lembur, pelatihan, dan skill gap. Setiap anomali harus ditelusuri berdasarkan departemen, jabatan, masa kerja, cabang, dan penyebab resign sebelum manajemen menentukan tindakan.

Contoh Laporan Bulanan HRD

Berikut enam jenis laporan bulanan HRD yang umum digunakan untuk mendukung evaluasi karyawan dan operasional perusahaan:

1. Laporan Kehadiran Karyawan

Laporan Absensi Karyawan

Laporan ini berisi rekap kehadiran bulanan, termasuk jumlah hari hadir, izin, dan keterlambatan. Data tersebut membantu HR menilai kedisiplinan dan menentukan pemberian tunjangan kehadiran.

Contoh Laporan Absensi Karyawan

Download laporan absensi ini sesuai kebutuhan Anda secara gratis!

2. Laporan Izin atau Sakit

Laporan Izin atau Sakit

Laporan ini mencatat seluruh kejadian izin dan sakit selama satu bulan. Informasi tersebut penting untuk melihat pola ketidakhadiran dan mengantisipasi potensi penurunan produktivitas.

Contoh Laporan Izin dan Sakit Karyawan

Download laporan sakit dan izin ini sesuai kebutuhan Anda secara gratis!

3. Laporan Cuti Karyawan

Laporan cuti merangkum hak cuti, jumlah cuti yang sudah digunakan, dan sisa cuti tiap karyawan. HR menggunakan laporan ini untuk memastikan kebijakan cuti berjalan sesuai ketentuan perusahaan.

contoh laporan cuti karyawan

Contoh Laporan Cuti Karyawan

Download laporan cuti karyawan ini sesuai kebutuhan Anda secara gratis!

4. Laporan Lembur Karyawan

Laporan Lembur Karyawan

Laporan lembur mencatat durasi lembur, tanggal lembur, serta karyawan yang melakukannya. Dokumen ini membantu menghitung kompensasi lembur secara akurat dan mengontrol beban kerja.selisih di laporan sering kali berasal dari kesalahan kecil yang terakumulasi, termasuk pada akurasi data penggajian di akhir bulan untuk karyawan yang masuk atau keluar di tengah periode

Contoh Laporan Lembur Karyawan

Download laporan lembur ini sesuai kebutuhan Anda secara gratis!

5. Laporan Penilaian Kinerja

Laporan kinerja memuat evaluasi berdasarkan KPI, perilaku kerja, dan kontribusi dalam periode tertentu. HR memanfaatkan laporan ini untuk menentukan pelatihan, promosi, atau perbaikan kinerja.

PT. Total Jaya Abadi
Jalan Balikpapan Raya No. 9 – C, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Telp. 021-5099 6750  |  Email: hello@total.co.id
LAPORAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN
No Nama Karyawan Jabatan Kualitas Kerja Kedisiplinan Komunikasi Predikat
1 Ahmad Fauzi Operator 88 90 82
B – Baik Sekali
2 Budi Santoso Supervisor 92 88 90
B – Baik Sekali
3 Citra Dewi Staf Gudang 75 80 78
B – Baik Sekali
4 Dimas Prasetyo Kepala Regu 85 92 80
B – Baik Sekali
5 Eva Rahmawati Satpam 80 95 75
B – Baik Sekali

Laporan Penilaian Kinerja Karyawan

Download laporan penilaian kinerja ini sesuai kebutuhan Anda secara gratis!

6. Laporan Gaji Karyawan

Laporan gaji mencakup rincian penghasilan seperti gaji pokok, tunjangan, tunjangan hari raya (THR), potongan, dan total yang diterima. Laporan ini biasanya disusun bulanan untuk memastikan proses payroll berjalan transparan dan akurat.

Setelah memahami enam jenis laporan tersebut, Anda dapat melanjutkan ke contoh template yang menunjukkan bagaimana data HRD disusun secara terstruktur. Template ini membantu memvisualisasikan bentuk laporan sebenarnya sehingga mudah diterapkan dalam proses administrasi.

Laporan Gaji Karyawan

Laporan Gaji Karyawan

Download laporan gaji karyawan ini sesuai kebutuhan Anda secara gratis!

7. Laporan Reimbursement Karyawan

Laporan reimbursement merangkum pengajuan klaim biaya karyawan yang telah direalisasikan. HR dan finance menggunakan laporan ini untuk mengontrol biaya operasional sekaligus memastikan proses klaim berjalan transparan dan sesuai kebijakan perusahaan.

contoh laporan reimbursement karyawan

Contoh Laporan Reimbursement Karyawan

Download laporan reimbursement ini sesuai kebutuhan Anda secara gratis!

8. Laporan Jadwal Shift Kerja

contoh laporan shift kerja karyawan

Laporan shift kerja mencatat pembagian jadwal kerja karyawan, rotasi shift, serta kehadiran pada tiap periode. HR menggunakan laporan ini untuk memastikan distribusi beban kerja tetap seimbang dan operasional berjalan optimal tanpa kekurangan tenaga kerja.

Contoh Laporan Shift kerja Karyawan

Download laporan shift kerja ini sesuai kebutuhan Anda secara gratis!

Cara Membuat Laporan Bulanan HRD

Menyusun laporan bulanan HRD yang efektif tidak harus rumit jika mengikuti alur yang sistematis. Berikut langkah praktis yang bisa diterapkan

1. Tentukan metrik yang akan dilaporkan

Mulai dengan memilih KPI utama seperti absensi, turnover karyawan, rekrutmen, hingga produktivitas. Pemilihan metrik ini harus disesuaikan dengan kebutuhan manajemen agar laporan benar-benar relevan untuk pengambilan keputusan.

2. Kumpulkan data dari sistem atau absensi

Ambil data dari berbagai sumber seperti sistem absensi, payroll, dan database karyawan. Pastikan data yang digunakan akurat dan konsisten agar tidak menimbulkan bias dalam analisis.

3. Susun dan analisis data

Olah data menjadi insight, bukan sekadar angka. Misalnya, identifikasi tren keterlambatan, peningkatan resign, atau efektivitas rekrutmen dalam periode tertentu.

4. Buat visualisasi yang mudah dipahami

Gunakan grafik, chart, atau dashboard agar informasi lebih cepat dipahami stakeholder. Visualisasi membantu manajemen melihat pola tanpa harus membaca data mentah.

5. Distribusikan ke stakeholder yang tepat

Kirim laporan kepada pihak terkait seperti HR Manager, direktur, atau divisi terkait. Untuk mempermudah proses ini, penggunaan sistem HRIS terintegrasi Total menjadi solusi yang lebih efisien karena memungkinkan pembuatan dan distribusi laporan otomatis dalam satu platform.

Risiko Membuat Laporan HRD Manual / dengan Excel

Menyusun laporan HRD secara manual atau hanya mengandalkan Excel sering terlihat praktis di awal, tetapi berisiko menimbulkan masalah operasional seiring bertambahnya data dan kompleksitas organisasi.

Tanpa sistem terintegrasi, perusahaan akan kesulitan menjaga akurasi, konsistensi, dan kecepatan akses data. Berikut perbandingan antara pembuatan laporan HRD secara manual (Excel) dengan penggunaan software HRIS

Aspek Manual / Excel Software HRIS
Input Data Rentan human error karena input dilakukan manual Otomatis dari sistem absensi, payroll, dan database karyawan
Pengolahan Data Mengandalkan rumus yang kompleks dan rawan error Diproses otomatis dengan sistem terintegrasi
Pembaruan Data Harus update satu per satu secara manual Real-time dan ter-update otomatis di seluruh sistem
Akurasi Laporan Berisiko tidak konsisten antar file atau versi Data terpusat sehingga lebih akurat dan konsisten
Efisiensi Waktu Memakan waktu untuk rekap dan validasi Lebih cepat dengan dashboard dan laporan instan
Distribusi Laporan Dikirim manual (email/file terpisah) Bisa diakses langsung oleh stakeholder sesuai akses

Kesimpulan

Laporan bulanan HRD adalah dokumen strategis yang memberikan gambaran jelas tentang kondisi, produktivitas, dan kesehatan SDM dalam sebuah organisasi. Dengan menyajikan metrik yang tepat secara konsisten, laporan ini membantu pimpinan membuat keputusan yang lebih cepat, terukur, dan berbasis data.

Total ERP menjadi solusi unggul karena menyediakan software HR terintegrasi yang mampu mengotomatisasi setiap proses penting, mulai dari absensi hingga analitik kinerja. Dengan fitur seperti dasbor visual, laporan kustom, dan integrasi lintas modul, perusahaan dapat menyusun laporan bulanan yang akurat, efisien, dan jauh lebih informatif.

Untuk melihat bagaimana sistem ini bekerja secara nyata dan bagaimana manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh tim HR Anda, Anda dapat mencoba demo gratis dari Total ERP.

FAQ tentang Laporan HRD

Isi laporan bulanan HRD mencakup metrik kunci seperti data rekrutmen (time to hire), absensi, kinerja karyawan (pencapaian KPI), data pelatihan, kompensasi, serta tingkat retensi dan turnover karyawan.

Untuk membuat laporan yang baik, fokuslah pada metrik yang relevan dengan tujuan bisnis, sajikan data secara visual (grafik), berikan analisis atau interpretasi data, dan sampaikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh manajemen.

Tujuan utamanya adalah memberikan wawasan strategis kepada pimpinan mengenai kondisi sumber daya manusia, membantu mengidentifikasi tren, mendeteksi masalah lebih dini, dan mengukur efektivitas kebijakan HR yang diterapkan.

Otomatisasi menggunakan software HRIS sangat penting karena dapat mengurangi human error, mempercepat proses pengumpulan data, dan memastikan informasi yang disajikan selalu akurat dan real-time, sehingga tim HR bisa fokus pada analisis strategis.

Nathalie Aurelia

Senior Technical Writer

Nathalie Aurelia berfokus pada penulisan konten HRM yang dekat dengan kebutuhan operasional organisasi. Dengan pengalaman sekitar 5 tahun, topik yang dibahas meliputi manajemen karyawan, payroll, absensi, rekrutmen, dan pengelolaan kompetensi. Tulisan disusun untuk membantu pembaca menyusun proses HR yang lebih tertib dan mudah dieksekusi.

Elvina adalah Senior HR Manager berpengalaman dengan keahlian mendalam dalam manajemen sumber daya manusia selama 10 tahun. Ia meraih gelar MBA dari Universitas Indonesia dan Bachelor of Psychology dari Universitas Padjadjaran. Sebagai pemegang sertifikasi internasional SHRM-SCP, Elvina memiliki kapasitas strategis untuk mengembangkan talenta, membangun budaya kerja yang sehat, serta memastikan praktik HR perusahaan selaras dengan standar global.

Total ERP mengikuti standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber primer seperti regulasi, panduan industri, dan publikasi tepercaya agar konten tetap akurat dan relevan.