Icon Total

Novita
Balasan dalam 1 menit

Novita
Tertarik cek fitur sistem kami?

Jadwalkan demo gratis via WhatsApp dengan tim kami
6281222849188
×

Novita

Active Now

Novita

Active Now

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit ut aliquam, purus sit

Panduan Lengkap Gross Margin untuk Pelaku Bisnis Retail

Picture of Farel Adi
gross margin

Siapa pun yang menjalankan bisnis retail, baik pemilik usaha maupun pengelola operasional, perlu memahami gross margin sebagai gambaran awal kesehatan keuntungan bisnis. Melalui metrik ini, anda bisa melihat seberapa efektif penjualan menghasilkan laba sebelum biaya operasional lainnya masuk.

Sebagai acuan, gross margin di industri retail umumnya berada di kisaran 20% hingga 50%, tergantung pada jenis produk dan model bisnis yang dijalankan. Rentang ini dijelaskan dalam ulasan Historic Financial News yang membahas karakteristik margin kotor pada sektor retail secara umum

Masalahnya, banyak bisnis masih fokus pada omzet tanpa memahami apa arti angka margin tersebut bagi keberlanjutan usaha. Karena itu, artikel ini akan membahas definisi gross margin, cara menghitungnya, serta alasan mengapa metrik ini sangat penting dalam pengelolaan bisnis retail.

DemoGratis

Mengenal Gross Margin dan Fungsinya dalam Bisnis

Gross margin adalah selisih antara penjualan bersih dan biaya barang yang dijual, yang mencerminkan keuntungan kotor yang diperoleh bisnis retail dari penjualan produknya. Ini menunjukkan efisiensi bisnis dalam mengelola biaya produksi dan penjualan, serta membantu dalam menentukan harga jual yang optimal.

Perubahan pada Gross Margin bisa menunjukkan masalah dalam manajemen atau perubahan besar dalam bisnis. Mengelola margin kotor dengan baik bisa meningkatkan laba dan memastikan operasional bisnis tetap stabil.

Memahami Gross Margin membantu Anda menilai penggunaan sumber daya. Ini juga membantu mengidentifikasi area untuk menghemat biaya atau meningkatkan pendapatan. Dengan mengoptimalkan margin kotor, Anda bisa memastikan keuntungan bisnis yang berkelanjutan.

Cara Menghitung Margin Kotor beserta Contohnya

Gross margin memberikan gambaran tentang seberapa efisien bisnis dalam menghasilkan keuntungan dari penjualan produknya.

Formula Gross Margin

Rumus dasar untuk menghitung gross margin adalah sebagai berikut:

Formula Gross Margin

Komponen dalam Perhitungan Gross Margin

  1. Penjualan Bersih (Net Sales)
    • Jumlah total penjualan dari produk atau jasa yang dijual oleh bisnis, dikurangi dengan retur penjualan, diskon, dan potongan lainnya.
  2. Biaya Barang yang Dijual (Cost of Goods Sold/COGS)
    • Total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang yang dijual, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lainnya.

Contoh Perhitungan Gross Margin

Misalkan, sebuah toko retail memiliki penjualan bersih sebesar Rp500.000.000 dan biaya barang yang dijual (COGS) sebesar Rp300.000.000. Maka, gross margin dapat dihitung sebagai berikut:

  1. Hitung selisih antara penjualan bersih dan COGS: Keuntungan Kotor=Penjualan BersihCOGS=Rp500.000.000Rp300.000.000=Rp200.000.000
  2. Hitung gross margin dalam persentase:  Gross Margin dalam Persentase

Jadi, margin kotor toko tersebut adalah 40%. Ini berarti bahwa untuk setiap rupiah dari penjualan, toko menghasilkan keuntungan kotor sebesar 40%.

Informasi Apa Saja yang Bisa Diketahui dari Margin Kotor?

retail industri

Gross Margin memberikan informasi penting tentang efisiensi produksi. Ini menunjukkan bagaimana bisnis Anda mengelola biaya produksi. Dengan mengetahui margin kotor, Anda bisa menilai kesehatan finansial bisnis Anda.

Ini juga membantu dalam membuat keputusan strategis yang lebih baik. Dengan memahami margin profitabilitas, Anda bisa merancang strategi harga yang efektif. Ini penting untuk mempertahankan atau meningkatkan profitabilitas di pasar yang kompetitif.

Gross Margin menunjukkan seberapa jauh bisnis Anda berkembang. Ini membantu dalam analisis marjin dengan memberikan gambaran tentang kinerja keuangan. Dengan menggunakan margin kotor secara efektif, Anda bisa meningkatkan kinerja bisnis Anda.

Selain itu, data gross margin yang stabil dan konsisten dapat digunakan sebagai acuan dalam forecast penjualan, sehingga bisnis dapat lebih percaya diri saat membuat proyeksi pertumbuhan.

Perbedaan antara Gross Margin dan Net Margin

Gross margin dan net margin adalah dua indikator keuangan yang sering digunakan untuk mengukur kinerja dan profitabilitas bisnis. Meskipun keduanya berkaitan dengan keuntungan, mereka memiliki perbedaan signifikan dalam hal perhitungan dan tujuan.

Gross Margin

Gross margin adalah persentase keuntungan kotor yang diperoleh dari penjualan produk setelah mengurangi biaya barang yang dijual (COGS). Margin kotor memberikan gambaran tentang efisiensi bisnis dalam mengelola biaya produksi dan penjualan.

Formula Gross Margin:

Gross margin 1

Fungsi Gross Margin:

  • Mengukur efisiensi produksi dan penjualan.
  • Membantu menentukan harga jual yang optimal.
  • Digunakan untuk membandingkan kinerja dengan pesaing atau standar industri.

Net Margin

Net margin, atau margin bersih, adalah persentase keuntungan bersih yang diperoleh setelah mengurangi semua biaya operasional, biaya tetap, bunga, pajak, dan biaya lainnya dari total penjualan. Net margin memberikan gambaran tentang keseluruhan profitabilitas bisnis.

Formula Net Margin:

Net Margin

Fungsi Net Margin:

  • Mengukur keseluruhan profitabilitas bisnis.
  • Menunjukkan efisiensi bisnis dalam mengelola semua aspek biaya.
  • Digunakan untuk menilai kesehatan keuangan dan kemampuan bisnis untuk menghasilkan laba bersih.

Perbedaan Utama

  1. Komponen yang Dihitung:
    • Gross Margin: Hanya mempertimbangkan penjualan bersih dan COGS.
    • Net Margin: Mencakup semua biaya operasional, biaya tetap, bunga, pajak, dan biaya lainnya.
  2. Tujuan Pengukuran:
    • Gross Margin: Fokus pada efisiensi produksi dan penjualan.
    • Net Margin: Fokus pada keseluruhan profitabilitas dan kesehatan keuangan bisnis.
  3. Penggunaan:
    • Gross Margin: Digunakan untuk mengidentifikasi area perbaikan dalam produksi dan penjualan.
    • Net Margin: Digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan keseluruhan dan kemampuan bisnis untuk menghasilkan laba bersih.

Perbedaan antara Gross Margin dan Gross Profit

gross margin

Gross margin dan gross profit adalah dua istilah penting dalam analisis keuangan yang sering digunakan untuk menilai kinerja dan profitabilitas bisnis. Meskipun kedua istilah ini berkaitan dengan keuntungan, mereka memiliki perbedaan signifikan dalam cara perhitungan dan tujuan penggunaannya.

Perbedaan Utama

  1. Komponen yang Dihitung:
    • Gross Margin: Dinyatakan dalam persentase dan menunjukkan efisiensi bisnis dalam menghasilkan keuntungan dari penjualan produk.
    • Gross Profit: Dinyatakan dalam jumlah uang dan menunjukkan total keuntungan kotor yang dihasilkan dari penjualan produk.
  2. Tujuan Penggunaan:
    • Gross Margin: Digunakan untuk analisis perbandingan, baik antar periode maupun dengan pesaing, serta untuk menilai efisiensi operasional.
    • Gross Profit: Digunakan untuk menilai jumlah keuntungan kotor yang tersedia untuk menutupi biaya operasional lainnya.
  3. Fokus Pengukuran:
    • Gross Margin: Fokus pada persentase keuntungan relatif terhadap penjualan.
    • Gross Profit: Fokus pada jumlah keuntungan absolut yang dihasilkan.

Dengan memahami perbedaan antara gross margin dan gross profit, bisnis dapat lebih baik dalam menganalisis kinerja keuangan mereka dan mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas. Margin kotor membantu dalam mengevaluasi efisiensi produksi dan penjualan, sedangkan gross profit memberikan gambaran tentang total keuntungan yang dihasilkan dari aktivitas penjualan.

Mengapa Margin Kotor yang Sehat Penting bagi Retailer?

bisnis ritel

Gross margin membantu bisnis retail untuk memahami seberapa baik mereka mengelola biaya produksi dan penjualan. Dengan memantau margin kotor, bisnis dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai penetapan harga, pengendalian biaya, dan strategi pemasaran.

Gross margin yang tinggi menunjukkan efisiensi operasional yang baik, sementara gross margin yang rendah mungkin mengindikasikan perlunya perbaikan dalam manajemen biaya atau penetapan harga. Dengan memahami dan menghitung margin kotor, bisnis retail dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian.

Untuk memudahkan, software akuntansi dapat menghitung gross margin secara otomatis untuk mengoptimalkan strategi bisnis mereka untuk mencapai keuntungan yang lebih tinggi.

Low Margin Retailers

Strategi retailer margin rendah sering fokus pada penjualan banyak untuk tetap kompetitif. Mereka harus efisien dalam mengelola biaya. Ini termasuk strategi penjualan yang agresif untuk meningkatkan omset. Contoh dari strategi ini adalah Alfamart dan Indomaret di Indonesia.

Keberhasilan retailer margin rendah bergantung pada kemampuan menjaga biaya operasional rendah. Mereka harus negosiasi harga dengan pemasok dan efisien dalam logistik. Mereka juga harus cepat beradaptasi dengan perubahan pasar.

Adopsi teknologi seperti program akuntansi retail yang terintegrasi dengan sistem akuntansi  penting untuk retailer margin rendah. Ini membantu mereka mengelola biaya dan meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, mereka bisa tetap untung meski dengan margin rendah. Kompetisi pasar memaksa mereka berinovasi dalam produk dan pengalaman belanja konsumen.

High Margin Retailers

High Margin Retailers sukses menjual produk bernilai tinggi. Mereka beroperasi di pasar niche dan punya merek kuat. Kunci sukses mereka adalah strategi harga yang efektif.

Keunggulan utama adalah investasi dalam inovasi dan pemasaran. Ini membedakan produk dan kuatkan loyalitas pelanggan. Memahami strategi penetapan harga yang tepat penting untuk sukses jangka panjang.

Margin Erosion

Margin Erosion sering kali mengganggu industri retail. Ini terjadi ketika biaya produksi naik tapi harga jualnya tidak ikut naik. Inflasi bahan baku dan kenaikan upah pekerja bisa memperburuk situasi ini.

Ketika persaingan ketat membuat sulit menyesuaikan harga jual, margin bisa tererosi. Biaya produksi naik tapi harga jual tetap, maka margin keuntungan menurun. Penting untuk mengerti faktor eksternal yang mempengaruhi erosi margin agar bisa mengatasinya.

Cara Teknologi Membantu Memantau Gross Margin Secara Real-Time

Teknologi ritel modern memudahkan bisnis memantau margin kotor secara real-time, tanpa harus menunggu laporan akhir bulan. Melalui sistem operasional terintegrasi, data penjualan, harga pokok, dan stok otomatis tercatat dan langsung membentuk gambaran performa margin setiap produk maupun gerai.

Contohnya dapat dilihat dari Alfa Group, yang mengelola ribuan toko dengan dukungan sistem pengelolaan ritel terpusat. Dengan memanfaatkan platform digital untuk pencatatan transaksi dan persediaan, manajemen dapat memantau pergerakan laba kotor harian, mendeteksi produk dengan margin menipis, serta menyesuaikan strategi harga dan promosi lebih cepat.

Pendekatan berbasis teknologi seperti ini membantu bisnis retail mengambil keputusan secara akurat dan berbasis data. Alih-alih mengandalkan perhitungan manual, pemantauan margin kotor menjadi lebih konsisten, transparan, dan relevan dengan kondisi operasional di lapangan.

Kesimpulan

Gross margin merupakan indikator penting yang membantu bisnis retail memahami efisiensi biaya dan kualitas strategi harga secara menyeluruh. Dengan memahami definisi, perhitungan, serta perbedaannya dengan margin lain, bisnis dapat membaca kondisi keuangan dengan lebih akurat.

Melalui analisis margin kotor, pelaku retail dapat mengidentifikasi peluang perbaikan, mencegah erosi margin, dan menyesuaikan strategi operasional secara lebih cepat. Dukungan teknologi juga membuat pemantauan margin menjadi real-time dan relevan dengan dinamika pasar.

Pada akhirnya, pengelolaan gross margin yang tepat membantu bisnis menjaga profitabilitas dan stabilitas jangka panjang. Untuk pendalaman lebih lanjut, anda dapat berdiskusi dengan tim ahli kami guna memahami strategi pengelolaan margin yang sesuai dengan karakter bisnis retail anda.

Picture of Farel Adi
Farel Adi
Farel Adi memiliki pengalaman sekitar 3 tahun menulis topik operasional di sektor food production, supermarket, F&B, retail, agrikultur, dan facility management. Ia fokus pada SOP praktis, titik kontrol kritis, serta cara mengurangi kesalahan operasional harian.

Artikel Terkait

Saatnya Beralih ke Solusi ERP yang Lebih Efisien

Saatnya Beralih ke Solusi ERP yang Lebih Efisien Coba GRATIS Sekarang

Artikel Terkait

Akselerasi Bisnis Anda Ke Level Berikutnya!

Telah Dipercaya Oleh

Sebentar! Tertarik Coba Demo Gratisnya? Daftar di Sini!