Rasio modal kerja merupakan indikator likuiditas yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki.

Perhitungan rasio modal kerja didasarkan pada perbandingan antara total aset lancar, seperti kas, piutang, dan persediaan, dengan total kewajiban lancar.

Nilai rasio modal kerja membantu manajemen, investor, dan kreditur dalam mengevaluasi stabilitas keuangan jangka pendek serta efisiensi pengelolaan modal kerja perusahaan.