Bisnis furniture kini membutuhkan software akuntansi untuk menghadapi proses keuangan yang semakin kompleks, mulai dari pencatatan biaya produksi hingga pengelolaan stok. Tanpa dukungan software akuntansi yang akurat, risiko ketidaktepatan data dan gangguan arus kas menjadi jauh lebih tinggi.
Ketidaksinkronan laporan dan lambatnya rekonsiliasi sering menghambat pengambilan keputusan strategis. Hal ini membuat perusahaan sulit merespons perubahan pasar dengan cepat dan tetap kompetitif.
Itulah alasan banyak pelaku industri mulai beralih ke solusi berbasis otomasi untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi. Pada bagian selanjutnya, Anda akan melihat bagaimana penggunaan software akuntansi dapat memperkuat kontrol keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnis furniture secara berkelanjutan.
Key Takeaways
Bisnis furniture membutuhkan software akuntansi khusus untuk mengelola kompleksitas seperti Bill of Materials (BOM), biaya produksi per pesanan, dan inventaris bahan baku yang beragam.
Fitur kunci yang harus dicari meliputi manajemen inventaris, kontrol Work-in-Progress (WIP), pengelolaan pesanan kustom, dan integrasi multi-cabang atau showroom.
Solusi terintegrasi seperti Total ERP memberikan visibilitas 360 derajat, dari gudang bahan baku hingga laporan laba rugi untuk skalabilitas dan profitabilitas bisnis mebel.
- Apa Itu Software Akuntansi Bisnis Furniture?
- Mengapa Bisnis Furniture Membutuhkan Software Akuntansi Khusus?
- Tantangan Unik Pengelolaan Keuangan Bisnis Furniture
- 12 Rekomendasi Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Furniture 2025
- Fitur Wajib Software Akuntansi yang Benar-Benar Dibutuhkan Industri Furniture
- Cara Memilih Software Akuntansi yang Tepat untuk Bisnis Mebel Anda
- Kesimpulan
Apa Itu Software Akuntansi Bisnis Furniture?
Software akuntansi bisnis furniture adalah sistem yang menggabungkan fungsi akuntansi, inventaris, dan produksi untuk menangani kebutuhan kompleks seperti Bill of Materials (BOM) dan Work-in-Progress (WIP). Solusi ini membantu bisnis memantau biaya material, tenaga kerja, dan overhead dengan lebih akurat.
Software ini memungkinkan pelacakan biaya berbasis pesanan (job costing) serta integrasi data real-time dari gudang hingga laporan keuangan. Dengan visibilitas menyeluruh tersebut, perusahaan furniture dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, dan menjaga profitabilitas di tengah permintaan pasar yang dinamis.
Mengapa Bisnis Furniture Membutuhkan Software Akuntansi Khusus?
Banyak pengusaha mebel yang saya temui awalnya berpikir software akuntansi generik sudah cukup. Namun, mereka dengan cepat menyadari bahwa industri furniture memiliki kompleksitas unik yang memerlukan fitur spesifik untuk mendapatkan visibilitas operasional dan profitabilitas yang akurat.
1. Manajemen inventaris bahan baku yang kompleks
Bisnis furniture kerap kesulitan melacak berbagai jenis kayu, kain, cat, dan ratusan komponen kecil lainnya. Software khusus dapat mengelola Bill of Materials (BOM), memantau stok secara real-time, dan memicu pembelian otomatis saat persediaan menipis agar produksi tetap lancar.
2. Kontrol biaya produksi dan work-in-progress (WIP)
Perhitungan HPP yang akurat sangat penting, terutama untuk pesanan kustom. Sistem ERP pabrik mebel dan software akuntansi terintegrasi membantu melacak biaya tenaga kerja, penggunaan bahan baku, dan overhead pabrik dalam setiap work order, sehingga harga jual tetap kompetitif dan menguntungkan.
3. Pengelolaan pesanan custom dan proyek skala besar
Pesanan kustom dengan spesifikasi berbeda sering menjadi tantangan. Software akuntansi manufaktur yang tepat dapat menangani seluruh siklus dari quotation, penjadwalan produksi, hingga penagihan berbasis progres untuk meminimalkan mis-komunikasi antara tim sales dan produksi.
5. Visibilitas keuangan multi-cabang atau showroom
Bisnis dengan workshop, gudang, dan showroom membutuhkan konsolidasi data yang rapi. Software akuntansi modern memungkinkan penyatuan laporan penjualan dan stok dari semua cabang dalam satu sistem, sehingga analisis kinerja per lokasi dan keputusan strategis dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Tantangan Unik Pengelolaan Keuangan Bisnis Furniture
Sebelum memilih software akuntansi atau sistem pendukung, bisnis furniture perlu memahami kompleksitas keuangan yang tidak ditemui di industri lain. Variasi produk, pesanan custom, hingga alur produksi bertahap membuat pencatatan biaya dan stok jadi jauh lebih menantang.
1. Mengelola ratusan varian dari satu model produk
Satu model sofa bisa memiliki puluhan hingga ratusan kombinasi kain, warna, dan ukuran. Tanpa sistem yang rapi, stok dan HPP tiap varian sulit dipantau. Kesalahan pencatatan berisiko menyebabkan selisih stok dan margin yang tidak akurat.
2. Perhitungan HPP pesanan custom yang selalu berbeda
Pesanan custom membuat HPP tidak bisa disamaratakan per SKU. Perbedaan finishing, material, dan detail produksi menyebabkan biaya tiap pesanan unik. Jika tidak dihitung per order, keuntungan sebenarnya sulit diketahui secara presisi.
3. Sinkronisasi stok workshop, gudang, dan showroom
Barang di showroom belum tentu siap dijual, sementara barang di workshop bisa masih WIP. Tanpa pemisahan stok yang jelas, data persediaan menjadi bias. Hal ini dapat memicu kesalahan penjualan dan perencanaan produksi.
4. Tracking progress produksi untuk customer
Customer sering menanyakan status pesanan mereka. Tanpa pencatatan progres produksi per tahap, tim kesulitan memberikan update real-time. Akibatnya, komunikasi terganggu dan kepercayaan pelanggan bisa menurun.
5. Menghitung biaya bahan baku dengan satuan berbeda
Bisnis furniture menggunakan berbagai bahan dengan satuan berbeda seperti lembar, meter, liter, dan kilogram. Menyatukan semua ke dalam satu perhitungan HPP membutuhkan sistem yang mampu mengonversi dan mencatat biaya secara akurat.
12 Rekomendasi Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Furniture 2025
Setelah melakukan riset dan membandingkan berbagai platform, saya menyusun daftar 12 software akuntansi terbaik untuk menjawab kebutuhan industri mebel dari UMKM hingga enterprise. Berikut ringkasan rekomendasi yang dapat Anda pertimbangkan.
Ideal Untuk
Manajemen terintegrasi dari produksi, inventaris, hingga akuntansi untuk skala menengah ke atas
Top Choice
5/5
Ideal Untuk
Bisnis furniture skala kecil hingga menengah yang butuh pelaporan pajak dan akuntansi dasar
4.7/5
Ideal Untuk
UMKM dan startup di bidang furniture yang fokus pada kemudahan pencatatan transaksi mobile
4.6/5
Ideal Untuk
Perusahaan furniture skala besar dengan operasional multi-nasional dan kebutuhan kustomisasi kompleks
4.1/5
Ideal Untuk
Manufaktur furniture skala enterprise yang memerlukan kontrol proses bisnis yang mendalam
4.3/5
Ideal Untuk
Bisnis furniture yang membutuhkan solusi modular dan fleksibel yang bisa diskalakan sesuai pertumbuhan
4.2/5
Ideal Untuk
Pengusaha furniture yang familiar dengan antarmuka desktop dan butuh fitur akuntansi tradisional
4.5/5
Untuk lebih detail, mari kita lihat satu per satu rekomendasi software akuntansi terbaik di Indonesia yang paling cocok untuk bisnis Anda!
1. Total ERP

Total menempati posisi teratas karena pendekatannya yang sangat terintegrasi. Ini bukan sekadar software akuntansi, melainkan sebuah sistem ERP lengkap yang dirancang untuk menangani seluruh alur kerja bisnis furniture. Modul akuntansinya terhubung langsung dengan modul manufaktur, inventaris, CRM, dan penjualan, memberikan visibilitas 360 derajat yang tak tertandingi.
Anda bisa melacak biaya produksi secara akurat untuk setiap item, mulai dari bahan baku yang digunakan hingga jam kerja karyawan. Fleksibilitas kustomisasinya juga sangat tinggi, memungkinkan sistem disesuaikan dengan proses bisnis unik perusahaan Anda, baik untuk produksi massal maupun pesanan kustom.
2. Accurate Online

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang populer di Indonesia karena kemudahan penggunaan dan fitur pembukuan yang lengkap. Platform ini cocok untuk bisnis furniture yang membutuhkan pencatatan transaksi rapi, laporan pajak sesuai regulasi, serta pengelolaan stok dasar.
Dengan add-on manufaktur, Accurate dapat mendukung proses produksi sederhana seperti assembly dan perhitungan biaya bahan baku. Fitur multi-gudang dan multi-satuan sangat membantu bagi bisnis furniture yang memiliki showroom, workshop, atau gudang terpisah.
3. Jurnal by Mekari

Jurnal menghadirkan sistem akuntansi cloud yang ringan, modern, dan mudah digunakan dari perangkat apa pun. Platform ini ditujukan untuk UMKM yang membutuhkan pencatatan transaksi, arus kas, dan laporan keuangan secara praktis.
Untuk bisnis furniture skala kecil, fitur stok Jurnal cukup memadai untuk memantau keluar masuk barang jadi. Integrasi dalam ekosistem Mekari (misalnya Talenta dan Mekari Pay) memberikan nilai tambah dalam pengelolaan bisnis secara menyeluruh, meski tidak memiliki modul manufaktur mendalam.
4. Oracle NetSuite

Oracle NetSuite merupakan ERP enterprise yang menyatukan akuntansi, manufaktur, CRM, dan supply chain dalam satu platform. Software ini dirancang untuk bisnis furniture berskala besar dengan kebutuhan operasi multinasonal dan rantai suplai kompleks.
Modul manufakturnya mendukung skenario make-to-order dan make-to-stock, pelacakan WIP, serta perencanaan kapasitas produksi. Solusi ini memberikan visibilitas penuh dari pesanan hingga laporan keuangan, meski investasi implementasinya lebih tinggi dibanding sistem lain.
5. SAP Business One

SAP Business One menyediakan fungsionalitas ERP yang kuat untuk UKM hingga perusahaan menengah yang membutuhkan kontrol kualitas produksi furniture pada proses produksi. Platform ini menawarkan perencanaan material (MRP), manajemen BOM, dan pelacakan kualitas produk.
Integrasi antara data produksi dan keuangan membantu perusahaan furniture menghitung HPP secara lebih presisi. Fleksibilitas deployment cloud atau on-premise memberikan pilihan sesuai kebijakan IT perusahaan.
6. Odoo

Odoo menawarkan pendekatan modular yang memungkinkan perusahaan memilih aplikasi sesuai kebutuhan, seperti Akuntansi, Inventaris, Manufaktur, atau CRM. Fleksibilitas ini ideal untuk bisnis furniture yang ingin mengembangkan sistem secara bertahap.
Modul manufakturnya mendukung pengelolaan BOM multi-level, penjadwalan produksi, dan work center. Namun, untuk fitur penuh dan dukungan profesional, versi Enterprise lebih direkomendasikan.
7. Zahir Accounting

Zahir Accounting adalah software akuntansi lokal yang dikenal stabil dan mudah digunakan, terutama untuk pengguna yang terbiasa dengan aplikasi desktop. Platform ini menawarkan fitur akuntansi inti dan manajemen inventaris dasar yang cocok untuk bisnis furniture sederhana.
Beberapa edisi menyediakan modul assembly yang dapat membantu dalam proses perakitan produk. Tampilan yang lebih tradisional tidak mengurangi fungsionalitas bagi pengusaha yang mengutamakan pembukuan akurat.
8. Kledo

Kledo hadir dengan antarmuka bersih, harga kompetitif, dan fitur dasar akuntansi yang mudah dipahami. Cocok untuk bisnis ritel furniture atau usaha kecil yang butuh pencatatan transaksi dan pengelolaan stok sederhana.
Platform ini sudah mendukung manajemen aset dan pelacakan stok, namun tidak dirancang untuk kebutuhan manufaktur kompleks. Untuk usaha yang masih fokus pada penjualan dan distribusi, Kledo menjadi pilihan yang efisien.
9. QuickBooks Enterprise

QuickBooks Enterprise menawarkan fitur Advanced Inventory untuk kebutuhan stok yang lebih kompleks, termasuk pelacakan multi-lokasi, nomor seri, dan BOM. Fitur ini relevan untuk produsen dan distributor furniture berskala menengah.
Platform ini juga menyediakan laporan analitis untuk menilai profitabilitas produk dan efisiensi proses produksi. Integrasinya yang kuat dengan ekosistem QuickBooks menjadi nilai tambah untuk pengguna yang sudah familiar.
10. Fishbowl Inventory

Fishbowl adalah software inventaris dan manufaktur yang dirancang sebagai pelengkap untuk QuickBooks atau Xero. Sistem ini kuat dalam pengelolaan BOM, work order, dan kebutuhan operasional gudang berskala besar.
Bagi bisnis furniture, Fishbowl sangat membantu mengoptimalkan proses produksi dan alur material tanpa perlu mengganti sistem akuntansi yang sudah digunakan. Ini menjadikannya solusi modular yang efisien.
11. Acumatica

Acumatica adalah ERP cloud modern dengan model lisensi berbasis sumber daya, bukan jumlah pengguna, menjadikannya ekonomis untuk perusahaan dengan banyak staf. Edisi Manufakturnya sangat komprehensif dengan dukungan perencanaan MRP, BOM, dan estimasi proyek.
Platform ini cocok untuk perusahaan furniture yang menangani pesanan custom dan proyek kompleks. Automasi dan visibilitas data yang tinggi membantu dalam efisiensi perencanaan dan kontrol biaya.
12. Deskera

Deskera menawarkan solusi all-in-one meliputi Akuntansi, CRM, dan HR dalam satu platform berbasis cloud. Sistem ini cocok untuk bisnis furniture yang membutuhkan manajemen operasional terpadu tanpa terlalu banyak aplikasi terpisah.
Fitur akuntansi dan inventaris memadai untuk skala kecil hingga menengah, meski fungsi manufaktur tidak sedalam ERP khusus. Integrasi proses pesanan hingga penagihan menjadi nilai tambah bagi bisnis dengan workflow sederhana.
Fitur Wajib Software Akuntansi yang Benar-Benar Dibutuhkan Industri Furniture
Setelah memahami kompleksitas keuangan bisnis furniture, langkah berikutnya adalah memilih software dengan fitur yang benar-benar relevan. Tanpa fitur spesifik industri, pencatatan biaya, stok, dan produksi akan tetap manual, rawan salah, dan sulit diskalakan.
1. Bill of Materials (BOM) Multi-Level
Furniture terdiri dari banyak komponen bertingkat. BOM multi-level memungkinkan perhitungan biaya dari rangka, pintu, hingga finishing secara terpisah namun terintegrasi. Dengan ini, perubahan material di satu bagian langsung memengaruhi HPP total.
2. Variant Matrix Management
Software harus mampu mengelola kombinasi warna, material, dan ukuran dalam satu matriks. Fitur ini menghindari input SKU satu per satu yang memakan waktu dan rawan kesalahan, terutama untuk produk dengan variasi tinggi.
3. Project / Order Costing
Bisnis furniture membutuhkan perhitungan biaya per pesanan, bukan per produk massal. Fitur ini mencatat material, tenaga kerja, dan overhead untuk setiap order sehingga margin keuntungan tiap customer bisa dipantau secara akurat.
4. Work-in-Progress (WIP) Tracking
WIP tracking membantu memantau barang yang masih dalam proses produksi. Setiap tahap seperti potong, rakit, finishing, hingga QC dapat dilacak, sehingga status produksi jelas dan estimasi penyelesaian lebih akurat.
5. Multi-Location Inventory
Software perlu memisahkan stok berdasarkan lokasi dan fungsi. Stok gudang, showroom, konsinyasi, dan barang display harus tercatat terpisah agar tidak terjadi salah jual atau kekeliruan dalam perencanaan produksi.
6. Production Scheduling
Penjadwalan produksi membantu mengatur pekerjaan tukang kayu, finishing, dan upholstery. Dengan jadwal yang terstruktur, beban kerja lebih seimbang, bottleneck bisa dihindari, dan deadline customer lebih mudah dipenuhi.
7. Quotation dengan Gambar Produk
Fitur ini memungkinkan pembuatan penawaran harga lengkap dengan foto atau render desain. Customer dapat memahami produk secara visual sejak awal, sekaligus mengurangi revisi berulang akibat perbedaan ekspektasi.
Cara Memilih Software Akuntansi yang Tepat untuk Bisnis Mebel Anda
Tidak semua software akuntansi cocok untuk bisnis mebel. Kompleksitas pesanan custom, produksi bertahap, hingga pengelolaan showroom membuat pemilihan sistem harus lebih selektif. Fokus utama bukan fitur umum, tapi kecocokan dengan alur kerja furniture.
1. Support custom order & made-to-stock bersamaan
Bisnis furniture jarang hanya menjual satu tipe produk. Software ideal harus mampu menangani produk ready stock dan pesanan custom secara paralel, tanpa mencampur HPP, stok, dan alur produksi agar laporan tetap akurat.
2. Fitur BOM yang fleksibel
BOM yang kaku akan menyulitkan saat ada perubahan material. Software yang baik memungkinkan BOM bertingkat, penggantian bahan tertentu tanpa membuat BOM baru, serta penyesuaian biaya secara otomatis di HPP pesanan.
3. Fitur showroom / konsinyasi management
Furniture sering dititipkan di showroom atau toko partner. Sistem harus bisa membedakan barang konsinyasi, barang display, dan stok gudang agar tidak terjadi salah hitung aset maupun kesalahan pengakuan penjualan.
4. Bisa integrasi dengan software desain
Proses penjualan furniture sering melibatkan desain. Minimal, software harus mendukung upload gambar ke quotation. Nilai tambah jika bisa terintegrasi dengan SketchUp atau AutoCAD untuk meminimalkan miskomunikasi desain.
5. Support multi-satuan dalam 1 produk
Satu produk furniture terdiri dari banyak bahan dengan satuan berbeda. Software wajib mampu mengelola lembar, meter, dan liter dalam satu perhitungan HPP agar biaya produksi tercatat realistis dan margin tidak bias.
Kesimpulan
Investasi pada software akuntansi yang tepat kini menjadi langkah strategis bagi bisnis furniture yang menghadapi proses produksi, pencatatan biaya, dan pengelolaan inventaris yang semakin kompleks. Sistem yang mampu mengintegrasikan seluruh data operasional memberikan fondasi keuangan yang lebih akurat dan stabil.
Mengandalkan sistem yang terpisah sering menciptakan hambatan dalam pengambilan keputusan karena data yang tidak sinkron. Di antara berbagai opsi yang tersedia, Total menawarkan solusi terintegrasi yang menyatukan akuntansi, produksi, dan inventaris sehingga pemilik bisnis dapat memantau kinerja secara menyeluruh dan merespons dinamika pasar dengan lebih cepat.
Solusi berbasis ERP memberikan visibilitas end-to-end yang dibutuhkan industri furniture, dan demo gratis memungkinkan Anda mengevaluasi manfaatnya tanpa risiko. Dengan melihat langsung bagaimana otomatisasi bekerja, Anda dapat menilai sejauh mana sistem tersebut mampu meningkatkan efisiensi dan profitabilitas jangka panjang.
FAQ Sofware Akuntansi Furniture
Software khusus furniture memiliki fitur esensial seperti Bill of Materials (BOM) untuk melacak komponen produk, manajemen Work-in-Progress (WIP) untuk memantau biaya produksi, dan kemampuan mengelola pesanan kustom. Fitur-fitur ini tidak ditemukan pada software akuntansi generik.
Biayanya sangat bervariasi. Untuk UKM, biayanya bisa mulai dari beberapa ratus ribu per bulan. Untuk sistem ERP skala menengah hingga besar seperti Total ERP atau SAP, biayanya dihitung berdasarkan kompleksitas implementasi dan kustomisasi, seringkali dalam bentuk satu kali bayar untuk lisensi dan implementasi.
Ya, ini adalah salah satu fungsi utamanya. Software yang baik memungkinkan Anda melacak setiap item bahan baku, mulai dari papan kayu, gulungan kain, hingga kaleng cat, dengan satuan yang berbeda-beda dan memantaunya secara real-time di beberapa gudang.
Tentu saja. Sebagian besar software yang direkomendasikan, terutama yang berbasis cloud dan ERP, memiliki fitur multi-lokasi atau multi-cabang. Ini memungkinkan Anda mengkonsolidasikan data penjualan dan inventaris dari semua showroom dan gudang ke dalam satu dasbor terpusat.
Melalui fitur Work Order dan Bill of Materials (BOM). Setiap pesanan kustom dibuatkan Work Order, dan sistem akan secara otomatis menghitung total biaya bahan baku berdasarkan BOM, serta memungkinkan Anda menambahkan biaya tenaga kerja dan overhead untuk mendapatkan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat untuk pesanan tersebut.














