Pengelolaan keuangan dalam industri konstruksi sangat kompleks karena melibatkan banyak proyek berjalan, struktur biaya berlapis, serta termin pembayaran bertahap. Tanpa software akuntansi konstruksi yang tepat, perusahaan sulit memantau biaya aktual, profitabilitas proyek, dan posisi kas secara akurat.
Ketergantungan pada pencatatan manual atau software akuntansi umum membuat job costing, pengendalian RAB, dan progress billing berjalan terpisah. Dampaknya, potensi cost overrun sering terlambat terdeteksi dan arus kas proyek menjadi tidak stabil.
Untuk menjawab tantangan tersebut, software akuntansi konstruksi dirancang khusus untuk mengintegrasikan pengelolaan biaya proyek, pendapatan bertahap, dan laporan keuangan secara terukur. Artikel ini merangkum 15 software akuntansi konstruksi terbaik tahun 2025 yang relevan dengan kebutuhan kontraktor di Indonesia.
Key Takeaways
Software akuntansi konstruksi adalah solusi khusus untuk mengelola tantangan finansial unik industri konstruksi, seperti job costing, progress billing, dan manajemen RAB.
Fitur wajib dalam software ini meliputi job costing, progress billing & retainage, manajemen subkontraktor, budgeting, change order management, dan kepatuhan pajak konstruksi.
Pilihan software bervariasi dari solusi ERP terintegrasi seperti Total ERP dan Procore hingga aplikasi akuntansi dengan add-on seperti QuickBooks dan Xero, yang cocok untuk berbagai skala bisnis.
Apa itu Software Akuntansi Konstruksi?
Software akuntansi konstruksi adalah sistem akuntansi yang dirancang khusus untuk mengelola keuangan proyek konstruksi, termasuk job costing, pengendalian anggaran, dan progress billing. Solusi ini membantu kontraktor memantau biaya material, tenaga kerja, dan overhead per proyek secara akurat.
Berbeda dengan software akuntansi umum, software akuntansi konstruksi mendukung metode pelaporan seperti percentage of completion dan work-in-progress (WIP). Sistem ini menjaga transparansi keuangan proyek sekaligus membantu mengendalikan risiko cost overrun.
15 Rekomendasi Software Akuntansi Konstruksi Terbaik
Setelah memahami fitur-fitur krusial, saatnya kita masuk ke dalam daftar rekomendasi. Daftar ini mencakup berbagai jenis software, mulai dari solusi ERP terintegrasi yang komprehensif hingga aplikasi khusus yang cocok untuk berbagai skala bisnis, baik di tingkat global maupun lokal.
Ideal Untuk
Perusahaan konstruksi yang membutuhkan manajemen proyek dan keuangan terintegrasi dalam satu sistem ERP.
Top Choice
5/5
Ideal Untuk
Perusahaan konstruksi yang membutuhkan platform manajemen proyek all-in-one dengan kontrol biaya dan kolaborasi tim yang kuat.
4.5/5
Ideal Untuk
Kontraktor yang membutuhkan solusi akuntansi dan manajemen proyek yang stabil, teruji, dan berbasis desktop.
4.1/5
Ideal Untuk
Kontraktor kecil hingga menengah yang sudah menggunakan QuickBooks dan membutuhkan fitur akuntansi konstruksi yang lebih spesifik.
4.6/5
Ideal Untuk
Perusahaan konstruksi skala besar dan enterprise yang membutuhkan ERP komprehensif dengan kontrol proyek tingkat lanjut.
4.2/5
Ideal Untuk
Perusahaan konstruksi yang menginginkan ERP berbasis cloud dengan fleksibilitas tinggi dan skalabilitas jangka panjang.
4.3/5
Ideal Untuk
Kontraktor residensial yang membutuhkan manajemen proyek, penjualan, dan keuangan dalam satu platform terpusat.
4.5/5
Saya telah menyusun daftar ini berdasarkan kelengkapan fitur khusus konstruksi, kemudahan penggunaan, skalabilitas, dan ulasan dari pengguna nyata untuk memberikan Anda gambaran yang paling objektif. Mari kita lihat satu per satu opsinya.
1. Total ERP Construction Suite

Total ERP Construction Suite merupakan software akuntansi konstruksi terintegrasi yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan kontraktor di Indonesia. Sistem ini menggabungkan pengelolaan keuangan proyek dengan kontrol biaya, RAB, dan job costing dalam satu platform ERP terpusat.
Keunggulan Total ERP terletak pada fleksibilitas kustomisasi alur kerja konstruksi, sehingga setiap proyek dapat dipantau secara akurat sejak perencanaan hingga penagihan progres. Pendekatan ini membantu kontraktor menjaga margin keuntungan sekaligus meningkatkan transparansi finansial antar proyek.
Fitur Utama:
- Manajemen RAB & Kontrak: Mengelola penyusunan dan pelacakan RAB serta kontrak klien dan subkontraktor secara terpusat.
- S-Curve Management: Menampilkan perbandingan rencana dan realisasi anggaran serta progres proyek secara real-time.
- Penagihan Progresif & Retensi: Mengotomatisasi pembuatan invoice berbasis progres pekerjaan dan pengelolaan dana retensi.
- Manajemen Inventaris Proyek: Mengontrol penggunaan material di lokasi proyek untuk meminimalkan pemborosan.
- Job Costing Berbasis Proyek: Melacak biaya per proyek dan fase pekerjaan untuk menjaga profitabilitas.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
2. Procore

Procore dikenal sebagai platform manajemen konstruksi global yang memiliki modul keuangan kuat untuk mendukung akuntansi proyek. Modul Procore Financial Management memungkinkan pencatatan biaya proyek, invoice, dan komitmen biaya secara real-time.
Dalam konteks software konstruksi, Procore berfungsi sebagai penghubung antara data lapangan dan sistem keuangan pusat. Integrasinya dengan software akuntansi dan ERP seperti Sage dan SAP menjadikannya relevan untuk perusahaan konstruksi berskala besar.
Fitur Utama:
- Job costing dan cost tracking proyek
- Manajemen invoice dan komitmen biaya
- Progress billing berbasis pekerjaan
- Integrasi dengan ERP dan software akuntansi
- Pelaporan keuangan proyek real-time
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
3. Sage 100 Contractor
Sage 100 Contractor adalah sistem akuntansi kontraktor yang menggabungkan akuntansi, estimasi, dan manajemen proyek dalam satu sistem. Solusi ini dirancang untuk membantu kontraktor mengelola keuangan proyek secara akurat dan terstruktur.
Fokus utama Sage 100 Contractor berada pada job costing, payroll konstruksi, serta pengelolaan hutang dan piutang proyek. Hal ini menjadikannya pilihan stabil bagi kontraktor skala kecil hingga menengah yang membutuhkan sistem akuntansi konstruksi yang andal.
Fitur Utama:
- Job costing dan pelacakan biaya proyek
- Payroll khusus industri konstruksi
- Manajemen hutang dan piutang proyek
- Estimasi biaya dan penjadwalan
- Laporan keuangan proyek
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
4. QuickBooks Desktop Enterprise Contractor

QuickBooks Desktop Enterprise Contractor merupakan software akuntansi konstruksi yang dikembangkan untuk kontraktor yang membutuhkan kontrol keuangan proyek lebih mendalam dibandingkan QuickBooks standar. Versi ini dirancang khusus untuk mendukung pencatatan biaya proyek, pembelian material, dan pelaporan keuangan konstruksi secara terstruktur.
Keunggulan QuickBooks Enterprise Contractor terletak pada kemampuannya mengelola job costing, purchase order, dan laporan profitabilitas proyek dengan antarmuka yang familiar bagi pengguna QuickBooks. Solusi ini ideal bagi kontraktor yang ingin meningkatkan kompleksitas pengelolaan keuangan tanpa harus beralih ke sistem ERP konstruksi penuh.
Fitur Utama:
- Job costing berbasis proyek dan fase pekerjaan
- Manajemen purchase order dan vendor
- Laporan profitabilitas proyek dan biaya aktual
- Akuntansi keuangan inti (AP, AR, General Ledger)
- Pelacakan inventaris material dasar
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
5. Viewpoint Vista
Viewpoint Vista merupakan software akuntansi konstruksi kelas enterprise yang dikembangkan oleh Trimble untuk menangani proyek berskala besar dan kompleks. Platform ini mengintegrasikan akuntansi proyek, manajemen biaya, dan operasional lapangan dalam satu sistem ERP konstruksi terpusat.
Keunggulan Viewpoint Vista terletak pada kedalaman kontrol finansial proyek, termasuk job costing lanjutan, manajemen multi-entitas, serta pelaporan keuangan lintas proyek dan lokasi. Menjadikan Vista ideal bagi perusahaan konstruksi besar yang membutuhkan visibilitas finansial tinggi dan tata kelola proyek yang ketat.
Fitur Utama:
- Job costing lanjutan dan pelacakan biaya proyek real-time
- Akuntansi proyek multi-entitas dan multi-mata uang
- Progress billing dan manajemen kontrak proyek
- Integrasi keuangan dan operasional lapangan
- Pelaporan keuangan dan analitik konstruksi mendalam
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
6. Acumatica

Acumatica Construction Edition adalah software akuntansi konstruksi berbasis cloud yang dirancang untuk mengintegrasikan keuangan proyek dengan manajemen operasional secara real-time. Solusi ini menggabungkan akuntansi inti, job costing, dan pengelolaan subkontraktor dalam satu platform ERP konstruksi modern.
Keunggulan Acumatica terletak pada fleksibilitas dan skalabilitas sistem, didukung model lisensi berbasis sumber daya yang memungkinkan pertumbuhan pengguna tanpa biaya per user. Pendekatan ini memberikan visibilitas finansial menyeluruh sekaligus memudahkan integrasi dengan sistem pihak ketiga melalui API terbuka.
Fitur Utama:
- Job costing dan pelacakan biaya proyek real-time
- Akuntansi proyek berbasis cloud (AP, AR, GL)
- Progress billing dan manajemen kontrak konstruksi
- Manajemen subkontraktor dan change order
- API terbuka untuk integrasi sistem lain
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
7. Buildertrend

Buildertrend merupakan software akuntansi konstruksi dan manajemen proyek berbasis cloud yang dirancang khusus untuk kontraktor residensial, home builder, dan renovator. Platform ini mengintegrasikan pengelolaan biaya proyek, estimasi, dan penagihan dengan alur kerja proyek dalam satu sistem terpusat.
Keunggulan Buildertrend terletak pada kemampuannya menyederhanakan kontrol keuangan proyek perumahan melalui job costing dan estimasi yang terhubung langsung dengan progres pekerjaan. Integrasi dengan software akuntansi seperti QuickBooks dan Xero memungkinkan kontraktor menjaga akurasi laporan keuangan tanpa mengorbankan fleksibilitas operasional.
Fitur Utama:
- Estimasi biaya dan penawaran proyek konstruksi
- Job costing berbasis proyek residensial
- Penagihan proyek dan manajemen pembayaran klien
- Integrasi akuntansi dengan QuickBooks dan Xero
- Pelacakan anggaran dan biaya proyek real-time
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
8. CMiC

CMiC merupakan software akuntansi konstruksi berbasis ERP terpadu yang dirancang untuk perusahaan konstruksi skala menengah hingga enterprise. Platform ini menyatukan akuntansi proyek, job costing, manajemen kontrak, dan operasional lapangan dalam satu database terpusat.
Keunggulan CMiC terletak pada visibilitas keuangan proyek secara menyeluruh, mulai dari estimasi awal hingga penyelesaian proyek. Dengan sistem single database, manajemen dapat mengambil keputusan finansial yang lebih akurat tanpa ketergantungan pada banyak software terpisah.
Fitur Utama:
- Job costing dan pengendalian biaya proyek real-time
- Akuntansi proyek dan general ledger terintegrasi
- Manajemen kontrak, change order, dan billing progres
- Budgeting dan forecasting proyek konstruksi
- Pelaporan dan analitik keuangan terpusat
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
9. FOUNDATION Software

FOUNDATION Software merupakan software akuntansi konstruksi yang dikembangkan khusus untuk kontraktor dengan fokus utama pada pengendalian biaya proyek dan penggajian. Sistem ini dirancang untuk memberikan akurasi tinggi dalam pencatatan keuangan proyek konstruksi dari tahap perencanaan hingga penyelesaian.
Keunggulan FOUNDATION terletak pada kedalaman modul job costing dan payroll konstruksi yang mampu menangani kompleksitas tenaga kerja dan biaya proyek. Pendekatan ini membantu kontraktor memantau profitabilitas proyek secara detail tanpa kehilangan kendali atas arus kas.
Fitur Utama:
- Job costing konstruksi berbasis proyek dan cost code
- Payroll konstruksi dengan pengelolaan union dan prevailing wage
- Akuntansi proyek dan general ledger terintegrasi
- Manajemen hutang-piutang dan vendor proyek
- Pelaporan keuangan konstruksi yang mendalam
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
10. HashMicro Construction Suite

HashMicro Construction Suite merupakan software akuntansi konstruksi berbasis ERP yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola keuangan proyek secara terintegrasi. Sistem ini menggabungkan akuntansi proyek, pengendalian biaya, manajemen material dan laporan wip dalam satu platform terpusat.
Keunggulan HashMicro terletak pada fleksibilitas kustomisasi dan pemahamannya terhadap kebutuhan kontraktor di Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memantau profitabilitas proyek, arus kas, dan realisasi biaya secara lebih akurat sesuai proses internal.
Fitur Utama:
- Akuntansi proyek dan job costing konstruksi
- Penyusunan dan kontrol RAB proyek
- Progress billing dan penagihan termin
- Manajemen inventaris material proyek
- Pelaporan keuangan dan biaya proyek real-time
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
11. Jurnal by Mekari

Jurnal by Mekari merupakan software akuntansi berbasis cloud yang banyak digunakan oleh kontraktor skala kecil hingga menengah di Indonesia. Meskipun bukan software akuntansi konstruksi khusus, Jurnal menyediakan fitur pengelolaan biaya dan pendapatan proyek yang relevan untuk kebutuhan dasar kontraktor.
Keunggulan Jurnal terletak pada kemudahan penggunaan dan pencatatan keuangan proyek secara real-time. Solusi ini cocok sebagai tahap awal digitalisasi akuntansi konstruksi sebelum beralih ke sistem yang lebih kompleks.
Fitur Utama:
- Pencatatan biaya dan pendapatan berbasis proyek
- Pembuatan dan pengelolaan invoice proyek
- Manajemen arus kas dan laporan keuangan
- Pelacakan anggaran proyek secara sederhana
- Akses cloud multi-perangkat
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
12. Accurate

Accurate merupakan software akuntansi populer di Indonesia yang menyediakan fitur pelacakan biaya proyek untuk kebutuhan kontraktor. Meskipun bukan software akuntansi konstruksi murni, Accurate banyak digunakan untuk mengelola keuangan proyek skala kecil hingga menengah.
Keunggulan Accurate terletak pada stabilitas sistem dan ekosistem pengguna yang luas di Indonesia. Dengan fitur proyek dan anggaran, kontraktor dapat memantau biaya dan profitabilitas proyek tanpa harus beralih ke ERP konstruksi yang kompleks.
Fitur Utama:
- Pencatatan biaya dan pendapatan berbasis proyek
- Penyusunan dan kontrol anggaran proyek
- Manajemen hutang-piutang proyek
- Laporan keuangan dan laba rugi proyek
- Akses cloud dan desktop
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
13. Zahir Accounting

Zahir Accounting adalah software akuntansi buatan Indonesia yang digunakan oleh berbagai jenis usaha, termasuk kontraktor skala kecil. Dalam konteks software akuntansi konstruksi, Zahir menyediakan fitur proyek dan anggaran untuk membantu pencatatan keuangan berbasis pekerjaan.
Keunggulan Zahir terletak pada kemudahan penggunaan dan fleksibilitas paket sesuai kebutuhan bisnis. Solusi ini cocok bagi kontraktor yang membutuhkan pencatatan biaya proyek secara rapi tanpa sistem yang terlalu kompleks.
Fitur Utama:
- Pencatatan biaya dan pendapatan proyek
- Pengelolaan anggaran proyek
- Manajemen hutang-piutang proyek
- Laporan keuangan proyek dan perusahaan
- Versi desktop dan cloud
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
14. MASERP

MASERP adalah solusi ERP lokal yang dikenal karena fleksibilitas dan kemampuan kustomisasinya yang tinggi. Dalam konteks software akuntansi konstruksi, MASERP dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan spesifik seperti pencatatan biaya proyek dan job costing.
Keunggulan MASERP terletak pada kebebasan perusahaan dalam merancang modul sesuai alur kerja konstruksi yang unik. Solusi ini cocok bagi kontraktor menengah hingga besar yang membutuhkan sistem akuntansi proyek yang benar-benar disesuaikan.
Fitur Utama:
- Job costing dan pencatatan biaya proyek (custom module)
- Manajemen proyek dan anggaran (customizable)
- Integrasi akuntansi, keuangan, dan operasional
- Laporan keuangan dan proyek yang dapat disesuaikan
- Integrasi dengan sistem internal lainnya
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
15. Xero

Xero adalah software akuntansi berbasis cloud global yang dikenal dengan antarmuka modern dan kemudahan penggunaannya. Sebagai software akuntansi konstruksi, Xero memerlukan integrasi add-on pihak ketiga untuk mendukung job costing dan manajemen proyek.
Dengan menghubungkan Xero ke aplikasi seperti WorkflowMax atau Buildertrend, kontraktor dapat mengelola biaya proyek dan laporan keuangan secara terintegrasi. Pendekatan ini cocok untuk perusahaan konstruksi modern yang menginginkan fleksibilitas tinggi berbasis cloud.
Fitur Utama:
- Akuntansi cloud dan pelaporan keuangan real-time
- Job costing dan manajemen proyek melalui add-on
- Progress billing dan invoice proyek
- Integrasi dengan ratusan aplikasi pihak ketiga
- Akses multi-user dan multi-perangkat
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Fitur Wajib dalam Software Akuntansi Konstruksi
Akuntansi konstruksi menuntut pelacakan biaya dan pendapatan proyek secara detail untuk menjaga profitabilitas. Memilih software yang tepat berarti memastikan semua fitur penting tersedia agar proyek berjalan lancar dan pengelolaan keuangan lebih efisien.
1. Job costing (penghitungan biaya proyek)
Fitur ini melacak semua biaya proyek seperti material, tenaga kerja, alat, dan subkontraktor secara akurat. Data real-time memungkinkan perbandingan antara biaya aktual dan anggaran untuk mencegah cost overrun.
2. Progress billing & retainage (penagihan progresif & retensi)
Software otomatis membuat invoice berdasarkan progres proyek dan menghitung dana retensi. Hal ini memastikan penagihan akurat dan pembayaran diterima tepat waktu.
3. Subcontractor management
Fitur ini memantau kontrak, pembayaran, dan kepatuhan subkontraktor dengan mudah. Risiko hukum dan finansial dari pihak ketiga dapat dikontrol secara efektif.
4. Project budgeting & forecasting (anggaran dan proyeksi proyek)
Membuat RAB detail per proyek untuk perencanaan biaya yang akurat. Forecasting membantu memproyeksikan total pengeluaran hingga proyek selesai berdasarkan data aktual.
5. Change order management (manajemen perubahan pesanan)
Perubahan lingkup kerja dapat didokumentasikan dan disetujui secara sistematis. Biaya tambahan otomatis tercatat dalam anggaran proyek sehingga tidak ada pekerjaan yang tidak dibayar.
6. Kepatuhan pajak konstruksi (PPh & PPN)
Software menghitung pajak konstruksi secara otomatis, termasuk PPh Final dan PPN. Hal ini memastikan perusahaan selalu patuh terhadap regulasi yang berlaku.
Tips Memilih Software Akuntansi Konstruksi yang Sesuai
Memilih software akuntansi konstruksi yang tepat bisa membingungkan karena banyak opsi tersedia di pasar. Panduan ini membantu Anda menyaring pilihan dan menemukan platform yang sesuai dengan kebutuhan unik bisnis konstruksi Anda.
1. Evaluasi skala dan kompleksitas proyek
Tentukan apakah proyek yang ditangani berskala kecil, menengah, atau besar. Proyek kecil mungkin cukup dengan fitur job costing dan progress billing, sementara proyek besar membutuhkan sistem ERP yang lengkap.
2. Pertimbangkan kebutuhan integrasi dengan sistem lain
Pastikan software dapat terhubung dengan sistem manajemen proyek, estimasi, atau CRM yang sudah digunakan. Platform dengan kemampuan integrasi tinggi akan memudahkan alur kerja dan pertukaran data antar sistem.
3. Prioritaskan kemudahan penggunaan dan dukungan teknis
Software tercanggih tidak berguna jika tim kesulitan menggunakannya. Pilih antarmuka yang intuitif dan pastikan ada dukungan teknis yang responsif untuk mengatasi masalah dengan cepat.
4. Bandingkan model harga dan total biaya kepemilikan (TCO)
Perhatikan biaya total, termasuk implementasi, pelatihan, kustomisasi, dan dukungan. Model lisensi fleksibel yang mencakup banyak pengguna bisa lebih hemat dalam jangka panjang dibandingkan biaya per pengguna tambahan.
Kesimpulan
Pengelolaan keuangan konstruksi menuntut software khusus untuk mengintegrasikan job costing, progress billing, manajemen RAB, dan kontrol biaya proyek secara akurat. Solusi ini penting untuk menjaga profitabilitas, arus kas lancar, dan transparansi finansial setiap proyek.
Total ERP Construction Suite menawarkan fitur terintegrasi seperti manajemen RAB & kontrak, S-Curve Management, progress billing & retainage, dan manajemen inventaris proyek. Sistem ini fleksibel, dapat dikustomisasi sesuai alur kerja, dan memberikan visibilitas penuh terhadap biaya, pendapatan, dan profitabilitas proyek.
Dengan demo gratis Total ERP, Anda dapat menilai secara komprehensif bagaimana fitur-fitur canggihnya mendukung pengelolaan keuangan proyek, meningkatkan akurasi biaya, dan memaksimalkan profitabilitas.
Pertanyaan tentang Software Akuntansi Konstruksi
Perbedaan utamanya terletak pada fitur spesifik industri. Software konstruksi memiliki modul untuk job costing (biaya per proyek), progress billing (penagihan progresif), manajemen retensi, dan pengelolaan subkontraktor, yang tidak dimiliki software akuntansi biasa.
Umumnya, ya. Software berbasis cloud menawarkan fleksibilitas akses data dari mana saja (kantor atau lapangan), kolaborasi real-time, dan skalabilitas yang lebih mudah. Namun, pilihan tergantung pada infrastruktur dan kebijakan keamanan perusahaan Anda.
Fitur paling krusial adalah Job Costing. Tanpa kemampuan untuk melacak profitabilitas setiap proyek secara akurat, Anda akan kesulitan mengelola bisnis konstruksi secara efektif. Fitur penting lainnya adalah progress billing dan manajemen RAB.














