Total beban penyusutan yang terakumulasi sejak aset digunakan, dicatat sebagai akun kontra-aset bersaldo kredit di neraca.

Berbeda dari beban penyusutan yang hanya mencatat satu periode di laba rugi, akumulasi penyusutan bersifat kumulatif di neraca.

Pencatatan yang keliru memicu overstatement aset, koreksi DJP, dan temuan auditor risiko yang hilang saat prosesnya diotomasi lewat ERP.