Banyak perusahaan masih mengandalkan sistem manual atau aplikasi terpisah untuk mengelola keuangan, inventori, dan SDM. Kondisi ini membuat data terfragmentasi dan sulit diakses secara menyeluruh.
Hal ini memperlambat pengambilan keputusan dan kontrol operasional, terutama saat bisnis berkembang. Faktanya, hampir 50% perusahaan di Indonesia masih belum menggunakan ERP, sehingga kerap kesulitan mendapatkan laporan real-time yang akurat.
ERP (Enterprise Resource Planning) menjadi solusi terintegrasi yang menyatukan keuangan, inventori, dan SDM dalam satu sistem otomatis. Dengan ERP, perusahaan bisa mengakses data real-time, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Key Takeaways
Sistem ERP adalah software terintegrasi yang menyatukan proses keuangan, inventori, SDM, hingga operasional perusahaan dalam satu platform otomatis dan terpusat.
ERP berfungsi meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan pengambilan keputusan melalui akses data real-time lintas departemen.
Jenis ERP meliputi on-premise, cloud, dan hybrid yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis, kebutuhan integrasi, serta fleksibilitas operasional perusahaan.
Apa Itu Sistem ERP (Enterprise Resource Planning)?
Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) adalah modul informasi yang mengotomatisasi dan mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan. Software ERP dirancang untuk mengelola operasi bisnis penting, mencakup manajemen produksi, pemasaran, dan keuangan, dalam satu platform terpadu.
Integrasi menyeluruh ini krusial karena menyatukan data dan informasi dari semua departemen. Dengan demikian, operasi bisnis dapat dipantau secara efektif dan efisien, sekaligus menghilangkan silo data yang sering terjadi antar-divisi.
Dengan menyediakan data operasional yang relevan dan terkini, ERP membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan akurat. Oleh karena itu, sistem ini sangat ideal untuk perusahaan yang membutuhkan integrasi kompleks demi mendukung pertumbuhan dan efisiensi berkelanjutan.
Bagaimana Cara Kerja Sistem ERP?
ERP module akan melakukan integrasi proses bisnis dari berbagai departemen, dan menjadikan seluruh database yang ada terpusat dalam satu platform. Dimana, surat pengajuan implementasi ERP akan menjelaskan bahwa modul ERP akan melakukan integrasi proses bisnis dari berbagai departemen, serta menjadikan seluruh database terpusat dalam satu platform.
Sistem ERP juga meningkatkan visibilitas proses bisnis sehingga manajemen sumber daya lebih mudah dan efisien. Perusahaan dapat memantau operasional secara efektif, merespons cepat perubahan pasar, serta meningkatkan produktivitas dan layanan pelanggan.
Jenis-Jenis Sistem ERP

Setelah mengetahui manfaat dan juga kelebihan dari penggunaan ERP system, Anda juga harus mengetahui akan jenis dari sistem tersebut. Hal ini karena ERP sendiri memiliki variasi yang beragam. Berikut merupakan jenis-jenis sistem ERP yang ada:
1. On-Premise ERP
On-premise adalah sistem ERP yang dipasang di perangkat keras dan server internal perusahaan, dikelola langsung oleh tim IT in-house. Model ini membutuhkan investasi awal yang besar karena perusahaan harus membeli server serta infrastruktur pendukung lainnya.
Selain biaya awal yang tinggi, perusahaan juga perlu tenaga IT khusus untuk pemeliharaan. Proses upgrade pun relatif rumit, sebab harus dilakukan secara manual di banyak perangkat serta menyesuaikan kembali integrasi dengan sistem yang sudah ada.
2. ERP berbasis cloud
Cloud ERP adalah sistem yang memungkinkan penggunanya untuk mengakses sistem kapan saja dan dimana saja selama mereka memiliki koneksi internet. Biasanya, vendor berbasis cloud mendistribusikan pembaruan dan menangani pemeliharaan sistem. Ada berbagai opsi penerapan dan hosting berbasis cloud yang tersedia:
- SaaS (software-as-a-service), artinya Anda membayar biaya bulanan untuk dapat menggunakan sistem tersebut.
- Cloud pribadi, yaitu hosting pusat data dapat oleh perusahaan Anda atau oleh penyedia layanan pihak ketiga.
- Cloud publik, yaitu yang mengelola sistem adalah penyedia layanan cloud pihak ketiga dan dikirimkan melalui Internet.
3. Hybrid ERP
Hybrid ERP menggabungkan sistem on-premise dan cloud untuk integrasi fungsi bisnis seperti CRM, akuntansi, dan penjualan. Sistem ini fleksibel karena bisa diakses kapan saja melalui Internet, sementara pembaruan dan pemeliharaan rutin ditangani vendor agar tetap aman dan up-to-date.
Baca Juga: 9 Fitur Utama dalam ERP System Finance
Manfaat dan Pentingnya Sistem ERP untuk Perusahaan
Sistem ERP membantu perusahaan mengintegrasikan seluruh proses bisnis dalam satu sistem terpusat untuk mengurangi human error dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan data real-time, ERP mendukung produktivitas, kualitas layanan, dan pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Selain menyatukan fungsi lintas departemen, ERP juga relevan untuk industri dengan alur kerja kompleks seperti manufaktur dan pengolahan lingkungan. Berikut merupakan beberapa manfaat dari menggunakan software ERP:
1. Mengurangi dan menghemat biaya operasional
Sistem ERP membantu membuat perencanaan bisnis yang lebih efisien, sehingga seluruh biaya operasional termasuk kebutuhan administrasi dan general affair dapat diatur sesuai kebutuhan dan anggaran secara optimal.
2. Meningkatkan akurasi dan keamanan data
ERP system secara otomatis mengumpulkan data penting perusahaan dengan cepat dan akurat, baik untuk produk, pemasaran, maupun laporan keuangan, serta dilengkapi kontrol akses untuk menjaga keamanan data lintas departemen.
3. Mendukung pengambilan keputusan yang tepat
Dengan data real-time yang terintegrasi, manajemen dapat mengambil keputusan strategis secara lebih akurat, termasuk dalam perencanaan sumber daya dan pengelolaan operasional pabrik.
4. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
ERP system mempercepat proses bisnis rutin seperti pemesanan, pengiriman, dan pelaporan, sehingga produktivitas kerja antar divisi dapat meningkat secara konsisten.
5. Integrasi bisnis dan kolaborasi antar departemen
Sistem ERP mengintegrasikan data di seluruh divisi perusahaan keuangan, operasional, general affair, dan pemasaran sehingga kolaborasi dan koordinasi kerja menjadi lebih efektif.
6. Pembentukan standarisasi prosedur
Dengan mengadopsi praktik terbaik, ERP system membantu perusahaan membangun proses kerja yang lebih terstruktur dan konsisten di seluruh lini operasional.
7. Memperkuat hubungan dengan pelanggan
Sistem ERP memudahkan pengelolaan data pelanggan dan pemantauan jalur penjualan, sehingga perusahaan dapat meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP) membantu menghilangkan sekat antar departemen dengan menyimpan seluruh data dalam satu sistem terpusat yang dapat diakses sesuai kewenangan masing-masing divisi. Misalnya, penggunaan software ERP untuk pabrik daur ulang sampah terintegrasi memastikan pengelolaan material, produksi, dan inventori berjalan lebih transparan dan terkontrol.
Untuk mengetahui perbandingan harga ERP terbaik, ayo coba bandingkan software ERP terbaik Anda dengan satu klik banner dibawah ini!
Sejarah Sistem ERP

Pada tahun 1990, Gartner Group mengenalkan ERP pertama kali. Namun, sebenarnya konsep ini sudah ada sejak tahun 1960-an, awalnya digunakan untuk mengatur inventaris dan kontrol di sektor manufaktur. Pada tahun 1970-an, konsep ini berevolusi menjadi Material Requirements Planning (MRP) untuk penjadwalan proses produksi.
Pada tahun 1980-an, Material Requirements Planning dikembangkan untuk mencakup proses manufaktur. Sistem ini sudah memiliki banyak fungsi yang mencakup manajemen inventaris dan proses operasional lainnya. Pada tahun 1990-an, fungsi sistem ERP juga meluas ke bagian back-office lainnya seperti keuangan, permesinan, manajemen proyek, dan SDM.
Banyak perusahaan mulai menggunakan istilah ERP pada saat itu, karena permasalahan komputer Y2K dan pengenalan Euro yang akan segera terjadi. Selain itu, banyak perusahaan yang memperbarui sistem mereka yang sudah ada, dan beberapa memilih untuk benar-benar mengubah sistem mereka dengan mengadopsi solusi ERP.
Pada tahun 1998, NetSuite didirikan dengan tujuan menciptakan sistem yang dapat digunakan di seluruh perusahaan dan dapat dioperasikan melalui internet . Pada tahun 2000-an, Gartner Group mengembangkan ERP II, yang merupakan Software ERP berbasis Cloud keluaran pertama . Sistem ini menawarkan fleksibilitas tingkat tinggi, karena dapat melampaui batas wilayah dan waktu (asal terhubung dengan internet).
Fitur Umum yang Wajib dimiliki Sistem ERP
Selain memahami variasi ERP system, penting juga mengenali fitur-fiturnya. Dengan begitu, Anda dapat memilih software yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis. Berikut beberapa fitur utama yang sebaiknya ada pada sistem ERP:
1. Fitur integrasi: Fitur ini berfungsi sebagai penghubung data, memungkinkan ERP menganalisis, memantau, dan mengolah informasi secara terpusat. Hasilnya dapat diakses seluruh departemen sehingga komunikasi antar divisi lebih efektif.
2. Fitur otomatisasi: Fitur ini membantu mengotomatiskan tugas rutin seperti pengelolaan pesanan dan keuangan. Dengan otomatisasi, pekerjaan lebih produktif, risiko human error berkurang, dan data tersusun rapi untuk mendukung kelancaran bisnis.
3. Fitur pelaporan: ERP harus memiliki fitur pelaporan yang mampu menampilkan performa tiap divisi melalui dasbor interaktif. Laporan detail memudahkan evaluasi, mendeteksi kesalahan, dan menjaga konsistensi data.
4. Fitur akuntansi: Fitur akuntansi dalam ERP membantu memantau arus keuangan, mulai dari utang piutang, aset, pajak, hingga manajemen risiko. Dengan sistem terpusat, keuangan perusahaan lebih terkontrol dan transparan.
5. Fitur pelacakan dan visibilitas: ERP memberikan visibilitas penuh terhadap data produk dan operasional. Sistem mampu mendeteksi potensi masalah lebih awal dan mengirim notifikasi, sehingga risiko bisa segera ditangani.
Tips Penting Memilih Sistem ERP bagi Bisnis Anda

Di era digital, memilih ERP yang tepat menjadi langkah strategis untuk mendukung kesuksesan bisnis. Setelah memahami kelebihan, jenis, dan fiturnya, informasi ini dapat dijadikan pertimbangan. Berikut beberapa tips penting untuk memilih software ERP sesuai kebutuhan bisnis Anda:
1. Sesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda
Dalam memilih ERP system, pastikan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan bisnis, karena tiap perusahaan berbeda. ERP yang tepat membantu meningkatkan akurasi laporan keuangan, mengurangi risiko stok, serta mendukung perencanaan lebih baik melalui integrasi data antar departemen.
2. Memperhatikan durasi implementasi
Tips memilih software ERP terbaik salah satunya adalah memperhatikan durasi implementasi. Waktu implementasi biasanya dipengaruhi oleh tingkat kustomisasi yang dibutuhkan, semakin banyak penyesuaian, semakin lama prosesnya. Solusinya, pertimbangkan memilih ERP berbasis cloud yang umumnya lebih cepat diterapkan.
3. Memperhatikan vendor
Tips memilih perangkat ERP yang terakhir adalah memperhatikan vendor. Anda bisa mencari tahu informasi detail mengenai vendor ERP untuk menemukan perangkat terbaik yang sesuai dengan bisnis. Implementasi sistem ERP perusahaan bisa menjadi suatu upaya yang masif yang dapat memakan waktu hingga beberapa tahun.
Karena kompleksitas dan ukuran sistem ERP, hanya sebagian kecil organisasi bersedia atau mampu menerapkan berbagai resource fisik dan finansial dan mengambil risiko untuk mengembangkan suatu sistem ini sendiri (in-house). Oleh karena itu, pada dasarnya semua software ERP adalah produk komersial, salah satunya software ERP dari Total.
Kesimpulan
Sistem ERP adalah solusi terintegrasi yang menyatukan berbagai fungsi bisnis seperti keuangan, persediaan, produksi, dan SDM dalam satu platform terpusat. Dengan data real-time dan proses otomatis, ERP membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus meminimalkan risiko human error.
Untuk perusahaan dengan kebutuhan operasional yang kompleks, Total ERP menjadi solusi yang layak dipertimbangkan. Sistem ini mendukung pengelolaan inventaris, penjadwalan perawatan, manajemen kontrak, hingga integrasi multi divisi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Agar Anda dapat menilai kesesuaiannya secara langsung, Total ERP menyediakan opsi demo gratis. Melalui demo ini, Anda bisa melihat bagaimana sistem bekerja dan bagaimana ERP dapat mendukung operasional perusahaan secara lebih optimal.
FAQ tentang Sistem ERP
Sistem ERP (Enterprises Resource Planning) adalah sistem modul yang memungkinkan integrasi proses operasional bisnis secara otomatis dalam satu platform terpusat.
Beberapa contoh aplikasi ERP yang sering digunakan adalah Total ERP, SAP S/4 HANA, Oracle, Odoo, Epicor, Brightpearl, Ecount ERP, HashMicro, Zoho, Koneksi, Sage, Acumatica, Compiere, Work Wise, System Ever, SAP Business One, Deskera, Infor, Workday, dan ERPNext















