Gangguan operasional akibat kerusakan mesin masih menjadi penyumbang signifikan terhadap kerugian industri manufaktur dan energi di Indonesia. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa downtime produksi dapat berdampak langsung pada efisiensi biaya dan pencapaian target output tahunan.
Dalam konteks kepatuhan, regulasi seperti Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menekankan pentingnya pemeliharaan peralatan agar tetap aman dan layak operasi. Hal ini menuntut perusahaan memiliki sistem perawatan yang terdokumentasi, terjadwal, dan dapat ditelusuri.
Perkembangan digital mendorong penggunaan preventive maintenance software sebagai bagian dari pengelolaan aset yang lebih terstruktur. Sistem ini memungkinkan pencatatan kondisi aset, histori perawatan, serta penjadwalan pemeliharaan secara konsisten berdasarkan data operasional.
Dengan pendekatan berbasis data, aktivitas perawatan tidak lagi bergantung pada respons terhadap kerusakan semata. Pola ini membantu perusahaan menjaga stabilitas operasional sekaligus memenuhi standar keselamatan dan tata kelola yang berlaku.
Key Takeaways
Preventive maintenance software adalah alat untuk menjadwalkan perawatan aset secara proaktif, mencegah kerusakan mendadak.
Fitur utama yang wajib ada meliputi manajemen work order, penjadwalan otomatis, dan pelacakan riwayat aset.
Penerapan software ini terbukti mengurangi downtime operasional, memperpanjang umur aset, dan menghemat biaya perbaikan jangka panjang.
| Nama Software | Fitur Utama | Skala Bisnis |
| Total ERP Asset Management | Penjadwalan otomatis, pelacakan aset, manajemen work order, laporan komprehensif. | UKM hingga Enterprise |
| UpKeep | Manajemen work order, pelacakan aset, inventaris suku cadang, analitik. | UKM hingga Enterprise |
| Fiix | Manajemen aset berbasis cloud, penjadwalan perawatan, pelaporan KPI. | Menengah hingga Enterprise |
| MaintainX | Komunikasi tim, manajemen work order, inspeksi digital, pelaporan. | Semua Skala |
| Limble CMMS | Penjadwalan PM, manajemen work order, pelacakan aset dengan QR code. | UKM hingga Enterprise |
| eMaint CMMS | Manajemen aset, penjadwalan perawatan, manajemen inventaris, pelaporan. | Menengah hingga Enterprise |
| Asset Panda | Pelacakan aset fleksibel, audit, manajemen pemeliharaan, integrasi. | Semua Skala |
| FMX | Manajemen fasilitas, penjadwalan perawatan, manajemen work order. | Menengah hingga Enterprise |
| ServiceChannel | Manajemen fasilitas multi-lokasi, manajemen vendor, analitik. | Enterprise |
| Hippo CMMS | Manajemen work order, penjadwalan PM, manajemen inventaris. | UKM hingga Menengah |
| ManagerPlus | Manajemen aset, inspeksi, work order, analitik. | Menengah hingga Enterprise |
| Fracttal | Manajemen aset berbasis IoT, work order, penjadwalan PM. | Semua Skala |
| GoCodes | Pelacakan aset dengan QR code & GPS, manajemen pemeliharaan. | UKM hingga Menengah |
| Brightly | Manajemen aset, energi, dan operasional strategis. | Enterprise, Sektor Publik |
| Maintenance Connection | Manajemen work order, penjadwalan PM, pelaporan. | Menengah hingga Enterprise |
Apa Itu Preventive Maintenance Software?
Seringkali, istilah ini terdengar teknis, namun konsepnya sangat sederhana. Preventive maintenance software adalah alat digital yang berfungsi untuk mengotomatiskan dan mengelola jadwal perawatan aset secara proaktif.
Berbeda dengan perawatan reaktif yang menunggu aset rusak, sistem ini membantu Anda merencanakan inspeksi dan perbaikan rutin berdasarkan waktu atau penggunaan. Tujuannya adalah untuk mencegah kegagalan sebelum terjadi, bukan memperbaikinya setelah menimbulkan masalah.
Mengapa Bisnis Anda Membutuhkan Preventive Maintenance Software?
Tahukah Anda bahwa downtime tak terencana dapat memakan biaya hingga 50 miliar dolar bagi produsen setiap tahunnya? Investasi dalam preventive maintenance software secara langsung mengurangi kerugian finansial ini dengan memaksimalkan uptime aset.
Selain itu, praktik pengelolaan aset yang proaktif dapat memperpanjang umur pakai mesin, meningkatkan keselamatan kerja bagi teknisi, dan memastikan sumber daya dialokasikan secara efisien. Sistem ini mengubah departemen pemeliharaan dari sekadar “pemadam kebakaran” menjadi pilar strategis yang menopang produktivitas.
15 Rekomendasi Preventive Maintenance Software Terbaik di 2026
Memilih perangkat lunak yang tepat adalah langkah krusial untuk mentransformasi strategi pemeliharaan Anda. Berikut adalah ulasan mendalam dari 15 opsi terbaik yang tersedia di pasar saat ini.
Ideal Untuk
Bisnis yang butuh integrasi dan kustomisasi lengkap
5/5
Ideal Untuk
Ideal untuk tim yang mengutamakan mobilitas
4.6/5
Ideal Untuk
Cocok untuk perusahaan manufaktur skala menengah
4.5/5
Ideal Untuk
Terbaik untuk kolaborasi tim pemeliharaan
4.7/5
Ideal Untuk
Pilihan tepat untuk kemudahan penggunaan
4.8/5
Ideal Untuk
Sistem pelacakan aset yang sangat fleksibel
4.5/5
1. Total ERP Asset Management

Total ERP Asset Management adalah solusi yang dirancang untuk memberikan kontrol penuh atas seluruh siklus hidup aset perusahaan. Software ini menawarkan pendekatan terintegrasi yang melampaui penjadwalan perawatan dasar.
Sistem ini memungkinkan Anda memantau lokasi, kondisi, dan riwayat pemeliharaan setiap aset secara terpusat dan real-time. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan kustomisasi yang tinggi, sehingga dapat disesuaikan dengan alur kerja unik di berbagai industri seperti manufaktur, konstruksi, dan pertambangan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis skala menengah hingga enterprise yang membutuhkan solusi manajemen aset terintegrasi dan dapat disesuaikan.
Harga: Hubungi tim konsultan kami untuk mendapatkan skema harga yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
2. UpKeep

UpKeep dikenal sebagai platform CMMS yang mengutamakan kemudahan akses melalui perangkat seluler. Ini memungkinkan teknisi di lapangan untuk mengelola perintah kerja dan memperbarui status aset dengan mudah.
Fitur andalannya meliputi manajemen work order, pelacakan aset, dan manajemen inventaris suku cadang. Platform ini sangat populer di kalangan bisnis yang memiliki banyak teknisi lapangan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Tim pemeliharaan yang membutuhkan solusi mobile-first untuk efisiensi di lapangan.
Harga: Mulai dari $45 per pengguna per bulan.
3. Fiix

Fiix, yang kini menjadi bagian dari Rockwell Automation, adalah CMMS berbasis cloud yang kuat untuk menjadwalkan, mengatur, dan melacak pemeliharaan. Software ini unggul dalam mengintegrasikan data aset dengan sistem lain seperti ERP.
Dengan dasbor analitiknya, manajer dapat dengan mudah memantau Key Performance Indicators (KPI) seperti MTTR (Mean Time to Repair). Fiix banyak digunakan di industri manufaktur dan fasilitas.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan skala menengah hingga besar yang memerlukan integrasi data dan analitik mendalam.
Harga: Mulai dari $60 per pengguna per bulan.
4. MaintainX

MaintainX membedakan dirinya dengan fokus pada komunikasi dan kolaborasi tim. Platform ini menggabungkan manajemen work order dengan fitur pesan instan, memungkinkan tim berdiskusi langsung di dalam tugas.
Selain itu, fitur inspeksi digital dan daftar periksa (checklist) membuatnya ideal untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan kualitas. Ini adalah pilihan tepat untuk bisnis yang mengutamakan alur kerja terstruktur.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Semua skala bisnis yang memprioritaskan komunikasi tim dan prosedur berbasis checklist.
Harga: Tersedia paket gratis, dengan paket berbayar mulai dari $16 per pengguna per bulan.
5. Limble CMMS

Limble CMMS dirancang untuk menjadi sangat ramah pengguna tanpa mengorbankan fungsionalitas. Platform ini memudahkan pengaturan jadwal perawatan preventif (PM) dan pelacakan riwayat aset melalui QR code.
Dasbornya yang intuitif memberikan visibilitas cepat terhadap status work order dan kesehatan aset. Banyak pengguna memuji Limble karena proses implementasinya yang cepat dan tidak rumit.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: UKM hingga enterprise yang mencari CMMS yang kuat namun mudah digunakan.
Harga: Mulai dari $50 per pengguna per bulan.
6. eMaint CMMS

eMaint, produk dari Fluke Corporation, adalah platform CMMS yang sangat dapat dikonfigurasi dan kuat. Software ini dirancang untuk industri dengan aset kompleks dan kebutuhan kepatuhan yang ketat.
Fitur-fiturnya mencakup manajemen aset, penjadwalan perawatan, manajemen inventaris MRO, dan pelaporan yang sangat detail. Kemampuannya untuk terhubung dengan alat uji dan pengukuran Fluke menjadi nilai tambah yang signifikan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan skala menengah hingga enterprise di sektor manufaktur, energi, dan industri berat.
Harga: Mulai dari $69 per pengguna per bulan.
7. Asset Panda

Asset Panda menawarkan platform pelacakan aset yang sangat fleksibel dan dapat disesuaikan sepenuhnya. Meskipun bukan CMMS murni, fungsinya dapat dikonfigurasi untuk mengelola jadwal pemeliharaan, audit, dan pelacakan perbaikan.
Kekuatan utamanya terletak pada kemampuannya melacak berbagai jenis aset, baik itu peralatan IT, kendaraan, maupun furnitur, menggunakan aplikasi seluler yang terintegrasi dengan pemindai barcode dan GPS.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis yang membutuhkan solusi pelacakan aset yang fleksibel dengan kemampuan manajemen pemeliharaan dasar.
Harga: Berdasarkan jumlah aset, bukan pengguna, dengan harga yang disesuaikan melalui penawaran.
8. FMX
FMX adalah software manajemen fasilitas yang dirancang untuk menyederhanakan penjadwalan pemeliharaan, manajemen perintah kerja, dan pelacakan aset. Platform ini sangat populer di sektor pendidikan, properti komersial, dan manufaktur.
Antarmukanya yang bersih dan intuitif memudahkan pengguna dari berbagai latar belakang teknis untuk mengadopsinya. FMX juga menawarkan fitur manajemen vendor dan perencanaan sumber daya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Organisasi skala menengah hingga besar yang fokus pada manajemen fasilitas dan properti.
Harga: Disediakan berdasarkan permintaan (quote-based).
9. ServiceChannel

ServiceChannel adalah platform manajemen fasilitas yang dirancang khusus untuk enterprise dengan banyak lokasi, seperti ritel, restoran, dan perbankan. Fokus utamanya adalah mengelola kontraktor dan vendor eksternal.
Platform ini memungkinkan perusahaan untuk mencari, mempekerjakan, dan mengelola vendor, serta melacak kinerja dan biaya layanan secara terpusat. Analitiknya memberikan wawasan mendalam tentang pengeluaran pemeliharaan di seluruh lokasi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan enterprise multi-lokasi yang sangat bergantung pada vendor eksternal untuk pemeliharaan.
Harga: Disediakan berdasarkan permintaan (quote-based).
10. Hippo CMMS

Hippo CMMS menawarkan solusi manajemen pemeliharaan yang ramah pengguna dengan fokus pada visualisasi. Platform ini menggunakan denah lantai interaktif untuk membantu pengguna menemukan aset dan mengelola perintah kerja.
Fitur-fiturnya mencakup manajemen work order, penjadwalan PM, dan manajemen inventaris. Hippo CMMS adalah pilihan yang solid untuk bisnis kecil hingga menengah yang baru beralih dari spreadsheet.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: UKM hingga menengah di sektor seperti kesehatan, pendidikan, dan perhotelan.
Harga: Mulai dari $39 per pengguna per bulan.
11. ManagerPlus

ManagerPlus adalah software manajemen aset (EAM) yang berfokus pada pemeliharaan peralatan dan armada kendaraan. Platform ini membantu perusahaan melacak inspeksi, jadwal perawatan, dan riwayat perbaikan.
Dengan fitur analitiknya, bisnis dapat mengoptimalkan siklus hidup aset dan membuat keputusan berbasis data tentang perbaikan atau penggantian. Ini adalah solusi yang kuat untuk industri konstruksi, transportasi, dan manufaktur.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan dengan aset berat seperti armada kendaraan, peralatan konstruksi, dan mesin manufaktur.
Harga: Mulai dari $85 per pengguna per bulan.
12. Fracttal

Fracttal adalah platform manajemen pemeliharaan modern yang mengintegrasikan IoT (Internet of Things). Ini memungkinkan pemantauan kondisi aset secara real-time dan memicu perintah kerja secara otomatis berdasarkan data sensor.
Selain itu, platform ini sepenuhnya berbasis cloud dan menawarkan aplikasi seluler yang komprehensif. Fracttal bertujuan untuk membawa pemeliharaan prediktif ke semua skala bisnis.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis yang ingin beralih ke strategi pemeliharaan prediktif berbasis IoT.
Harga: Tersedia paket gratis, dengan paket berbayar mulai dari $32 per pengguna per bulan.
13. GoCodes

GoCodes adalah sistem pelacakan aset berbasis cloud yang menggunakan QR code dan GPS. Platform ini dirancang untuk kesederhanaan, memungkinkan bisnis melacak aset mereka dengan cepat menggunakan smartphone.
Meskipun fokus utamanya adalah pelacakan, ia juga menyertakan fitur manajemen pemeliharaan yang memungkinkan penjadwalan layanan dan pencatatan riwayat perbaikan untuk setiap aset yang dilacak.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: UKM yang membutuhkan solusi pelacakan aset sederhana dengan fungsionalitas pemeliharaan dasar.
Harga: Mulai dari $50 per bulan untuk 2 pengguna dan 200 aset.
14. Brightly

Brightly, sebelumnya dikenal sebagai Dude Solutions, menyediakan rangkaian solusi manajemen aset strategis. Platform ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan tetapi juga pada perencanaan modal, manajemen energi, dan operasional.
Solusi ini sangat populer di sektor publik seperti pemerintah daerah, sekolah, dan universitas. Brightly membantu organisasi mengelola seluruh portofolio aset mereka untuk jangka panjang.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Organisasi besar dan sektor publik yang membutuhkan manajemen aset strategis jangka panjang.
Harga: Disediakan berdasarkan permintaan (quote-based).
15. Maintenance Connection

Maintenance Connection adalah CMMS/EAM yang kuat dan telah lama ada di pasar. Platform ini menawarkan fitur lengkap mulai dari manajemen work order, penjadwalan PM, hingga manajemen inventaris dan pelaporan.
Software ini dapat di-host di cloud atau di server lokal (on-premise), memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dengan kebijakan keamanan data yang ketat. Ini adalah pilihan yang andal untuk industri manufaktur, kesehatan, dan energi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan skala menengah hingga enterprise yang membutuhkan solusi CMMS yang mapan dan kaya fitur.
Harga: Disediakan berdasarkan permintaan (quote-based).
Fitur Utama yang Wajib Ada dalam Preventive Maintenance Software
Tidak semua software diciptakan sama, dan memilih yang tepat bergantung pada pemahaman fitur-fitur intinya. Berdasarkan pengalaman membantu berbagai bisnis, fitur yang tepat dapat menjadi pembeda antara investasi yang berhasil dan yang sia-sia.
Berikut adalah beberapa fitur krusial yang harus menjadi pertimbangan utama Anda. Pastikan Anda mengevaluasi bagaimana setiap fitur ini dapat mendukung alur kerja spesifik di perusahaan Anda.
1. Manajemen perintah kerja (work order management)
Ini adalah jantung dari setiap sistem pemeliharaan yang baik. Fitur ini memungkinkan Anda membuat, menugaskan, melacak, dan menutup perintah kerja secara digital.
Sebuah sistem yang efektif akan menyediakan detail lengkap dalam setiap work order, termasuk daftar tugas, suku cadang yang dibutuhkan, dan riwayat pekerjaan sebelumnya.
2. Penjadwalan perawatan otomatis
Lupakan kalender manual dan spreadsheet yang rumit. Penjadwalan otomatis memungkinkan Anda mengatur pemicu perawatan berdasarkan kalender (misalnya, setiap bulan) atau penggunaan (misalnya, setiap 1000 jam operasi).
Sistem akan secara otomatis membuat dan menugaskan work order, memastikan tidak ada jadwal perawatan penting yang terlewat.
3. Pelacakan dan manajemen aset
Fitur ini berfungsi sebagai database terpusat untuk semua aset Anda. Setiap aset memiliki profil yang berisi informasi penting seperti lokasi, spesifikasi, manual, riwayat perbaikan, dan biaya siklus hidup.
Banyak sistem digital dalam proses pengelolaan aset modern juga mendukung pelacakan dengan barcode atau QR code untuk identifikasi cepat di lapangan.
4. Manajemen inventaris suku cadang
Perbaikan tidak bisa dilakukan tanpa suku cadang yang tepat. Fitur ini membantu Anda melacak ketersediaan suku cadang, mengatur titik pemesanan ulang otomatis, dan mengelola hubungan dengan pemasok.
Dengan begitu, Anda dapat memastikan teknisi selalu memiliki komponen yang mereka butuhkan tanpa menimbun inventaris yang berlebihan.
5. Pelaporan dan analitik
Data tanpa analisis tidak akan memberikan banyak nilai. Fitur pelaporan mengubah data operasional menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti, seperti melacak KPI pemeliharaan, menganalisis biaya, dan mengidentifikasi tren kegagalan aset.
Dasbor yang intuitif memungkinkan manajer untuk memantau kinerja tim dan kesehatan aset secara real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
6. Aksesibilitas mobile
Pekerjaan pemeliharaan sebagian besar dilakukan di lapangan, bukan di belakang meja. Aplikasi seluler yang fungsional memungkinkan teknisi untuk menerima perintah kerja, mencatat pekerjaan, dan mengakses informasi aset langsung dari smartphone atau tablet mereka.
Ini secara drastis meningkatkan efisiensi dan akurasi data karena informasi dapat diperbarui secara instan dari lokasi kerja.
Cara Memilih Preventive Maintenance Software yang Tepat
Investasi pada software baru adalah keputusan strategis yang memerlukan evaluasi cermat. Memilih platform yang salah tidak hanya membuang anggaran, tetapi juga dapat menghambat produktivitas tim Anda.
Untuk memastikan Anda mendapatkan ROI maksimal, ikuti panduan langkah demi langkah ini. Proses ini akan membantu Anda menyaring pilihan dan menemukan solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis.
1. Identifikasi kebutuhan spesifik bisnis Anda
Mulailah dengan menganalisis tantangan utama dalam operasi pemeliharaan Anda saat ini. Apakah masalah utamanya adalah penjadwalan yang tidak teratur, kesulitan melacak riwayat aset, atau manajemen suku cadang yang berantakan?
Buat daftar prioritas fitur yang paling penting untuk mengatasi masalah tersebut. Libatkan tim teknisi dan manajer dalam proses ini untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif.
2. Pertimbangkan skalabilitas dan pertumbuhan
Pilih software yang dapat tumbuh bersama bisnis Anda. Pertimbangkan apakah platform tersebut dapat menangani penambahan jumlah aset, pengguna, atau bahkan lokasi baru di masa depan.
Solusi berbasis cloud seringkali menawarkan skalabilitas yang lebih baik, memungkinkan Anda untuk menyesuaikan langganan sesuai dengan kebutuhan yang berkembang.
3. Evaluasi kemudahan penggunaan (user-friendliness)
Software yang paling canggih sekalipun tidak akan berguna jika tim Anda enggan menggunakannya. Carilah antarmuka yang intuitif dan mudah dinavigasi, terutama pada aplikasi selulernya.
Manfaatkan periode uji coba gratis untuk melihat bagaimana teknisi Anda beradaptasi dengan platform tersebut. Umpan balik dari pengguna akhir adalah kunci untuk adopsi yang sukses.
4. Periksa kemampuan integrasi dengan sistem lain
Operasi pemeliharaan tidak berdiri sendiri. Pertimbangkan bagaimana software baru akan terhubung dengan sistem yang sudah ada, seperti platform ERP terintegrasi untuk keuangan atau sistem inventaris.
Integrasi yang mulus akan mencegah entri data ganda dan memastikan informasi mengalir lancar antar departemen, menciptakan satu sumber kebenaran yang konsisten.
5. Bandingkan model harga dan total biaya kepemilikan (TCO)
Jangan hanya melihat harga langganan bulanan. Pertimbangkan juga biaya implementasi, pelatihan, kustomisasi, dan dukungan teknis untuk menghitung Total Biaya Kepemilikan (TCO).
Beberapa vendor menagih per pengguna, sementara yang lain berdasarkan jumlah aset. Pilih model yang paling masuk akal untuk struktur tim dan skala operasi Anda.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pengelolaan pemeliharaan aset yang tidak terstruktur berkontribusi langsung terhadap downtime produksi, pemborosan biaya, dan risiko keselamatan kerja. Kondisi ini menjadi semakin relevan di tengah tuntutan efisiensi industri dan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan yang berlaku di Indonesia.
Perkembangan preventive maintenance software mencerminkan pergeseran praktik pemeliharaan menuju pendekatan yang lebih terencana dan berbasis data. Sistem ini mendukung pencatatan aset, penjadwalan perawatan, serta pelacakan histori secara konsisten untuk menjaga keandalan operasional.
Dengan penerapan pemeliharaan yang terdokumentasi dan terukur, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas produksi, memperpanjang umur aset, dan memenuhi standar tata kelola serta keselamatan kerja secara berkelanjutan.
Pertanyaan Seputar Preventive Maintenance Software
Istilah ini sering digunakan secara bergantian. CMMS (Computerized Maintenance Management System) adalah kategori perangkat lunak yang lebih luas yang mencakup preventive maintenance sebagai salah satu fungsi utamanya, di samping manajemen work order, aset, dan inventaris.
Ya, banyak penyedia software menawarkan paket yang dirancang khusus untuk UKM dengan harga terjangkau dan fitur yang esensial. Solusi berbasis cloud sangat ideal untuk bisnis kecil karena tidak memerlukan investasi besar pada infrastruktur server.
Waktu implementasi bervariasi tergantung pada kompleksitas software dan jumlah aset yang akan diimpor. Untuk solusi berbasis cloud yang sederhana, implementasi bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Untuk sistem yang lebih kompleks dan terintegrasi, bisa memakan waktu beberapa bulan.
Banyak preventive maintenance software modern menawarkan kemampuan integrasi melalui API (Application Programming Interface) dengan sistem ERP populer. Solusi seperti Total ERP Asset Management bahkan merupakan bagian dari ekosistem ERP yang sama, sehingga integrasinya berjalan mulus secara alami.
ROI dapat diukur dengan melacak beberapa metrik utama. Ini termasuk penurunan biaya perbaikan darurat, pengurangan downtime aset, peningkatan produktivitas teknisi, dan perpanjangan umur pakai aset. Bandingkan data ini sebelum dan sesudah implementasi untuk melihat dampak finansialnya.













