Software manufaktur berfungsi sebagai sistem terpusat untuk mendukung pencatatan produksi, inventaris, dan pelaporan lintas departemen.

Software manufaktur perlu mendukung kepatuhan BPOM, pengelolaan bahan berbahaya, dan kontrol kualitas berbasis batch.

Pemilihan software perlu mempertimbangkan kecocokan proses, kesiapan organisasi, dan biaya kepemilikan jangka panjang.