Pengelolaan aset fisik menjadi isu krusial bagi perusahaan di Indonesia, terutama pada sektor manufaktur, energi, dan infrastruktur yang mengoperasikan mesin bernilai tinggi. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa gangguan operasional akibat kerusakan aset masih menjadi penyebab utama turunnya produktivitas industri.
Dalam praktiknya, pencatatan aset yang tersebar dan tidak terintegrasi menyulitkan perusahaan memantau kondisi, umur ekonomis, serta biaya pemeliharaan secara akurat. Kondisi ini berisiko menimbulkan downtime tidak terencana dan pembengkakan biaya operasional.
Standar manajemen aset seperti ISO 55001 telah banyak diadopsi sebagai acuan pengelolaan aset yang sistematis dan terdokumentasi. Penerapan standar tersebut menuntut dukungan sistem yang mampu menyajikan data aset secara konsisten dan dapat ditelusuri.
Dalam konteks ini, enterprise asset management software digunakan untuk mendukung pengendalian siklus hidup aset, mulai dari perolehan hingga penghapusan. Sistem ini berfungsi sebagai alat pencatatan, pemantauan, dan analisis aset yang terstruktur tanpa bergantung pada proses manual.
Key Takeaways
EAM software mengoptimalkan siklus hidup aset, dari akuisisi hingga pelepasan, untuk menekan biaya dan meningkatkan ROI.
Fitur kunci yang harus dipertimbangkan meliputi pemeliharaan prediktif, akses mobile, dan kemampuan integrasi dengan sistem ERP.
Pemilihan software yang tepat bergantung pada skala bisnis, jenis aset, dan tantangan operasional yang spesifik.
Kriteria Penting dalam Memilih Enterprise Asset Management Software
Memilih software EAM yang tepat adalah sebuah keputusan investasi krusial bagi keberlangsungan operasional. Pilihan ini berdampak langsung pada efisiensi, umur aset, dan bahkan keselamatan kerja di lapangan.
Berdasarkan pengalaman saya, banyak perusahaan terjebak memilih solusi yang terlalu rumit atau tidak sesuai dengan kebutuhan inti mereka. Oleh karena itu, para pengambil keputusan harus mengevaluasi setiap opsi secara objektif berdasarkan kriteria yang terukur.
1. Skalabilitas dan kemampuan kustomisasi
Bisnis Anda akan terus berkembang, begitu pula dengan jumlah dan jenis aset yang perlu dikelola. Pilihlah software yang dapat diskalakan sesuai pertumbuhan tanpa memerlukan perombakan sistem besar-besaran.
2. Fitur pelacakan dan pemeliharaan aset (preventive & predictive)
Fitur pelacakan real-time dan penjadwalan pemeliharaan adalah jantung dari setiap sistem EAM. Kemampuan pemeliharaan prediktif menggunakan data historis untuk mencegah kerusakan bahkan menjadi nilai tambah yang signifikan.
3. Kemampuan integrasi dengan sistem lain
Software EAM harus mampu terintegrasi secara mulus dengan sistem lain. Integrasi dengan ERP dan akuntansi memastikan data biaya dan depresiasi aset selalu sinkron dan akurat.
4. Analitik, dasbor, dan pelaporan real-time
Dasbor yang intuitif dan laporan yang komprehensif memungkinkan manajer membuat keputusan berbasis data. Visibilitas real-time terhadap metrik kunci seperti Overall Equipment Effectiveness (OEE) sangat penting.
5. Aksesibilitas mobile dan kemudahan penggunaan
Tim lapangan membutuhkan akses cepat ke informasi aset dan jadwal kerja melalui perangkat seluler. Antarmuka yang ramah pengguna akan mempercepat adopsi dan mengurangi kesalahan input data dari teknisi.
6. Keamanan data dan kepatuhan regulasi
Data aset adalah informasi sensitif yang harus dilindungi dengan protokol keamanan yang kuat. Pastikan vendor pilihan Anda mematuhi standar keamanan data dan regulasi industri yang berlaku di Indonesia.
12 Rekomendasi Enterprise Asset Management Software Terbaik di Indonesia
Setelah memahami kriteria evaluasi, kini saatnya meninjau beberapa penyedia solusi EAM terbaik di pasar. Daftar ini kami susun berdasarkan riset mendalam terhadap kelengkapan fitur, skalabilitas, dan ulasan pengguna.
Ideal Untuk
Bisnis yang butuh integrasi pemeliharaan aset
5/5
Ideal Untuk
Ideal untuk perusahaan skala besar
4.8/5
Ideal Untuk
Cocok untuk industri padat aset
4.7/5
Ideal Untuk
Fleksibel untuk berbagai industri
4.6/5
Ideal Untuk
Terintegrasi dengan ekosistem Oracle
4.5/5
Ideal Untuk
Solusi EAM dengan kustomisasi lokal
4.4/5
Ideal Untuk
Fokus pada manajemen pemeliharaan mobile
4.5/5
Ideal Untuk
CMMS berbasis cloud yang mudah digunakan
4.4/5
Ideal Untuk
Solusi CMMS untuk manufaktur & industri
4.3/5
Ideal Untuk
Platform manajemen aset yang intuitif
4.7/5
Ideal Untuk
Pelacakan aset berbasis cloud yang fleksibel
4.6/5
Ideal Untuk
Solusi mobile-first untuk operasional tim
4.7/5
Setiap bisnis memiliki kebutuhan unik, sehingga penting untuk menganalisis setiap opsi dengan cermat. Pertimbangkan bagaimana fitur yang ditawarkan dapat menjawab tantangan spesifik yang sedang Anda hadapi saat ini.
1. SAP EAM

SAP Enterprise Asset Management (EAM) adalah bagian dari rangkaian solusi SAP S/4HANA yang dirancang untuk perusahaan besar. Solusi ini menyediakan fungsionalitas mendalam untuk manajemen pemeliharaan, perencanaan, dan operasional aset.
Fitur Utama SAP EAM:
- Manajemen pemeliharaan teknis.
- Perencanaan pemeliharaan.
- Manajemen aset mobile.
- Analitik prediktif untuk pemeliharaan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan multinasional dan korporasi besar yang sudah menggunakan ekosistem SAP.
Harga: Berdasarkan permintaan, umumnya dimulai dari ratusan juta hingga miliaran Rupiah.
2. IBM Maximo Application Suite
IBM Maximo dikenal sebagai salah satu pemimpin pasar dalam solusi EAM, terutama untuk industri padat aset seperti manufaktur, energi, dan transportasi. Platform ini memanfaatkan AI dan IoT untuk pemeliharaan prediktif dan pemantauan kondisi aset.
Fitur Utama IBM Maximo:
- Manajemen siklus hidup aset.
- Manajemen kerja dan pemeliharaan.
- Pemantauan kesehatan aset berbasis AI.
- Aplikasi mobile untuk teknisi lapangan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Industri padat aset seperti utilitas, minyak & gas, dan manufaktur skala besar.
Harga: Berdasarkan permintaan, dengan model lisensi per pengguna yang cukup premium.
3. Total ERP

Total ERP menyediakan modul manajemen aset yang dirancang untuk memberikan kontrol penuh atas seluruh siklus hidup aset. Platform ini menonjol karena integrasinya yang erat dengan modul ERP lainnya seperti akuntansi dan inventaris.
Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk mengotomatiskan penjadwalan pemeliharaan preventif dan melacak depresiasi secara akurat. Dasbor analitiknya memberikan visibilitas real-time terhadap biaya, jadwal, dan kinerja setiap aset.
Fitur Unggulan Total ERP:
- Laporan komprehensif terkait semua biaya pemeliharaan aset.
- Penjadwalan pemeliharaan aset secara otomatis dan terencana.
- Pelacakan lokasi geografis aset bergerak secara real-time menggunakan GPS.
- Integrasi dengan Akuntansi untuk melacak depresiasi dan nilai buku aset.
- Memudahkan proses audit dan pelaporan status aset menggunakan pemindaian barcode.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis skala menengah hingga besar yang membutuhkan solusi manajemen aset terintegrasi penuh.
Harga: Hubungi tim konsultan untuk mendapatkan demo dan penawaran harga yang disesuaikan.
4. Infor EAM
Infor EAM adalah solusi manajemen aset yang fleksibel dan dapat dikonfigurasi untuk berbagai industri. Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan melacak aset, mengelola pemeliharaan, dan mematuhi regulasi dengan lebih mudah.
Fitur Utama Infor EAM:
- Manajemen kerja dan inventaris suku cadang.
- Pelacakan aset dan pemeliharaan preventif.
- Analitik dan pelaporan kinerja aset.
- Dukungan untuk kepatuhan regulasi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan di sektor manufaktur, fasilitas, dan sektor publik.
Harga: Berdasarkan permintaan, tergantung pada jumlah pengguna dan modul yang dipilih.
5. Oracle EAM

Oracle Enterprise Asset Management adalah bagian dari Oracle E-Business Suite yang menawarkan solusi komprehensif untuk pemeliharaan aset. Platform ini terintegrasi erat dengan modul Oracle lainnya, seperti keuangan dan rantai pasok.
Fitur Utama Oracle EAM:
- Pemeliharaan preventif dan berbasis kondisi.
- Manajemen inventaris suku cadang.
- Perencanaan dan penjadwalan kerja.
- Integrasi dengan modul Oracle lainnya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan besar yang telah berinvestasi dalam ekosistem perangkat lunak Oracle.
Harga: Berdasarkan permintaan, dengan struktur lisensi yang kompleks.
6. HashMicro Asset Management

HashMicro menawarkan software manajemen aset yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia, dengan fokus pada kemudahan penggunaan dan kustomisasi. Solusi ini membantu bisnis melacak aset, menjadwalkan pemeliharaan, dan mengelola depresiasi secara efisien.
Fitur Utama HashMicro:
- Pelacakan aset dengan GPS dan barcode.
- Penjadwalan pemeliharaan preventif.
- Manajemen anggaran pemeliharaan.
- Laporan biaya dan depresiasi aset.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis skala menengah di Indonesia yang membutuhkan solusi yang dapat disesuaikan.
Harga: Mulai dari sekitar Rp 25.000.000, tergantung pada paket dan kustomisasi.
7. UpKeep

UpKeep adalah platform manajemen pemeliharaan dan aset (CMMS/EAM) yang berfokus pada pendekatan mobile-first. Ini dirancang untuk memberdayakan teknisi di lapangan dengan alat yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan secara efisien.
Fitur Utama UpKeep:
- Manajemen perintah kerja (work order).
- Pelacakan aset dengan QR code.
- Manajemen inventaris suku cadang.
- Analitik dan pelaporan berbasis cloud.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Tim pemeliharaan di bisnis kecil hingga menengah yang membutuhkan solusi mobile yang kuat.
Harga: Mulai dari $45 per pengguna per bulan (sekitar Rp 720.000).
8. Fiix by Rockwell Automation

Fiix adalah CMMS berbasis cloud yang membantu tim menjadwalkan, mengatur, dan melacak pemeliharaan aset. Platform ini mudah digunakan dan dapat diintegrasikan dengan sistem bisnis lain untuk menciptakan ekosistem yang terhubung.
Fitur Utama Fiix:
- Manajemen perintah kerja.
- Penjadwalan pemeliharaan preventif.
- Pelaporan dan dasbor yang dapat disesuaikan.
- Aplikasi mobile untuk teknisi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Tim pemeliharaan yang mencari CMMS berbasis cloud yang mudah diimplementasikan.
Harga: Mulai dari $45 per pengguna per bulan (sekitar Rp 720.000).
9. eMaint CMMS

eMaint CMMS, produk dari Fluke Reliability, adalah platform manajemen pemeliharaan yang kuat untuk industri manufaktur, armada, dan fasilitas. Perangkat lunak ini dapat dikonfigurasi untuk memenuhi kebutuhan spesifik dan membantu meningkatkan keandalan aset.
Fitur Utama eMaint:
- Manajemen perintah kerja dan pemeliharaan preventif.
- Pelacakan inventaris dan pembelian.
- Dasbor dan laporan yang interaktif.
- Kemampuan penjadwalan yang fleksibel.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Organisasi yang membutuhkan CMMS yang dapat disesuaikan dengan alur kerja yang kompleks.
Harga: Mulai dari $69 per pengguna per bulan (sekitar Rp 1.100.000).
10. Limble CMMS

Limble CMMS adalah platform manajemen pemeliharaan modern yang dirancang agar mudah digunakan oleh semua orang. Platform ini menawarkan aplikasi mobile yang kuat, pelacakan aset dengan QR code, dan penjadwalan pemeliharaan preventif yang sederhana.
Fitur Utama Limble CMMS:
- Manajemen perintah kerja yang mudah.
- Pemeliharaan preventif berbasis kalender dan meter.
- Manajemen suku cadang dan vendor.
- Pelaporan KPI pemeliharaan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis dari semua ukuran yang memprioritaskan kemudahan penggunaan dan fungsionalitas mobile.
Harga: Mulai dari $40 per pengguna per bulan (sekitar Rp 640.000).
11. Asset Panda

Asset Panda adalah platform pelacakan aset berbasis cloud yang sangat fleksibel dan dapat dikonfigurasi. Platform ini memungkinkan perusahaan untuk melacak aset mereka dari mana saja menggunakan aplikasi mobile yang terintegrasi dengan pemindai barcode dan GPS.
Fitur Utama Asset Panda:
- Pelacakan aset tak terbatas.
- Aplikasi mobile dengan pemindai bawaan.
- Alur kerja dan tindakan yang dapat disesuaikan.
- Check-in/check-out aset.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Organisasi yang membutuhkan solusi pelacakan aset yang kuat dan dapat disesuaikan tanpa batasan pengguna.
Harga: Berdasarkan jumlah aset, dimulai dari sekitar $1.500 per tahun untuk 500 aset.
12. MaintainX

MaintainX adalah platform mobile-first untuk manajemen perintah kerja, pemeliharaan preventif, dan komunikasi tim. Platform ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan alur kerja digital dan fitur kolaborasi seperti obrolan tim.
Fitur Utama MaintainX:
- Perintah kerja digital dan checklist.
- Komunikasi tim terintegrasi.
- Manajemen aset dan suku cadang.
- Pelaporan dan analitik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Tim operasional yang membutuhkan alat kolaborasi yang kuat untuk manajemen pemeliharaan.
Harga: Memiliki paket gratis, dengan paket berbayar mulai dari $16 per pengguna per bulan.
Bagaimana Menentukan Software EAM yang Paling Tepat untuk Bisnis Anda?
Kompleksitas pengelolaan aset membuat pemilihan software EAM tidak dapat dilakukan hanya dengan membandingkan fitur secara umum. Setiap perusahaan memiliki karakteristik aset, pola operasional, dan tingkat risiko yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan evaluasi yang lebih terstruktur.
Berikut beberapa aspek utama yang perlu diperhatikan sebelum menentukan software EAM yang paling sesuai:
1. Evaluasi karakteristik dan siklus hidup aset
Proses pemilihan software EAM perlu diawali dengan pemetaan siklus hidup aset, mulai dari perolehan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan. Dari pemetaan ini, perusahaan dapat mengidentifikasi jenis aset kritikal dan risiko operasional yang paling sering muncul.
2. Tentukan kebutuhan modul berdasarkan tantangan operasional
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan modul yang berbeda, seperti preventive maintenance, work order management, manajemen suku cadang, atau pencatatan histori kerusakan aset. Penyesuaian modul dengan proses kerja di lapangan berpengaruh langsung pada akurasi data dan efektivitas pengendalian aset.
3. Perhatikan kemampuan integrasi sistem
Software EAM perlu dievaluasi dari sisi integrasinya dengan sistem lain seperti ERP, software akuntansi, atau sistem produksi. Integrasi yang baik memastikan data biaya pemeliharaan, utilisasi aset, dan depresiasi tercatat secara konsisten tanpa duplikasi.
4. Libatkan tim operasional dalam proses evaluasi
Menurut Gartner, software EAM yang efektif adalah yang paling selaras dengan kebutuhan unik perusahaan dan kesiapan penggunanya. Keterlibatan teknisi dan manajer operasional penting untuk menilai kemudahan penggunaan, kesesuaian alur kerja, serta kebermanfaatan sistem di kondisi operasional nyata.
Kesimpulan
Enterprise asset management software berperan penting dalam membantu perusahaan mengelola aset fisik secara terstruktur sepanjang siklus hidupnya. Dengan visibilitas data yang lebih akurat, perusahaan dapat menekan downtime, mengendalikan biaya pemeliharaan, dan menjaga kinerja aset tetap optimal.
Penerapan EAM yang selaras dengan standar manajemen aset seperti ISO 55001 mendukung pencatatan, pemantauan, dan analisis aset secara konsisten. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data terkait pemeliharaan, utilisasi, dan perencanaan penggantian aset.
Pada akhirnya, efektivitas software EAM ditentukan oleh kesesuaiannya dengan karakteristik aset, skala operasional, dan kesiapan organisasi. Evaluasi yang objektif dan terstruktur membantu perusahaan memaksimalkan nilai aset sekaligus menjaga keberlanjutan operasional jangka panjang.
Pertanyaan Seputar Enterprise Asset Management Software
CMMS (Computerized Maintenance Management System) berfokus pada manajemen pemeliharaan setelah aset beroperasi. Sementara itu, EAM (Enterprise Asset Management) mencakup seluruh siklus hidup aset, mulai dari perencanaan, akuisisi, operasional, pemeliharaan, hingga pelepasan aset.
Pemeliharaan prediktif menggunakan analisis data dan AI untuk memprediksi kapan sebuah aset kemungkinan akan gagal. Ini memungkinkan tim untuk melakukan perbaikan sebelum kerusakan terjadi, mengurangi downtime yang tidak terduga, dan menghemat biaya perbaikan darurat yang mahal.
Software EAM meningkatkan Return on Investment (ROI) dengan memperpanjang umur pakai aset melalui pemeliharaan yang lebih baik, mengurangi biaya operasional dengan menekan downtime, dan mengoptimalkan penggunaan aset. Data dari sistem juga membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik terkait kapan harus memperbaiki atau mengganti aset.
Ya, banyak software EAM modern, terutama yang berbasis cloud, menawarkan paket yang skalabel dan terjangkau untuk bisnis kecil. Solusi seperti UpKeep atau MaintainX dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan UKM, memungkinkan mereka mendapatkan manfaat dari manajemen aset yang terstruktur tanpa investasi besar.












