Banyak perusahaan masih fokus hanya pada penjualan dan operasional harian, padahal aset tetap atau fixed asset juga punya peran penting dalam menjaga stabilitas bisnis. Pengelolaan fixed asset yang baik bukan hanya soal mencatat angka, tetapi juga langkah strategis untuk melindungi investasi besar Anda.
Fixed asset berbeda dengan current asset yang mudah dicairkan dalam waktu singkat. Sebagai aset berwujud yang digunakan lebih dari satu tahun, fixed asset mengalami penyusutan nilai seiring waktu. Oleh karena itu, pencatatan dan pemantauan yang teliti sangat diperlukan agar tidak mempengaruhi laporan keuangan.
Oleh karena itu, facility management software hadir untuk membantu perusahaan memantau dan mengelola fixed asset secara digital dan real time. Anda dapat melacak lokasi, kondisi, hingga nilai aset dengan lebih mudah. Artikel ini akan membahas fixed asset lebih lengkap, simak untuk mengetahui lebih lanjut!
Apa itu Fixed Asset?
Fixed asset adalah aset berwujud yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam operasional bisnis jangka panjang, biasanya lebih dari satu tahun. Contohnya meliputi gedung, kendaraan operasional, peralatan produksi, hingga perabot kantor. Fixed asset ini punya nilai yang cukup besar dan menjadi pondasi penting dalam mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Berbeda dengan current asset, fixed asset tidak dimaksudkan untuk dijual kembali atau dikonversi menjadi kas dalam waktu dekat. Current asset bersifat lebih likuid dan cepat dicairkan untuk kebutuhan operasional harian. Sementara itu, fixed asset digunakan untuk mendukung produktivitas jangka panjang dan akan mengalami penyusutan nilai seiring waktu.
Dengan memahami perbedaan antara fixed asset dan current asset, Anda bisa lebih mudah menyusun strategi keuangan dan memastikan laporan keuangan tetap akurat. Pengelolaan fixed asset yang baik juga membantu bisnis merencanakan investasi, menghindari kehilangan aset, serta memaksimalkan umur pakai aset yang dimiliki.
Karakteristik Fixed Asset
Agar Anda makin paham bagaimana fixed asset mendukung kelangsungan bisnis, penting untuk mengenali karakteristik utamanya. Berikut adalah lima karakteristik fixed asset yang perlu Anda ketahui:
1. Digunakan untuk operasional jangka panjang
Fixed asset dimiliki dan digunakan perusahaan untuk mendukung kegiatan bisnis lebih dari satu tahun. Contohnya seperti mesin produksi, kendaraan, hingga gedung kantor yang terus membantu proses kerja sehari-hari.
2. Tidak dimaksudkan untuk dijual kembali
Berbeda dengan barang dagangan, fixed asset dibeli bukan untuk dijual kembali demi memperoleh keuntungan langsung. Aset ini berperan sebagai penunjang aktivitas operasional dan menjadi pondasi penting bagi kelangsungan usaha.
3. Tidak likuid
Fixed asset termasuk aset yang sulit dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu cepat. Sifatnya tidak sefleksibel current asset seperti kas atau piutang, karena fungsinya memang bukan sebagai sumber dana darurat.
4. Mengalami penyusutan nilai
Seiring penggunaan, fixed asset akan mengalami penurunan nilai atau penyusutan setiap tahun. Proses ini wajib dicatat agar laporan keuangan tetap akurat dan menggambarkan kondisi sebenarnya dari nilai aset yang dimiliki.
5. Dicatat di neraca dengan nilai perolehan
Fixed asset dilaporkan di neraca berdasarkan harga belinya, kemudian disesuaikan dengan akumulasi penyusutan. Pencatatan ini memudahkan perusahaan memantau aset dan merencanakan strategi perawatan atau penggantian di masa depan.
Dengan mengenali lima karakteristik di atas, Anda dapat mengelola fixed asset lebih teliti dan memastikan aset tetap berkontribusi maksimal untuk pertumbuhan bisnis.
Jenis-Jenis Fixed Asset
Untuk mengelola fixed asset dengan lebih efektif, Anda perlu memahami bahwa aset tetap tidak hanya berupa benda fisik saja. Secara umum, fixed asset terbagi menjadi dua kategori besar: fixed asset berwujud dan fixed asset tak berwujud. Berikut penjelasannya:
1. Fixed asset berwujud
Sesuai namanya, fixed asset berwujud adalah aset tetap yang memiliki bentuk fisik. Aset ini biasanya berupa properti, peralatan, atau infrastruktur yang digunakan perusahaan untuk mendukung operasional bisnis sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh fixed asset berwujud lengkap dengan penjelasannya:
- Tanah: Tanah termasuk salah satu jenis fixed asset yang penting karena biasanya nilainya stabil atau bahkan naik dari waktu ke waktu. Perusahaan menginvestasikan dana untuk membeli tanah sebagai lokasi gedung, pabrik, atau fasilitas pendukung lainnya demi keberlanjutan bisnis.
- Gedung atau Bangunan: Gedung kantor, gudang, pabrik, toko, atau jenis bangunan lain juga termasuk fixed asset. Bangunan memiliki masa manfaat jangka panjang, meskipun nilainya akan menyusut seiring waktu karena faktor usia dan pemakaian.
- Mesin: Mesin produksi, peralatan cetak, mesin tenun, hingga mesin jahit adalah contoh aset tetap yang mendukung langsung proses operasional perusahaan. Aset ini juga mengalami penyusutan lebih cepat dibanding gedung karena penggunaan yang lebih intens.
- Kendaraan Operasional: Mobil, truk, dan kendaraan lain yang digunakan untuk mendukung aktivitas distribusi atau operasional termasuk fixed asset berwujud. Nilainya juga menyusut cukup cepat karena pemakaian rutin dan perkembangan teknologi.
- Perabotan atau Perlengkapan Kantor: Meja, kursi, lemari arsip, komputer, printer, hingga telepon adalah contoh aset yang membantu aktivitas kerja sehari-hari. Meski nilainya tidak sebesar gedung atau mesin, aset ini tetap penting untuk menunjang kenyamanan dan produktivitas.
Fixed asset berwujud ini biasanya tercatat di neraca perusahaan dengan nilai perolehan awal, lalu disesuaikan dengan akumulasi penyusutan setiap tahun. Pengelolaan yang baik membantu perusahaan menjaga umur pakai aset tetap dan mengoptimalkan penggunaannya dalam jangka panjang.
2. Fixed asset tak berwujud
Selain aset tetap berwujud, perusahaan juga memiliki fixed asset tak berwujud atau intangible assets. Sesuai namanya, aset ini tidak memiliki bentuk fisik, tetapi tetap punya nilai ekonomi penting bagi keberlangsungan bisnis. Contoh fixed asset tak berwujud meliputi:
- Hak Paten: Hak paten adalah perlindungan hukum yang diberikan kepada perusahaan atas penemuan atau inovasi tertentu. Paten memungkinkan perusahaan memanfaatkan hasil inovasi secara eksklusif untuk meningkatkan daya saing dan memperoleh keuntungan.
- Hak Cipta: Hak cipta melindungi karya intelektual seperti desain, tulisan, software, musik, dan karya seni lainnya. Kepemilikan hak cipta membantu perusahaan menjaga orisinalitas produk atau konten dari peniruan pihak lain.
- Merek Dagang (Trademark): Merek dagang adalah simbol, logo, atau nama yang mewakili identitas produk atau layanan perusahaan. Merek yang kuat meningkatkan reputasi bisnis dan membantu menarik pelanggan.
- Lisensi: Lisensi memberi hak kepada perusahaan untuk menggunakan teknologi, perangkat lunak, atau hak milik pihak lain dalam jangka waktu tertentu. Dengan lisensi, perusahaan dapat menjalankan operasional lebih efisien tanpa harus mengembangkan teknologi sendiri.
- Goodwill: Goodwill adalah nilai lebih yang dimiliki perusahaan akibat reputasi baik, loyalitas pelanggan, serta relasi bisnis yang sudah terjalin. Nilai goodwill biasanya tercatat saat perusahaan mengakuisisi bisnis lain dengan harga lebih tinggi dari nilai bukunya.
Meski tidak berwujud secara fisik, aset tetap tak berwujud ini berperan besar dalam mendukung strategi bisnis jangka panjang dan meningkatkan nilai perusahaan di mata investor dan pasar. Oleh karena itu, dibutuhkan aplikasi manajemen aset yang bisa membantu operasional bisnis Anda. Cek skema harga dengan klik banner berikut untuk sesuaikan kebutuhan bisnis Anda!
Mengapa Pengelolaan Fixed Asset Penting bagi Perusahaan?
Pengelolaan fixed asset bukan hanya soal mencatat data aset di laporan keuangan. Lebih dari itu, pengelolaan yang baik membantu perusahaan menjaga nilai investasi, memaksimalkan masa pakai aset, serta mendukung kelancaran operasional bisnis.
Tanpa manajemen fixed asset yang tepat, perusahaan berisiko mengalami pemborosan biaya, kehilangan aset, hingga kesalahan laporan keuangan. Dengan mencatat dan memantau fixed asset secara rutin, perusahaan dapat mengetahui kondisi aset secara real time.
Hal ini memudahkan proses perencanaan perawatan, penggantian, atau bahkan penjualan aset yang sudah tidak produktif. Hasilnya, aset tetap dapat memberikan kontribusi maksimal bagi operasional bisnis dan membantu perusahaan tetap kompetitif.
Selain itu, pengelolaan fixed asset juga sangat penting untuk keperluan audit dan kepatuhan terhadap regulasi. Data aset yang lengkap, akurat, dan terupdate membuat proses audit lebih cepat dan transparan. Pada akhirnya, pengelolaan fixed asset yang baik menjadi pondasi penting untuk menjaga kesehatan keuangan dan keberlanjutan bisnis Anda.
Cara Mengelola Fixed Asset
Pengelolaan fixed asset yang baik bukan hanya sekadar mencatat pembelian dan penjualan aset. Anda perlu menerapkan langkah-langkah yang sistematis agar aset tetap terawat, terpantau, dan memberikan nilai optimal bagi perusahaan. Berikut beberapa cara efektif untuk mengelola fixed asset:
1. Lakukan pencatatan aset secara detail
Catat setiap fixed asset yang dimiliki, mulai dari nama aset, tanggal pembelian, lokasi, nilai perolehan, hingga masa manfaat. Pencatatan detail memudahkan Anda memantau kondisi aset dan menghindari resiko kehilangan data penting.
2. Terapkan penjadwalan penyusutan
Hitung dan catat penyusutan aset secara rutin sesuai standar akuntansi. Dengan begitu, laporan keuangan tetap akurat dan mencerminkan nilai aset sebenarnya, sehingga Anda dapat merencanakan investasi atau penggantian aset dengan lebih baik.
3. Lakukan inventarisasi dan audit berkala
Periksa secara fisik kondisi aset dan pastikan data sesuai dengan catatan. Audit berkala membantu mendeteksi kerusakan, kehilangan, atau aset yang tidak lagi produktif, sehingga Anda dapat mengambil tindakan lebih cepat.
4. Gunakan software manajemen fixed asset
Manfaatkan teknologi untuk mempermudah pencatatan, pelacakan, dan perhitungan penyusutan aset secara otomatis. Sistem manajemen aset ini juga memudahkan Anda melihat data real time dan menghasilkan laporan yang lebih rapi dan akurat.
Optimalkan Pengelolaan Fixed Asset dengan Software Fasilitas Total ERP
Bayangkan betapa repotnya mengelola ratusan hingga ribuan fixed asset secara manual. Dari pencatatan nomor seri, lokasi, hingga perhitungan penyusutan yang semuanya rawan human error dan menyita banyak waktu. Di sinilah software fasilitas Total ERP menjadi solusi cerdas yang membuat pekerjaan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Dipercaya oleh 800+ klien, fitur lengkap milik Total ERP membantu memantau kondisi aset dari mana saja, meminimalkan risiko kehilangan, dan mendukung audit internal maupun eksternal dengan data yang lengkap. Software ini memudahkan pencatatan detail aset mulai dari nilai perolehan, nomor seri, lokasi, hingga masa manfaat. Coba demo gratis sekarang juga.
Berikut adalah fitur utama software fasilitas Total ERP:
- Integrasi purchase request: Pastikan pengeluaran untuk pembelian aset sesuai dengan budget perusahaan
- Auto monitoring & scheduling: Jaga kualitas aset dengan otomatisasi atur jadwal maintenance secara rutin
- Facility code management: Tingkatkan keamanan fasilitas dengan kode setiap aset untuk kemudahan lacak pergerakan
- Meminimalisir complaint: lacak penyelesaian masalah dari laporan yang diterima dan diberikan layanan yang terbaik
Kesimpulan
Pengelolaan fixed asset yang baik bukan hanya soal pencatatan, tetapi juga langkah strategis untuk menjaga nilai aset tetap optimal bagi kelangsungan bisnis. Dengan memahami apa itu fixed asset, karakteristik, hingga jenis-jenisnya, perusahaan dapat merancang strategi perawatan dan penggantian yang lebih efektif.
Selain itu, pengelolaan fixed asset membantu perusahaan menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat dan transparan. Data aset yang lengkap dan terupdate juga memudahkan proses audit serta pengambilan keputusan bisnis berbasis data. Dengan begitu, risiko kehilangan aset dan kesalahan pencatatan dapat ditekan seminimal mungkin.
Untuk membantu proses ini, Anda dapat memanfaatkan software fasilitas Total ERP sebagai solusi modern. Dengan fitur yang mendukung pencatatan hingga pemantauan aset secara real time, perusahaan dapat lebih mudah menjaga fixed asset tetap produktif dan bernilai bagi bisnis. Coba demo gratis sekarang juga!
FAQ tentang Fixed Asset
Fixed asset adalah aset berwujud yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam operasional bisnis jangka panjang, biasanya lebih dari satu tahun. Perusahaan memanfaatkan fixed asset untuk mendukung aktivitas produksi atau layanan, bukan untuk dijual kembali. Contohnya meliputi gedung, mesin, kendaraan, dan peralatan kantor.
Perbedaan utamanya terletak pada periode penggunaan dan tujuan kepemilikan. Fixed asset digunakan untuk operasional jangka panjang dan nilainya disusutkan seiring waktu, sementara current asset berupa aset yang lebih likuid seperti kas, piutang, atau persediaan barang yang akan digunakan atau dijual dalam siklus operasional satu tahun atau kurang.
Secara umum, fixed asset terbagi menjadi tiga tipe utama: aset berwujud (tangible assets) seperti mesin dan bangunan, aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak paten dan merek dagang, serta aset alam (natural resources) seperti tambang atau hutan yang dimiliki dan dikelola perusahaan.